Senin, Desember 05, 2011

Entahlah

Aku hanya melihatmu sekilas, dari jauh dan tak sering. Kau tampak menikmati waktumu bersama teman-temanmu menikmati kuliner seluruh tempat itu. Aku hanya bisa mendengar tentang cerita keparipurnaan wujudmu. Dari orang-orang aku tahu jika kamu merupakan penjelmaan bidadari yang mungkin enggan kembali ke syurga. Ku pikir kau akan sangat jauh kugapai. Kesempurnaamu seakan mengajariku arti ketidakberdayaan. Kumbang bersayap patah tak mungkin dapat menghisap madu dari bunga paling indah di syurga.

Namun ku coba tuk tegarkan hati dan pancangkan keinginan yang lahir dari keputusasaan. Tak ada yang tak mungkin bukan ? Meski aku tak pernah tahu harus memetikmu dimana, atau sudahkah ada kumbang yang memilikimu ? Entahlah, mungkin kumbang bersayap patah tak punya keberanian meski hanya sekedar memandang keindahanmu.
Kumbangpun harus sadar dengan keadaan. Alam adalah milik yang kuat. Tak ada tempat bagi yang lemah. Kumbang adalah makhluk yang berjuta jumlahnya, maka tak mungkin kumbang bersayap patah bisa menjadi raja bagi kumbang lainnya dan mengalahkan mereka sehingga ia dapat memperoleh madu dari bunga terindah di syurga. 

Namun herannya, sang kumbang celaka tak pernah kehilangan kepercayaannya terhadap konsep kemungkinan. Boleh ia seekor cacat dengan sayap tercabik-cabik, namun ia masih belum menjadi seonggok bangkai kan ? Bukankah segala sesuatu bukan hanya karena faktor usaha dari diri, ada faktor lain yang lebih menentukan, dan ia sangat percaya dengan itu.

Aku ingin memetik bunga itu, apapun resikonya. Bukankah kehidupan itu akan berarti jika kita bisa mengatasi berbagai macam permasalahan yang ada ? Pun juga tidak ada salahnya kan orang mencoba ? Toh tidak ada cela bagi kumbang yang dengan sopan ingin meminta izin sang pemilik taman dimana bunga itu ada untuk ia petik ? Sekarang masalahnya, apakah sang bunga mengizinkan si kumbang memintanya ? Ataukah sang kumbang merana harus kembali kehabitatnya dan sadar dengan posisi diri dengan hanya memimpikan sang bunga ... entahlah ...

4 komentar:

Zizi Zahrah Fudoli mengatakan...

siapakah bunga itu?

Anonim mengatakan...

hanya penulis yang tahu siapa bunga itu, smoga bunga itu segera bisa dipetik.

Anonim mengatakan...

hanya penulis yang tahu siapa bunga itu, smoga bunga itu segera bisa dipetik.

Anonim mengatakan...

hanya penulis yang tahu siapa bunga itu, smoga bunga itu segera bisa dipetik.