Rabu, Januari 05, 2011

Totalitas Menuntut Ilmu

Embun mengiringi kepergianku ke tempat persinggahan sementara itu. Ya, tempat dimana aku mempertaruhkan impian dan harapan ini. Kadang kita harus bersabar dengan proses yang tak mau tergesa-gesa. Proses dimana manusia harus sedikit demi sedikit mempergunakan hari-harinya dengan optimal. Proses yang tak mudah tentunya.

Namun begitulah sunnatullah berjalan. Ia tidak akan pernah berubah. Siapa yang bergiat-giat maka ia akan menuai kebaikan dari tetes-tetes keringatnya itu. Burungpun harus berlelah-lelah mengepakkan sayapnya untuk sekedar menyambung kelangsungan hidupnya. Tentu manusia yang telah dikaruniai akal tidak mau kalah dengan burung tak berakal.

Kata Umar ra. sesungguhnya langit itu tidak menurunkan hujan emas. Pastilah emas itu tidak mungkin turun dari langit begitu saja, emas itu harus dicari karena sesuatu yang berharga dapat kita lihat harganya dari seberapa besar usaha untuk mendapatkannya. Semakin mudah didapatkan maka sesuatu itu akan semakin murah, pun begitu sebaliknya, semakin sulit proses untuk mendapatkannya maka sesuatu itu akan sangat mahal.

Begitupun dengan ilmu. Ia harus dicari dan dipinta, karena ilmu itu tidak akan datang sebagian darinya kepadamu sampai kamu memberikan dirimu kepadanya seutuhnya. Ilmu itu butuh totalitas. Ia didapat dengan jerih payah. Begitulah penjelasan Imam Al-Ghozali dalam Ihya'nya ketika beliau menerangkan tentang ilmu dan adab-adabnya.

3 komentar:

mutiara mengatakan...

Mabruk p.dhe...

M. Faizi mengatakan...

kemanakah arah perjalanan selanjutnya?

Azhar Amrullah Hafizh mengatakan...

@yin : allah yubarik fiki ...
@gus faizi : ke arah matahari terbenam :)