Minggu, Mei 01, 2011

Masyarakat yang Mengambang

Masyarakat yang mengambang adalah cerminan dari sebuah tatanan masyarakat yang tidak mempunyai identitas. Masyarakat yang mudah sekali terombang ambing dalam suasana gemerlap dan gelamour. Masyarakat semacam ini adalah korban dari globalisasi. Masyarakat yang katanya mudah dibeli karena setiap individunya selalu menginginkan keuntungan pribadi.

Berbeda dengan masyarakat yang sudah memiliki akar budaya dan peradaban yang kokoh, masyarakat yang mengambang adalah masyarakat yang sudah kehilangan sejarahnya. Bukan karena tidak memiliki sejarah yang besar namun karena sejarah kebesarannya sudah dilupakan bahkan dijual dengan alasan keuntungan sementara. Masyarakat semacam ini sangatlah malas dan acuh tak acuh untuk menggali dan meneliti sejarah yang pernah dilaluinya.

Jadinya masyarakat semacam ini sangat mudah untuk dikuasai asing. Dengan ketidakacuhannya terhadap sejarahnya, ia telah menempatkan dirinya sendiri pada posisi inferior, lemah dan tidak berdaya terhadap masyarakat lain yang sudah memiliki peradaban maju. Ia akan selalu melihat dirinya sebagai kemunduran dan keterbelakangan. Namun ketika ia melihat masyarakat maju, ia akan menggosok sepatu mereka seakan mereka adalah raja yang pantas dipertuankan.

Lihat saja bagaimana masyarakat maju mempermainkan masyarakat yang mengambang. Bahkan anak cucu masyarakat yang mengambang kelak tidak akan tahu betapa kakek neneknya begitu tidak sadar dengan keadaan yang menimpa mereka. Dengan tanpa disadari, masyarakat maju menguasai sedikit demi sedikit semua sumber kekayaan alam yang seharusnya menjadi warisan turun temurun masyarakat yang mengambang. Namun, kontrak sudah ditandatangani sehingga sampai beberapa dekade, masyarakat mengambang hanya berhak menikmati beberapa persen dari kekayaannya sendiri.

Jika ada isu yang mengganggu proses privatisasi yang sedang atau sudah dilakukan masyarakat maju, sekoyong-koyong media-media dalam masyarakat mengambang akan memblow up isu-isu pengalihan seperti isu terorisme, olahraga, bahkan pernikahan raja dari masyarakat maju. Atau jika perlu, masyarakat maju akan mempromosikan dirinya sebagai pahlawan karena sudah memberikan beasiswa, ikut melestarikan lingkungan dan memberikan lapangan pekerjaan kepada segelintir orang dari ratusan juta orang masyarakat mengambang yang menderita karena pencemaran lingkungan, dan pengangguran.

Namun sayangnya, tidak ada yang peduli dengan masyarakat yang mengambang. Mungkin karena keadaan seperti itu sangat menguntungkan. Bagi penguasa untuk terus mempertahankan kekuasaannya, juga bagi masyarakat maju yang tidak pernah puas kecuali sudah menghisap habis madu dari perut bumi masyarakat mengambang.

Rasionalkah ?

Nyatanya bahwa masyarakat yang mengambang adalah masyarakat rasional yang irasional. Karena mereka hanya memandang sesuatu bukan dari fungsinya tapi dari gaya dan ke pop-annya. Segala sesuatu yang sedang trend adalah alasan untuk mengkonsumsinya walaupun sesuatu itu jauh dari kualitas yang sebenarnya. Kata-kata gaul, mode, trend dan style tidak pernah terlepas dari masyarakat mengambang.

Sebenarnya mereka tahu bahwa apa yang mereka beli di mall tidak lebih bagus dari apa yang mereka temukan di pasar-pasar tradisional, namun anehnya karena gengsi mereka lebih memilih untuk menghabiskan uangnya di mall. Bahkan bila perlu mereka rela untuk membayar sepuluh kali harga kopi warkop untuk secangkir kopi yang katanya berbrand.

Iklan adalah sarana paling ampuh untuk menggiring masyarakat yang mengambang pada budaya konsumtif. Namun karena masyarakat yang mengambang tidak pernah sadar dengan keadaan yang sedang menimpanya, maka mereka tidak tahu apa yang memang kebutuhannya dan apa yang bukan. Akhirnya apa yang tidak diperlukan diada-adakan untuk menjadi keperluan sehingga keuntungan semakin berlipat-lipat dan masyarakat maju dengan senang berlari kencang meninggalkan masyarakat yang mengambang sedang bingung tak tahu arah.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

apakah anda termasuk salah satu masyarakat yang mengambang???
Masyarakat yang mengambang bisa dikatakan masyarakat yang pendidikannya rendah,spiritual rendah,dan kesadaran yang rendah.kalau pendidikannya tidak rendah InsyaAllah tidak mudah bagi mereka untuk terpengaruh baik moral yang jelek,style yang tidak sepantasnya,trend yang jelek,sebenarnya ada juga dampak positif dari semuanya tapi itu tergantung orang y menerima informasi.

A.A.Hafizh mengatakan...

saya berusaha untuk tidak termasuk dalam golongan masyarakat yang mengambang. semoga kita dapat merubah masyarakat kita menjadi lebih baik lagi.