Jumat, Juli 27, 2012

Muslim Rohingnya dan James Holmes

Ketika masyarakat muslim Rohingnya dibantai bak binatang
Dunia tercengang oleh aksi James Holmes di Colorado
Ia ibarat Joker bertopeng dengan sadis memberondong para penonton kala itu
Korbanpun berjatuhan, belasan mati dan puluhan luka-luka

Hampir semua media meliput aksi sadis Holmes tersebut
Berbagai macam analisa diberikan hanya untuk tahu
Apa yang menyebabkan Holmes seperti itu
Ketenarannya bahkan melebihi Batman yang ia tonton tersebut

Dunia seperti tak percaya dengan kegilaan yang sudah terulang terjadi di negeri paman Sam itu
Kegilaan yang sepertinya menjadi trend
Dan itu ternyata bukan terorisme
Itu hanya kejahatan biasa yang dilakukan orang yang stress dan setengah gila

Muslim Rohingnya tetap saja dibantai bak binatang
Sayangnya tak ada analisa dan gerakan kongkret dunia
Hanya celaan, kecaman, bahkan himbauan untuk menghormati HAM
Namun muslim Rohingnya tetap saja dibantai habis-habisan

Aung San Suu Kyi si penerima nobel perdamaian itu hanya terdiam saja
Melihat kekejaman junta militer laknat itu
Nobel perdamaian ternyata hanya jadi senjata politik baginya
Realitanya tak ada kedamaian bagi warganya yang katanya imigran gelap selama berabad-abad itu


Duniapun masih tertegun dengan aksi James Holmes
Joker bertopeng yang memberondongkan senjata
Si teroris yang bukan teroris itu
Padahal muslim Rohingnya sedang dibantai habis-habisan bak binatang


Tanjung, 07/27/2012



Sabtu, Juli 14, 2012

Bekas-bekas yang terhormat

Tujuan manusia ada di muka bumi ini adalah untuk memikirkan hal-hal yang besar. Dalam istilah al-Qur'an disebut dengan khalifah, pewaris, pemimpin, wakil Allah. Namun kadang hal-hal yang kecil dapat melupakan manusia dari tujuan utamanya tersebut. Di dalam al-Qur'an, Allah selalu menyuruh kita semua untuk melihat, menalar, dan merenungi segala sesuatu yang ada, dari yang seberat atom sampai tujuh lapis langit bahkan 'arsh, singgasana Allah yang merupakan makhluk terbesarNya itu. Allah menginginkan manusia untuk berfikir luas.

Lalu apa gunanya jika kita terjebak dengan sebuah permasalahan yang begitu sepele. Permasalahan yang mungkin hanya bertahan sesaat selama masa hidup yang sangat singkat ini. Rata-rata manusia hidup sampai umur 60-an, jika ada yang beruntung mungkin sampai berumur lebih dari itu. Maka begitu rugi jika waktu yang sangat sangat terbatas tersebut hanya habis sia-sia karena memikirkan hal yang sebenarnya tidak perlu difikirkan.

Kenapa kita harus berpusing ria dengan sesuatu yang sudah Allah janjikan berupa rezeki dan lain sebagainya, padahal Ia meminta kita untuk melakukan pekerjaan yang telah Ia titahkan ? Alangkah rugi seseorang yang di dalam hidupnya yang begitu limited tersebut hanya disibukkan dengan dirinya sendiri tanpa mengoptimalkan 'pengajaran' yang telah Allah berikan kepada Adam. Ya, Allah mengajarkan Adam semua nama-nama. Allah sendiri yang mengajarkan Adam untuk menjadi seorang yang tahu, mengerti, dan Ia juga yang kemudian menundukkan semuanya kepada Adam dan anak cucunya untuk dipergunakan sebaik mungkin untuk kemaslahatan kemanusiaan.

Maka manusia harus memikirkan kemanusiaan, kebebasan, perdamaian, agama, cinta, dan hal-hal besar lainnya. Memanusiakan manusia dengan kemanusiaannya, memperjuangkan kebebasan dan perdamaian antar manusia, agama yang memanusiakan manusia, dan menyebarkan cinta di antara manusia. Bagi yang membaca sejarah kemanusiaan, maka akan menemukan manusia-manusia besar yang memperjuangkan hal-hal besar tersebut. Mereka tetaplah hidup sampai sekarang, terkenang harum namanya karena mereka meninggalkan bekas-bekas agung dan terhormat. Mereka meninggalkan warisan yang begitu luar biasa. Ide-ide dan ajaran yang semuanya memiliki satu tujuan, yaitu agar manusia menjadi manusia yang berprikemanusiaan.