Rabu, September 18, 2013

Ilmu Mengamalkan Ilmu

Sebenarnya, melihat kenyataan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang katanya terpelajar akan membuat kita bertabrakan dengan sebuah dinding bernama ironi. Ironi masyarakat terpelajar kita adalah bahwa pengetahuan yang seharusnya menjadikan mereka seorang insan yang mulia ternyata tidak dapat menghentikan laju realita berupa kebobrokan moral dan spiritual.

Ilmu seharusnya menjadikan manusia menjadi tahu apa yang baik dan benar. Ketika ilmu sudah kehilangan fungsi dan tujuannya tersebut, maka siapapun yang mengaku memiliki ilmu, hakikatnya adalah sama dengan orang yang tidak berilmu. Anehnya, orang-orang yang mengaku berilmu tersebut malah berperilaku lebih buruk dari orang yang dianggap tidak mempunyai ilmu secara formal.

Hakikat dari ilmu adalah amal. Tanpa amal maka ilmu diibaratkan seperti pohon yang tidak berbuah. Namun pohon lebih mulia karena meski ia tidak berbuah, ia masih dapat memberikan kemanfaatan yang lain seperti tempat berteduh, bahkan kayu dan daunnya dapat menjadi kemanfaatan bagi yang lain. Adapun orang yang tidak mengamalkan ilmunya, maka ia adalah bencana bagi yang lain.

Jika ada orang tahu bahwa api itu sangat panas, namun pengetahuan tersebut tidak ia gunakan, maka boleh jadi ia akan menggunakan api tersebut untuk membakar orang lain bahkan dirinya sendiri. Maka orang yang tahu bahwa kemaksiatan itu dapat menjatuhkannya ke dalam api neraka, namun ia tetap melaksanakan kemaksiatan tersebut, maka sama saja ia melemparkan dirinya sendiri pada kobaran api neraka yang sangat panas. Apalagi jika kemaksiatan itu dilakukan dengan mengajak orang lain. Sungguh, bencana yang ditimbulkan oleh orang yang berilmu tapi tidak mengamalkan ilmunya tersebut teramat luar biasa.

Sungguh sangat membanggakan dan menyenangkan hati melihat ribuan orang berbondong-bondong keluar dari rumahnya menuju tempat yang jauh hanya untuk menuntut ilmu. Rasulullah saw. bahkan memberi gelar orang-orang yang seperti itu dengan mujahid di jalan Allah swt., sebuah title yang sangat agung dan mulia di sisi Allah swt. Namun sayangnya, setelah mereka jauh dari rumah dan pengawasan orang tua, mereka kemudian diibaratkan seperti singa yang baru keluar dari kandangnya, amat sangat ganas dan trengginas.

Norma-norma yang selama ini ditanamkan oleh orang tua dan guru-guru mereka seakan-akan hilang dibawa semilir angin. Tak tersisa lagi nasihat-nasihat yang keluar bak mutiara dari mulut orang tua dan guru-guru mereka. Semua seperti tanpa bekas, tak tersisa sedikitpun. Yang tersisa adalah bagaimana melampiaskan nafsu yang sedang bergejolak menyambar-nyambar ibarat api yang mencari kayu kering hendak dibakar menjadi arang.

Maka, jadilah mereka para penuntut ilmu tapi tidak mendapatkan manfaat dari ilmu mereka. Bahkan kelak mereka akan mendapatkan laknat dari ilmu tersebut ketika Allah swt. bertanya kepada mereka tentang amalan dari ilmu yang mereka dapatkan. Ilmu yang seharusnya dapat mengangkat beberapa derajat kedudukan mereka di sisi Allah swt. malah akan menghinakan mereka di hadapan Allah swt. dan sekalian makhluk-Nya.

Malang, 18 September 2013.