Sabtu, Desember 04, 2010

Arus Kehidupan

Kemanakah langkah kaki harus melangkah jika ia sudah tidak tahu lagi kemana harus melangkah. Bukankah kehidupan itu terus berjalan dengan angkuhnya, walaupun banyak manusia yang terseret ombak keangkuhannya. Kalau begitu keadaannya, bagaimana manusia bisa hidup dengan layak dan bahagia ?

Arus kehidupan begitu kuat. Ia seperti arus aliran bah yang begitu dahsyat. Siapa yang melawan pasti tenggelam. Maka jika ingin selamat, ikutilah lajunya hingga akhir aliran itu. Tapi apakah tidak ada lagi kompromi ? Bukankah air bah itu sangat berbahaya dan merugikan banyak orang ? Lalu kenapa manusia harus mengikuti arusnya yang begitu mengerikan.

Setiap orang pasti memiliki sejuta alasan untuk membenarkan perbuatannya. Ada yang berpendapat jika air bah itu dapat mengantarkannya kepada tempat yang ia inginkan, adapula yang berpendapat air bah seharusnya dihindari atau bahkan dicegah agar tidak terjadi. Boleh saja semua orang memiliki pendapatnya masing-masing dan bertindak sesuai dengan situasi dan kondisinya. Namun setiap orang pasti sepakat jika air bah itu membawa kehancuran.

Arus kehidupan itu adalah realita yang sedang terjadi disekeliling kita. Adakalanya realita itu berpihak kepada kita, begitu juga sebaliknya. Yang menjadi permasalahan adalah jika realita itu tidak memihak kepada kita. Karena realita adalah kumpulan dari kejadian-kejadian yang saling berhubungan dan tidak bisa dipisahkan, maka jika kita masuk kepada realita yang tidak berpihak, sungguh dunia ini telah menjadi neraka kecil yang sangat tidak mengenakkan.

Sungguh pahit rasanya ketika kita mendapatkan realita yang sangat sulit bagi seorang anak muda yang baru lulus kuliah. Lapangan pekerjaan yang sulit, dan kejahatan sistematik dalam perekrutan menjadi pegawai sudahlah cukup untuk menorehkan luka di hatinya yang paling dalam. Pemuda yang baru tahu realita itu sangat terkejut dengan apa yang sekarang ia hadapi. Ia seakan baru terbangun dari mimpi-mimpi idealisme yang dengan susah payah ita petik di bangku kuliah.

Semua idealisme yang ia bangun dan dapatkan ketika ia duduk di bangku kuliah tiba-tiba harus ia buang sekonyong-konyong ketika ia berhadapan dengan realita yang begitu pragmatis. Lalu bagaimana ia akan membangun jika sebelum melakukan apa-apa ia sudah dibunuh ? Apa yang bisa diharapkan dari seorang yang dengan terpaksa harus terseret arus realita yang sangat kejam itu ?

Mungkin ketika kuliah dulu, ia dengan bangganya berkata dengan lantang : Nanti aku akan membangun negeri dan menyelamatkannya dari keterpurukan. Namun sepertinya sekarang apa yang ia niatkan bulat-bulat itu hanya cukup menjadi buah tidurnya saja karena itu adalah angan kosong yang jauh dari realita. Kini realita berkata lain, yang realita katakan hanya : Buanglah jauh-jauh segala idealismemu itu, dan cepat sediakan uang untuk menjadi pegawai.

Lalu ia, sang pemuda polos yang baru lulus kuliah itu terpaksa melakukan kejahatan yang dahulu paling ia benci yaitu : Menyogok ... Dahulu ketika ia masih menjadi mahasiswa, ia adalah seorang yang kritis dan selalu menentang paraktek KKN, tapi sekarang, realita harus memaksanya untuk menyogok ... ya menyogok ... perbuatan yang dahulu ia kutuk habis-habisan ...

Ia terjatuh kepada kejahatan yang paling ia benci. Kejahatan yang akhirnya membuta tulikan mata hatinya. Dan akhirnya ia akan terserat arus bah realita yang sangat hitam itu. Ia pun sudah memiliki sejuta argumen untuk membenarkan apa yang ia lakukan.

Ini adalah potret ketidakberdayaan seorang pemuda terhadap realita jahat yang mengepungnya, di depan, belakang, kanan, kiri, atas dan bawah. Ia adalah seorang yang terpaksa. Sebenarnya di dalam lubuk hati terdalamnya, ia menangis merintih ... Namun apa daya, air bah realita begitu derasnya mengalir sehingga kini ia hanya bisa pasrah dengan realita ... Dan kehidupanpun berjalan seperti apa adanya ...

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Kata Pak Mario Teguh :
Selalu berupayalah
untuk menjadi yang terbaik
dalam yang Anda lakukan.
Jika Anda tidak dihargai di mana
...Anda mengabdi saat ini,
ijinkanlah hati Anda untuk sakit sedikit,
tapi tetaplah menjadi yang terbaik.
Jika Anda tidak dikenali dengan baik di sini,
Anda AKAN dikenali lebih baik lagi
DI TEMPAT LAIN,
jika aslinya Anda adalah pribadi yang tulus.
Dan ini bukanlah masalah kemungkinan,
tapi masalah waktu
Good luck,,, Semangattttt.... ^_^

Belly Surya Candra Orsa mengatakan...

Great Blog..!!!! Keep Blogging.... :)

Azhar Amrullah Hafizh mengatakan...

@^_^ : makasih ...
@Belly : thanks ...