Jumat, April 19, 2013

Cinta R@s@ Kopi

Sudah lama saya minum kopi, namun baru beberapa bulan ini saya belajar untuk menikmati seni berkopi. Ya, semua orang mungkin sudah biasa bahkan terbiasa untuk meminum kopi, secangkir, dua cangkir, bahkan lebih setiap harinya. Apalagi bagi para perokok berat, kopi ibarat pelengkap yang apabila tidak ada maka akan mengurangi cita rasa dari rokok yang ia hisap.

Meminum kopi sudah menjadi suatu pekerjaan yang 'biasa' karena  semua orang melakukannya. Meski belum tentu para peminum kopi tersebut dapat menikmati setiap tegukan dari kopi yang ia minum. Awalnya saya mengira bahwa semua kopi itu hitam, pahit dan efek sampingnya adalah kehilangan kenikmatan tidur. Pertama kali. saya merasakan rasa kopi yang pahit ketika bapak saya bertamu ke rumah orang kampung. Biasanya yang menjadi suguhan adalah kopi panas hitam yang agak pahit dan banyak ampasnya.Setelah meminum kopi tersebut kadang saya merasa sakit perut. Kata bapak saya, mungkin perut saya yang masih belum bisa beradaptasi dengan kopi.

Kopi Hitam Tradisional
Akhirnya saya agak kurang nyaman untuk ngopi. Sampai akhirnya saya berada di sebuah negeri empat musim. Jika musim dingin, udara terasa amat dingin. Karena saya berasal dari negara tropis, akhirnya saya mencari cara untuk menghangatkan tubuh. Saya tiba-tiba teringat dengan pengalaman masuk salah satu restoran kapal yang menyuguhkan kopi cappucino. Tidak perlu saya ceritakan bagaimana proses saya masuk ke restoran kapal tersebut, yang menjadi poin disini adalah rasa cappucino yang begitu luar biasa.
Cappucino

Sejak saat itu perspektif saya terhadap kopi berubah seratus delapan puluh derajat. Kopi ternyata nikmat, renyah, luar biasa. Akhirnya ketika musim dingin saya selalu minum cappucino atau coffemix. Meskipun veda kualitas rasa antara cappucino resto dan sachet-an sangat besar, namun fikiran saya sudah tercuci bahwa cappucino itu sangat maknyus, disamping menjadi penghangat badan di kala dingin mendekap.

Akhirnya aktivitas meminum kopi menjadi kebiasaan yang sulit ditinggalkan. Pagi hari seperti ada yang kurang jika belum meminum kopi. Jika sedang ngidam kopi, satu hari bisa dua sampai tiga cangkir cappucino  habis. Namun aktivitas minum kopi hanya sekedar kebiasaan, sampai saya kenal dengan seseorang yang memperkenalkan saya dengan macam-macam olahan kopi. Ternyata cappucino itu hanya salah satu dari olahan kopi. Masih banyak lagi kreasi lain yang ternyata lebih lebih nikmat dari cappucino. Sebut saja coffee latte, ice blended coffee, mocha caffee, dan lain sebagainya banyak.
Mocha Coffee
Akhirnya, kopi sekarang bukan hanya menjadi minuman pahit dan pengusir kantuk, namun lebih dari itu. Kopi adalah minuman yang menciptakan banyak kreasi sehingga rasa awalnya yang pahit kini berubah menjadi  bermacam-macam rasa yang sungguh begitu super sekali. Maka tak heran jika banyak orang mengubah orientasinya, dari hanya sekedar menjadikan kopi sebagai minuman biasa menjadi kopi sebagai minuman yang menawarkan kenikmatan lidah dengan berbagai rasa dan aneka jenis olahan.
Love Coffe


2 komentar:

M. Faizi mengatakan...

dalam hal ini, saya bersepakat dengan Anda dalam banyak hal. Kopi itu memang rempah bagi basa-basi saat tema politik dan bisnis cenderung menghilangkan banyak aromanya

Belgis H. Nufus mengatakan...

Humm, nyummyyy