Minggu, Desember 26, 2010

Mimpi dan Harapan

Mimpi dan harapan adalah satu-satunya power yang dimiliki manusia untuk mencapai kesempurnaan dan kemuliaan dalam hidupnya. Hilangnya mimpi dan harapan berarti hilangnya eksistensi dari manusia itu sendiri. Karena manusia tanpa mimpi ibarat seonggok mayat yang masih berjalan. Karena mimpi adalah stimulus yang akan memecut manusia untuk terus berupaya menggapai kesempurnaan hidup.

Sayangnya, meraih mimpi dan harapan tak semudah membalikkan telapak tangan. Tentunya, usaha yang keras dan strategi yang tepat sangat diperlukan untuk meraihnya. Sering kita dengar peribahasa yang menyatakan bahwa raihlah mimpi setinggi mungkin, karena kalaupun luput, maka jatuhnya tidak akan sampai ke dasar. Namun perlu diperhatikan bahwa luput dari mimpi sempurna bukan berarti sebuah kegagalan, karena manusia dinilai dari usahanya, bukan hasilnya.

Akhir-akhir ini kita melihat realita yang sangat memiriskan. Ya, realita itu adalah keengganan masyarakat kita untuk berpayah-payah dalam menggapai mimpi-mimpinya. Kebanyakan masyarakat kita sekarang menginginkan segala sesuatunya berjalan secara instan. Seperti mie instan yang tidak memerlukan waktu dan tenaga banyak untuk dapat menikmatinya. Bahkan parahnya, banyak dari masyarakat kita yang tanpa malu-malu mempergunakan segala macam daya upaya meski dengan keculasan dan kecurangan.

Mimpi dan harapan bagi mereka adalah angan dan kerugian. Karena mereka menganggap mimpi dapat dibeli dengan uang. Ya, uang bagi mereka dapat membeli semuanya, termasuk mimpi. Begitu rusaknya cara fikir sebagian masyarakat kita ini sehingga kadang mereka sudah tidak percaya lagi kepada mimpi. Mungkin karena mata dan mata hati mereka sudah tertutup dengan uang atau mungkin dahulu mereka punya mimpi namun mimpi-mimpi mereka itu juga dihancurkan oleh keserakahan durjana orang lain sehingga kini waktunya mereka membalas dendam dengan cara menghancurkan mimpi-mimpi para pemimpi.

Lingkaran setan yang sedang dihadapi para pemimpi ini kadang dapat memupuskan mimpi-mimpi mulia atau dapat menjadi pecut bagi para pemimpi untuk dapat menghancurkan lingkaran setan tersebut. Namun sepertinya kemungkinan kedua sangatlah sulit untuk terjadi karena lingkaran setan penghancur mimpi itu sudah mendarah daging di tubuh sistem masyarakat kita.

Tak ada yang tahu pasti, kapankah lingkaran setan itu akan terputus. Namun yang jelas, mimpi-mimpi para pemimpi itu tidak akan pernah habis. Mati satu tumbuh seribu. Sehingga nanti semua mimpi-mimpi itu akan bersatu membentuk sebuah tatanan baru yang menempatkan mimpi-mimpi itu di tempatnya yang mulia.

5 komentar:

Anonim mengatakan...

hemm... ^_^
semoga mimpinya menjadi kenyataan, terharu saya, hikz... @_@

redhy mengatakan...

mari saling mendoakan untuk mimpi kita,,semoga menjadi kenyataan...

M. Faizi mengatakan...

Mimpi saya sangat sederhana. Saya bermimpi dapat BlackBerry dari Kompasiana. Setelah saya kirimkan tulisan, ternyata telah hanya beberapa tempo saja. Gagal lah... Tetapi, setelah saya membaca tulisan ini, saya berniat akan saya coba lagi lain waktu.

Saya juga pernah ingin iPhone, eh, ternyata jari-jemari saya terlalu besar :-)

gak jadi mimpi akhirnya..

Anonim mengatakan...

Bolehlah kita bermimpi,tpi jangan melebihi apa yang tidk kita mampu.
dan jangan cuman b'mimpi saja action itu yang lebih penting..
dan jangan berputus asa ketika mimpi itu tidak bisa kita genggam mungkin saja itu bukan yang terbaik buat kita.

Azhar Amrullah Hafizh mengatakan...

@^_^ : amien ...
@Redhy : amien ... makasih ...
@Gus Faizi : saya juga gus ... :D :p sampai sekarang malah hanya bisa mimpi doank ...
@ok : yah, action dan tidak berputus asa ... thanks :)