Kamis, Oktober 28, 2010

refleksi bencana

Tuhan mungkin bukan hanya bosan
Tapi sudah muak dengan tingkah kita semua
Tak mungkin musibah itu datang begitu saja

Alam sebenarnya sangat sayang dengan manusia
Tapi manusia tak sayang dengan alam
Akhirnya alampun marah meluap-luap

Apakah kita tak sadar jika alam sudah ditundukkan ?
Lalu kenapa tiba-tiba alam marah ?
Bukankah akibat itu karena sebab ?

Apakah manusia sudah merasa aman dari azab Tuhannya
Sedangkan ia sedang berlumuran dosa durjana
Maka beristighfarlah kita semua

Semoga Allah selalu menjaga kita
Dari azab yang datang tiba-tiba
Di waktu pagi, siang, petang dan malam

Jumat, Oktober 08, 2010

Kontemplasi

Akupun terdiam terhenyak tak bisa berkata apa-apa
Udara seakan ingin menterjemahkan segala pilu di dada
Akupun berlirih, biarlah aku pergi ke tempat persembunyian

Di sebuah gubuk tua hampir roboh
Akupun menangis sejadi-jadinya
Mengingat semua yang tak bisa terulang kembali

Benarlah jika kerugian itu
Milik mereka yang tak mengerti arti kesempatan
Lalu ketika semua sudah berlalu

Hanya sesal dan asa tak menentu
Tapi inilah hidup dan realita
Penuh duri, luka dan tawa

Tub Romli, 08 Oktober 2010

Sabtu, Oktober 02, 2010

Hilangkah aku ?

Apakah hilang juga bagian dari eksistensi ?
Ataukah ia adalah dimensi lain dari alam
Lalu kenapa aku merasa hilang padahal aku masih eksis ?
Juga kenapa aku merasa tiada padahal aku masih bernyawa ?

Akupun sudah berfikir untuk mempertegas keberadaanku
Namun sayangnya aku masih merasa hilang dan tiada
Katanya aku ada karena aku berfikir
Sepertinya itu sekarang tidak berlaku lagi

Kataku berfikir saja tidak cukup
Berfikir saja hanya akan menambah uban di kepala
Fikirpun tentu perlu dzikir sebagai penyeimbang
Karena berfikir tanpa dzikir ibarat jasad tanpa ruh

Berfikir itu ibarat berjalan di tengah padang pasir
Ketika manusia sudah putus asa dengan ujung padang pasir itu
Dzikirlah yang menjadi penolong
Ia ibarat oase di tengah padang pasir tanpa ujung

Lalu ketika fikir dan dzikir bersatu
Sedikit demi sedikit aku mulai menemukan eksistensi diri yang telah hilang
Perlahan tapi pasti ia membentuh sebuah kata yang semakin lama semakin terang
Kulihat disana tertera : Kamu adalah khalifah Allah di muka bumi ini ...