Rabu, September 14, 2011

aku, kamu, dan Dia

Memimpikanmu itu mungkin saja, namun tampaknya tak semudah mengedipkan mata. Mungkin Tuhan masih menginginkan untuk mendengar keluh kesahku hanya padaNya, ya kepadaNya saja. Maka tak heran kamu masih saja terselubung pekat yang tak kian memudar. Atau malah karena dosa lakuku sehingga kamu semakin menjauh dari indera rasaku. Ah, aku, kamu, dan Dia sepertinya susah berpadu.

Keinginan tiga dzat yang berbeda. Tapi bukankah seluruh keinginanNya tak akan pernah luput ? Entahlah, yang ku harap keinginanNya adalah kebaikan menurut pendapatku dan pendapatNya. Atau haruskah kuserahkan hanya padaNya saja ? Tanpa mengikutsertakan keinginanku yang selalu ku pesan melalui do'a-do'a ? Atau malah aku terus saja melantunkan permintaan-permintaan yang sejatinya Ia sudah ketahui karena Ia Maha Tahu ?

Lalu kamu. Walaupun sampai detik ini aku tak pernah mengenalmu atau tahu siapa itu kamu, namun aku tahu kamu itu ada. Karena aku mendengar detak jantungmu yang berdegup ketika kau pinta aku melalui munajatmu. Aku hanya selalu bertanya dalam lubuk hatiku : Apakah kamu selalu meminta kepadaNya ataukah kau serahkan saja semua padaNya ?

2 komentar:

winda mengatakan...

subhanalloh,,,
itu juga yg saya rasakan,,,
mohon izin copas, agar tmn2 sy bsa
membcanya,,,

A.A.Hafizh mengatakan...

silahkan ... :) terimakasih ...