Minggu, Agustus 12, 2012

Bagiku

Bagiku, cinta hanyalah perasaan semu. Ia datang tiba-tiba membawa jutaan angan dan khayal tiada tara. Cinta, sebuah misteri yang sampai kapanpun akan tetap terselubung dalam katup kehidupan. Cinta, candu yang dapat menutup mata. Ia pun kadang menjadi sumber dari inspirasi agung hingga melahirkan karya-karya fenomenal tak tertandingi. 

Cinta bagai dua mata pisau, sesuci-sucinya cinta akan menjadi malapetaka jika dipergunakan dengan penuh nafsu angkara. Begitupun sebaliknya, ia akan menjadi energi yang dapat menerangi kegelapan, seperti lentera yang menyinari jalan pengembara.

Cinta, lima susunan huruf yang filosufpun tak akan mampu mendefinisikannya. Karena cinta adalah perasaan jiwa, dimana getarannya bersumber dari denyut jantung dan hembusan nafas. Cinta adalah sebaik-baik pertanda bagi kekuasaan Tuhan, karena cintalah yang akhirnya menumpahkan darah manusia yang pertama.

Aku dan cinta seperti jiwa dan raga. Aku ada karena cinta. Maka, ajarilah aku jalan-jalan cintamu, hingga aku, kamu, dan mereka mengerti apa itu hakikat cinta yang abadi.

3 komentar:

Muhammad Afadh mengatakan...

Cinta dan agama adalah dua hal yang berbeda tapi sama. Keduanya memiliki karakter yang sama persis sebagai sumber perdamaian. Tapi pada saat yang sama justru sering menjadi pemicu konflik ketika disalahpahami. Perbedaannya—bagi saya pribadi—jika agama harus dijalani secara moderat tapi total, maka cinta harus saya jalani secara ekstrim, dan juga total.

jus manggis murah mengatakan...

cinta itu susah di tebak dan hanya 2 pasang insan yang menjalani

distributor jelly gamat mengatakan...

cinta begitu sangat luar biasa