Rabu, Maret 30, 2011

Dosa Menyebarkan Aib

Aib adalah sesuatu yang harus ditutupi. Tentunya semua orang akan sepakat dengan pernyataan awal saya tersebut. Aib adalah sebuah cela. Cela bagi manusia adalah kekurangan yang harus ditutupi, bukan lantas disebarluaskan atau malah disiarkan dalam bentuk acara televisi yang menjadi tontonan orang banyak. Anehnya, si empunya aib malah setuju untuk menanyangkan cela dirinya di hadapan jutaan pemirsa televisi.

Sungguh sebuah fenomena yang sangat menyayat-nyayat kemanusiaan kita. Apa yang seharusnya tidak dilakukan malah menjadi komoditas bisnis yang menguntungkan. Apa yang tidak pantas ditayangkan berubah menjadi kepantasan yang harus dipertontonkan. Ironi sebuah masyarakat yang katanya mayoritas beragama islam. Agama yang sama sekali mencela habis-habisan pertunjukan pamer aib.

Seharusnya masyarakat paham bahwa menyebarluaskan aib adalah dosa yang sangat tercela. Al-Quran Surat An-Nur ayat 19 dengan tegas menyatakan bahwa balasan yang sangat pedih baik itu di dunia maupun di akhirat kelak teruntuk orang-orang yang suka menyebarluaskan aib di komunitas muslim khususnya dan komunitas manusia secara umum. Di dunia dengan balasan celaan manusia dan di akhirat berupa adzab pedih di neraka.

Aib-aib itu bisa berupa dugaan perzinahan, perzinahan, dan cela-cela lainnya yang jika tersebar maka akan menjadi penyakit masyarakat. Masih segar di memori kita kasus video porno Ariel dan dua orang artis yang tersebar luas sehingga menimbulkan dampak yang berkepanjangan. Beberapa kali kita membaca di koran-koran ataupun televisi berita tentang kejadian serupa yang dilakukan masyarakat hanya karena ingin meniru sang idola !

Syekh Sha'rawi dalam tafsirnya menyatakan bahwa tujuan ayat di atas sangat jelas yaitu agar aib itu tidak disebarluaskan dan menjadi contoh tidak baik bagi masyarakat. Apalagi jika aib itu berkenaan dengan aib seorang ulama, yang jika aib itu tersebar maka orang-orang akan enggan untuk mendengarkan apa yang ulama tersebut katakan. Alih-alih jika berita tentang aib itu benar, bagaimana jika ternyata itu hanya isu semata, maka hilanglah kebaikan yang banyak akibat isu tersebut.

Dengan terang benderang Rasulullah bersabda dalam sebuah hadist shoheh : barang siapa yang menutupi aib saudaranya sesama muslim di dunia, maka Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat. Namun pertanyaannya adalah apakah kita mau untuk melaksanakan sabda baginda Nabi ini ? Hanya nurani dari setiap kita yang bisa menjawab pernyataan tadi.

Jumat, Maret 11, 2011

Dari Odong-odong menuju Gumul

Odong-odong adalah salah satu alat transportasi yang paling favorit di Pare. Bahkan sampai ada ucapan yang menyatakan bahwa jika belum naik odong-odong maka belum sah menjadi pendatang di Pare. Odong-odong umumnya berupa kendaraan yang mirip kereta mini. biasanya memiliki dua sampai tiga gerbong dengan empat baris tempat duduk di setiap gerbongnya dan dua sampai tiga kursi di setiap barisnya.

Biasanya teman-teman menyarter odong-odong untuk jalan-jalan bersama menuju satu tujuan wisata. Contohnya kemaren ketika rombongan teman-teman saya menuju Gumul, maskot kota Kediri. Kurang lebih 17-an orang yang ikut serta dalam perjalanan tersebut dengan mengendarai odong-odong. Agak seru karena perjalanan dari tempat kursus ke Gumul kurang lebih 45 menit perjalanan dengan menggunakan odong-odong. Selama perjalanan kita sempatkan diri untuk mengabadikan moment tersebut dengan berfoto ria.

Naik odong-odong

Setelah sampai ke Gumul, kita langsung menuju tugu maskot kota Kediri itu. Simpang lima, kebanyakan warga sekitar memberi nama tempat tersebut yang ternyata sangat ramai dengan berbagai macam penjual makanan dan minuman. Keadaannya mirip pasar malam yang penuh sesak dengan manusia. Akhirnya setelah melewati terowongan bawah tanah, kita sampai ke tugu simpang lima.

Meskipun secara historis saya masih belum menemukan asal muasal pembangunan tugu tersebut, namun secara simbolik menurut teman saya yang kebetulan orang Kediri aseli, tugu tersebut adalah maskot kota Kediri. Maka tidak heran jika bukan hanya warga pendatang seperti kami saja yang mendatangi tempat ini, warga sekitarpun tidak segan-segan untuk sekadar berfoto ria di depan maskot kota Kediri itu.

Gaya Anak Muda Jaman Sekarang



Rabu, Maret 02, 2011

Wanita Bermata Dua

Aku sering melihat wanita
Namun baru ku temukan wanita bermata dua
Matanya indah melingkar bulat tak bercela

Ia tak hanya melirikku
Namun sempat menyapaku lirih
Suaranya datar tanpa ekspresi

Ku lihat matanya yang dua
Tak kutemukan yang kucari
Ia benar-benar wanita itu, bermata dua

Lalu ku lihat penampilannya
Ia sangat apa adanya
Begitu sederhana memandang dunia

Temanku pernah berkata,
'jika kau bertemu wanita bermata dua,
cepatlah kau tangkap dia'.

Sayangnya aku bukan seorang pemburu
Aku hanya bisa melihat wanita itu
Dengan dua matanya yang sangat indah.