Senin, Juli 18, 2011

Aku dan Kamu

Bukankah sudah ku katakan
Jangan pernah pejamkan matamu
Agar dengan nanar kau saksikan
Jutaan keperihan mendalam di mataku

Namun kau tak juga faham apa maksudku
Ditutuplah mata indahmu itu
Padahal tak lebih sedetik aku berseru
Lihatlah ! Perhatikanlah ! Fikirkanlah !

Sepertinya kau tak lagi mendengar
Entah kau tutup dengan apa mata hatimu itu
Hingga telingamu pun tak lagi berfungsi
Perasaanmu juga seakan tumpul mati

Kasih sayangku kau anggap angin belaka
Tak pernah lagi kau pedulikan aku
Baiklah sekarang tunggu pembalasanku
Kehancuran sudah di depan matamu itu.

4 komentar:

Putri Omsima mengatakan...

Sabaaaarrr..jgn pernah pelihara dendan di hatimu..Mintalah pada tuhan untuk membalikkan hatinya..nice poem sob..tq

A.A.Hafizh mengatakan...

maksudku hanya mencela manusia yang tak pernah berterimakasih kepada Penciptanya ... thanks.

akhmad.siddiq mengatakan...

hati ini dinding, mulut ini gema. aku hanya bisa menulis ulang, kamu, Putri: Sabaaaarrr..jgn pernah pelihara dendan di hatimu..Mintalah pada tuhan untuk membalikkan hatinya..nice poem sob..tq. xixixi...

A.A.Hafizh mengatakan...

oh ... begitu indahnya ... :D kring kring ... hpmu berdering ... ada yang ajak kau makan siang ding :D ...