Selasa, November 02, 2010

Dilarang Merokok !!!

Sangat susah untuk merubah kebiasaan masyarakat yang sudah berjalan berpuluh-puluh tahun. Salah satunya adalah kebiasaan masyarakat kita yang suka merokok sembarangan. Saya sama sekali tidak mau mempermasalahkan apakah rokok itu boleh atau tidak, karena hemat saya setiap dari kita sudah tahu apa untung-ruginya merokok.

Merokok seperti pekerjaan manusia yang lain tentunya harus memiki aturan-aturan, salah satunya adalah tidak mengganggu orang lain. Betapa banyak kita lihat disekitar kita orang-orang yang merokok di tempat umum, di kendaraan umum, bahkan di ruang yang ber-ac pun ada yang tega untuk merokok. Hal ini tentunya sangat mengganggu orang-orang yang tidak merokok, termasuk saya pribadi.

Padahal jika mau jujur, perokok pasif sangat lebih berbahaya daripada perokok aktif. Namun herannya, jika kita hendak menegur orang-orang yang merokok sembarangan itu, bukannya permintaan maaf yang kita dapatkan, beruntung kalau si perokok hanya mengumpat atau mencaci, bahkan mungkin sampe adu otot. Memang penulis tidak bisa mengeneralisir semua perokok seperti itu, meskipun oknum-oknum perokok sembarangan bisa kita dapatkan dimana-mana.

Herannya, meski pemerintah sudah mengeluarkan undang-undang kawasan tanpa rokok, masyarakat seperti acuh tak acuh dan tetap merokok di tempat-tempat umum. Jika pemerintah sebagai pemegang otoritas kekuasaan saja sudah diacuhkan, maka bagaimana dengan masyarakat biasa ? Tentunya akan sangat sulit menegur dan mengubah kebiasaan masyarakat itu.

Maka hemat penulis, diperlukan cara yang tepat untuk dapat merubah kebiasaan merokok sembarangan itu. Karena tidaklah cukup dengan sebuah undang-undang tanpa ada sanksi yang jelas dalam hal ini. Karena kebanyakan masyarakat kita adalah masyarakat yang berpendidikan rendah. Pola fikir masyarakat kita yang kebanyakan berpendidikan rendah itu tentunya akan mudah diarahakan dengan adanya sanksi yang tegas dari pemerintah, contohnya saja sanksi finansial yang contohnya dapat kita lihat di singapura yang memberikan sanksi finansial bagi pembuang sampah sembarangan.

Sanksi finansial nyatanya akan sangat ampuh untuk menjalankan sebuah undang-undang yang kebanyakan akan dilaksanakan oleh masyakarat kita yang mayoritas berpendidikan rendah itu. Seperti apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta tentang sanksi bagi perokok sembarangan yang tertuang  dalam Peraturan Daerah No.2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, maka sebaiknya Pemerintah Daerah yang lain bersegera untuk mengeluarkan PP yang sama.

5 komentar:

Anonim mengatakan...

Sebenarnya hukum di negara kita itu sudah baik cuman faktor penghalangnya adalah budaya dan manusia,contohnya budaya:orang yang lebih muda merasa sungkan ketika mau menegur org yang lebih tua,karena kita harus menghormati orang tua.
Manusia contohnya yaitu kesadaran masyarakat yang sangat minim sekali.
kalau untuk masalah dampak negatif terhadap kesehatan itu tergantung kekebalan setiap manusia.ada orang yang sudah merokok bertahun2 tapi setelah diperiksa hasilnya baik2 saja.

Azhar Amrullah Hafizh mengatakan...

kesadaran masing2 individu juga kurang koq ... klo kita liat di tempat2 dan kendaraan2 umum masih buanyak orang yang merokok dengan seenae dewe :D

agus mengatakan...

waww gimna dng dng qw yg merokok? masak ke rumah anda nanti anda usir haha

Azhar Amrullah Hafizh mengatakan...

ha ha ha ... ya gpp :D klo di rumah kan bukan tempat umum ... :d agak privasi dikit :D :p kapan anda ke madura ? segera ...

Anonim mengatakan...

Gpp merokok disembarang tempat asalkan rokok herbal..
sekarang kan tidak semua rokok mengandung penyakit tapi ada juga yang menyembuhkan penyakit.
klo seumpanya gk ada rokok,indonesia kapan bisa melunasi hutang2nya??kan sumber pendapatan terbesar adalah rokok.dan banyak beasiswa yang dari perusahaan rokok.jangan hanya melihat dampak negatifnya sja.