Selasa, Agustus 31, 2010

Cinta Dunia

Menjadi seorang yang bebas dari kungkungan segala macam perangkap dunia begitu susah. Karena hampir diseluruh lini kehidupan, manusia modern tidak bisa lepas dari tuntutan-tuntunan keduniaan. Apa yang disebutkan sebagai Wahn ini sudah menjadi penyakit akut yang sangat berbahaya. Bentuk-bentuk cinta dunia ini bisa berupa cinta materi (materialistik) sehingga ia akan lupa pada kematian sampai pada tahap seakan-akan manusia ini hidup selamanya di dunia ini.

Penyakit ini sangat berbahaya karena dapat melemahkan umat, karena sebuah umat yang sudah terjangkit penyakit ini, maka kehidupannya terasa sempit karena yang ia fikirkan adalah apa yang ia terima. Semua pekerjaan yang ia lakukan, ia lakukan dengan pamrih dan dengan mengharap imbalan materi. Maka, apa yang ia hasilkan adalah apa yang ia harapkan itu. Ia hanya akan menghasilkan produk-produk wah tanpa ber-ruh. Produk-produk yang hanya mengutamakan sampul dan penampilan, bukan esensi dan substansi. Maka jadilah umat itu, umat yang berpenampilan raja tapi bermental budak. Umat semacam ini akan mudah dikendalikan dan diatur, cukup dengan menguasai apa yang ia harapkan (materi) maka umat ini akan menjadi budak.

Dunia modern yang sudah dikuasai oleh kapitalisme ini telah menarik manusia dari jalur kefitrahannya menuju apa yang kita sebut sebagai money oriented atau orientasi keuangan. Manusia yang diciptakan untuk menjadi khalifah dengan keikhlasan sebagai modal utamanya kini sudah sangat jarang kita temukan. Semuanya akan berujung kepada materi, materi dan materi. Sungguh sebuah fenomena yang begitu mengiris hati dan menyesakkan dada sebagai seorang muslim yang telah diwanti-wanti oleh Rasulullah saw. untuk menjauhi penyakit ini.

Bukan berarti seorang muslim tidak boleh untuk mengambil hak dunianya lalu ia menjadi seorang yang terisolasi dari dunia, bukan seperti itu, namun ajaran untuk menjauhi cinta dunia itu lebih kepada apa yang di dalam hati manusia itu sendiri. Karena manusia itu akan bekerja sesuai dengan apa yang ia yakini, maka pekerjaan hati begitu penting sehingga Rasulullah saw. bersabda bahwa setiap pekerjaan itu tergantung kepada niatannya. Jika niatannya ikhlash karena Allah, maka ia akan mendapatkan apa yang tidak ia prediksikan, namun jika niatannya adalah karena keduniaan, maka ia akan mendapatkan apa yang ia niatkan itu saja.

Islam itu adalah ajaran yang mengutamakan keseimbangan dalam segala lini, begitu juga dalam masalah dunia dan akhirat, karena kesuksesan akhirat dapat diraih ketika manusia sukses menjalankan ajaran agama di dunia ini. Maka dunia dan akhirat ibarat dua mata koin yang tidak dapat dipisahkan. Tanpa kehidupan dunia, manusia tidak bisa mencapai akhirat karena ia adalah sebuah ketidakberadaan. Begitupun sebaliknya, dunia tanpa akhirat ibarat jasad tanpa ruh, ia akan kehilangan arah tujuan bahkan tidak lebih baik dari binatang. Maka islam mengajarkan manusia untuk menjadi manusia yang orientasinya adalah akhirat namun ia tidak melupakan bagian rezekinya di dunia.

Manusia yang seperti itu akan terbebas dari kungkungan keduniaan karena ia akan menjadikan dunia sebagai alat dan jalan menuju akhirat, bukan tujuan dan akhir dari perjalanannya. Ia tahu bahwa keberadaannya di dunia ini hanya sementara saja, ia akan mati dan nanti semua pekerjaannya akan diperhitungkan di akhirat. Maka, ia sama sekali tidak akan terperangkap oleh dunia. Ia akan selalu bersabar dan bersyukur. Jika dunia datang kepadanya dengan melimpah ruah maka ia akan bersyukur dengan mempergunakan kenikmatan itu untuk kebaikan dan memberikan bagian orang-orang miskin yang ada di dalam hartanya itu. Begitupun jika dunia datang kepadanya dengan susah dan malu-malu, maka ia akan bersabar dengan semua ketentuan Allah sembari tidak berputus asa akan rezeki dan rahmat dariNya.

Maka disinilah kekuatan umat akan muncul dengan gagahnya. Ketika semua elemen umat sudah terbebas dari penyakit wahn tersebut, maka setiap individu akan memikirkan apa yang ia berikan, bukan apa yang ia terima. Karena orang-orang yang sudah terbebas dari wahn ini akan mengerjakan setiap pekerjaannya secara maksimal dan tanpa pamrih. Yang ia harapkan hanyalah keridhaan Allah semata, sehingga seluruh daya upaya yang terpendam di dalam dirinya akan keluar begitu saja. Ia akan do the best and give the best, bekerja yang terbaik dan memberikan yang terbaik. Lalu ia akan menjadi motor pembaharuan bagi komunitas disekitarnya, karena ia ikhlash karena Allah swt.

Selasa, Agustus 24, 2010

Tafakkur

Allah, aku tidak tahu siapa aku ini
Aku seperti hilang di semak-semak tak bertepi
Hidupku ini seperti tanpa arti

Lalu apa bedanya aku dengan binatang ?
Yang hanya mengikuti birahinya saja
Makan minum lalu bersenggama

Padahal manusia tak serendah itu
Manusia bukan binatang biasa
Ia adalah makhluk spesial

Ia diciptakan tidak untuk kesia-siaan
Ia ada sebagai khalifah
Pembawa keselamatan alam jagat raya


Puja dan pujiku bagi Dia sang pencipta manusia
Lalu membekalinya dengan akal daya upaya
Agar di dunia ini tidak sengsara

Bahkan nanti di syurga
Dengan kenikmatan tiada tara
Bagi manusia pilihan penghuni syurga

Lalu aku bertafakur disini
Di pojok kamar sendiri
Tuk mencari ketenangan hati

Sabtu, Agustus 21, 2010

Puasa dan Amarah

Rasa lapar dan haus seringkali mengakibatkan tensi darah kita cepat naik. Tersinggung sedikit saja sudah bisa membuat amarah berkobar-kobar, apalagi sampai adu mulut secara konfrontatif, tentunya ubun-ubun akan terasa pusing dan mata akan gelap.

Sejatinya puasa itu adalah ajang untuk menempa nafsu kita agar menjadi lebih baik. Puasa merupakan salah satu cara agar liarnya nafsu dapat dikendalikan, minimal dengan mengatakan kepada diri sendiri, saya puasa .. saya puasa. Nah, hal ini yang biasanya kita kenal dengan istilah pengendalian diri, akan memberikan dampak sangat positif kepada kita, baik itu untuk individu ataupun sosial.

Menahan amarah sangat bermanfaat bagi pribadi kita, karena betapa banyak manusia yang akhirnya terjerembab kepada dosa besar, baik itu karena membunuh atau hal lainnya, karena ia tidak dapat menahan amarahnya. Bahkan kadang dosa-dosa besar itu hanya disebabkan oleh hal-hal remeh yang kalau difikirkan dengan jernih dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Menahan marah juga bermanfaat bagi sosial kita, karena dengan dibudayakannya sifat maaf dan menahan amarah, maka sikap main hakim sendiri ataupun gegabah dalam memberikan kesimpulan akan dapat dihindarkan. Masyarakat yang sudah terbiasa dengan sikap marah yang berlebihkan karena sesuatu yang belum jelas duduk perkaranya akan menjadikan masyarakat itu beringas dan tidak taat hukum. Bahkan dalam beberapa kesempatan, akan sangat merugikan bagi masyarakat itu sendiri secara khusus dan entitas lain yang lebih besar seperti agama, bangsa dan negara.

Menahan amarah dan suka memaafkan bukan berarti kita membiarkan saja hak-hak kita didzalimi begitu saja. Bukan seperti itu, namun sikap menahan marah dan memaafkan itu lebih kepada bagaimana setiap individu mampu menahan dirinya untuk tidak berbuat suatu hal yang gegabah. Adapun hak-hak yang didzalimi, tentunya ada mekanisme yang harus dijalani untuk menuntutnya. Bisa dengan melaporkan kepada yang berwajib, atau kepada pihak-pihak yang dapat menyelesaikan masalah itu dengan baik dan benar.

Tentunya puasa merupakan momen yang tepat untuk melatih diri kita semua untuk membudayakan menahan amarah itu. Puasa itu ibarat benteng yang dapat membentengi manusia dari hal-hal negatif baik itu yang berasal dari dalam dirinya berupa nafsu ataupun yang berasal dari luar berupa godaan syaitan. Benteng itu akan sangat kuat jika yang menjaga juga kuat, apalagi jika bentengnya sudah kuat, sedikit saja pertahan maka akan menambah kekuatan beteng tersebut. Begitu juga dengan puasa, ia adalah benteng yang sangat kuat, dan akan lebih kuat lagi jika kita menjaganya dengan menahan diri kita dari segala macam nafsu, baik itu nafsu perut, nafsu kelamin, nafsu marah dan nafsu-nafsu yang lain.

Tapi benteng yang kuat tanpa penjagaan yang kuat akan membuat benteng itu lemah. Hal ini yang menyebabkan, kenapa orang-orang yang berpuasanya masih saja ada yang berbuat kejahatan dan dosa. Bukankah faktor negatif dari luar yang berupa syaitan sudah dibelenggu ? Namun jangan dilupakan bahwa ada faktor negatif lainnya yang masih aktif yaitu yang berapa di dalam diri manusia. Nafsu ini akan senantiasa membisikkan kejahatan dan dosa ke hati manusia. Baik itu dalam bentuk fikiran, perkataan sampai pada perbuatan.

Nah, jika penjagaan terhadap benteng puasa itu lemah, maka sedikit demi sedikit, nafsu akan menguasai manusia. Ia akan menyeret kita kepada lubang dosa perlahan-lahan. Bahkan tanpa kita sadari, kita telah masuk kepada jurang dosa. Maka, tentunya orang-orang yang mampu melakukan penjagaan yang baik kepada benteng puasa itu yang akan dapat menjadi pemenang nanti diakhir bulan. Dzikir tentunya merupakan penjagaan minimal yang bisa kita lakukan. Apalagi ditambah dengan kebaikan-kebaikan lainnya yang telah dilipat gandakan pahalanya di bulan yang penuh barakah ini.

Jumat, Agustus 20, 2010

Ramadhan Bulan Al-Quran



Para salaf mengetahui hubungan antara bulan Ramadhan dan Al-Quran, sehingga perhatian mereka sangat besar kepada Al-Quran di bulan itu. Imam Malik tidak memberikan fatwa dan mengajar pada bulan Ramadhan dan beliau berkata bahwa Ramadhan adalah bulan Al-Quran. Imam Syafi'ie setiap bulannya menghatamkan Al-Quran sebanyak 30 kali dan sebanyak 60 kali pada bulan Ramadhan. Imam Ahmad menutup kitab-kitabnya dan mengatakan bahwa Ramadhan adalah bulan Al-Quran.

Selasa, Agustus 17, 2010

Merdeka Atau Mati

Alhamdulillah sudah 65 tahun bangsa ini menghirup kemerdekaannya. Kemerdekaan yang didapatkan dengan perjuangan dan tetesan darah leluhur kita. Kemerdekaan setelah lebih dari tiga setengah abad menjadi bangsa jajahan yang lemah. Namun akhirnya pada 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia mampu untuk memproklamirkan dirinya sebagai bangsa yang merdeka.

Sebuah anugerah juga hasil dari daya upaya leluhur kita sehingga pada waktu itu bangsa Indonesia dapat sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya di muka bumi ini.


Sungguh kemerdekaan bangsa ini betul-betul diperoleh dengan kerja keras dan pengorbanan tiada tara dana seluruh anak bangsa ini. Sehingga walapun pada 10 November 1945 pasukan Inggris dan sekutu ingin kembali menjajah Indonesia, namun usaha mereka akhirnya sia-sia karena darah-darah anak bangsa ini tidak mau kemerdekaan yang baru saja diperoleh direbut begitu saja oleh penjajah baru.

Bung Tomo yang pada waktu itu menjadi pemimpin pasukan Indonesia di Surabaya berpidato dengan sangat lantang dan menggebu-gebu. Sehingga kata-kata beliau 'merdeka atau Mati' selalu terngiang ngiang di hati para pejuang untuk mempertahankan kemerdekaan dari invasi Inggris dan sekutu pada waktu itu. Tidak lupa deretan takbir bertalu talu dalam pidato Bung Tomo menggetarkan dada-dada anak bangsa baik dulu dan sekarang, sehingga perjuangan untuk mempertahankan kemerdakaan itu begitu terasa 'indah' dan 'membanggakan' ...

Merdeka atau Mati, Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar ...

Minggu, Agustus 15, 2010

Puasa dan Ibadah Sosial

Bismillahirrahmanirrahim

Puasa dan Ibadah Sosial

Assalamualaikum Wr. Wb.

الحمد لله ثم الحمد لله، الحمد لله حمداً يوافي نعمه ويكافئ مزيده، يا ربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك ولعظيم سلطانك. سبحانك اللهم لا أحصي ثناء عليك أنت كما أثنيت على نفسك. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله وصفيه وخليله. خير نبي أرسله. أرسله الله إلى العالم كلِّهِ بشيراً ونذيراً. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد صلاةً وسلاماً دائمين متلازمين إلى يوم الدين. أما بعد

Kasih sayang diantara muslim merupakan ajaran yang selalu kita temukan di dalam ajaran agama kita, seruan untuk bersatu dan bersepenanggungan serta ajakan untuk meninggalkan benih-benih permusuhan dan percekcokan. Allah berfirman :

هو الذي أيدك بنصره وبالمؤمنين وألف بين قلوبهم

Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukmin, dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman).

Islam adalah ajaran yang selalu menyeru pengikutnya untuk senantiasa memiliki rasa yang satu, yaitu rasa sebagai seorang muslim yang mana Rasulullah saw. menggambarkannya sebagai sebuah tubuh, jika salah satu anggotanya sakit maka seluruh badan akan sakit pula, Rasulullah saw. bersabda :

مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم مثل الجسد إذا اشتكى شيئا تداعى له سائر الجسد بالسهر والحمى

Perumpamaan orang-orang mu’min di dalam kasih sayang mereka seperti badan yang jika salah satu bagiannya merasa sakit, maka anggota badan yang lain akan sulit tidur dan panas.

Dalam sabdanya yang lain Rasulullah saw. bersabda :

المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضا

Seorang mu’min bagi mu’min yang lainnya itu ibarat bangunan yang saling menyokong satu sama lainnya.

Disini kita bisa melihat bagaimana islam sangat memperhatikan solidaritas antara sesama. Solidaritas yang berdasarkan kepada satu keyakinan yang sama, sehingga dalam suatu hadist di sebutkan bahwa seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya.

المسلم أخو المسلم لا يظلمه و لا يسلمه و من كان في حاجة أخيه كان الله في حاجته و من فرج عن مسلم كربة فرج الله عنه بها كربة من كرب يوم القيامة و من ستر مسلما ستره الله يوم القيامة

Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim lainnya, ia tidak akan mendzalimi dan menjerumuskannya kepada kejelekan, dan barang siapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membantu kebutuhannya, dan barang siapa yang membebaskan seorang muslim dari kesusahan maka Allah akan membebaskannya dari kesusahan pada hari kiamat, barang siapa yang menutup aib seorang muslim maka Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat.

Seorang muslim adalah saudara yang lebih dari saudara kandung, karena saudara kandung hanya dalam ikatan keduniaan saja, sedangkan saudara seiman adalah ikatan akhirat yang dapat membawa manusia ke syurga.

Jamaah shalat tarawih yang dimuliakan Allah …

Puasa di bulan Ramadhan bukan hanya merupakan ibadah individual, ia juga adalah ibadah sosial. Rasa lapar yang kita rasakan merupakan salah satu bukti bahwa puasa mengajarkan kita untuk merasakan apa yang orang-orang lain rasakan. Dari situ akan timbul rasa solidaritas sosial. Karena hal yang paling berkesan adalah jika kita dapat merasakan penderitaan yang orang lain rasakan, maka hal itu akan menyentuh aspek terdalam dalam diri manusia yaitu rasa senasib dan sepenanggungan.

Kita yang hanya merasakan lapar selama 17 jam akan tergugah dengan penderitaan orang lain yang mungkin sudah merasakan lapar lebih dari 17 jam. Maka puasa akan memberikan perubahan positif kepada mentalitas kita untuk membantu sesama. Dalam sebuah hadist rasulullah saw. menyebutkan tentang paling utamanya pekerjaan, sabda beliau :

أفضل الأعمال أن تدخل على أخيك المؤمن سرورا أو تقضي عنه دينا أو تطعمه خبزا

Pekerjaan yang paling utama adalah jika engkau membahagiakan seorang mu’min atau menunaikan hutangnya atau memberinya makan.
Sabda beliau juga :

أحب الناس إلى الله أنفعهم و أحب الأعمال إلى الله عز و جل سرور تدخله على مسلم أو تكشف عنه كربة أو تقضي عنه دينا أو تطرد عنه جوعا و لأن أمشي مع أخي المسلم في حاجة أحب إلي من أن أعتكف في المسجد شهرا

Manusia yang paling saya cintai adalah orang yang paling bermanfaat dan pekerjaan yang paling Allah cintai adalah rasa senang yang kau berikan kepada seorang muslim atau membantu kesusahannya atau menunaikan hutangnya atau memberinya makan, dan berjalan bersama saudaraku untuk suatu hajat lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid selama satu bulan.

Memberikan makan dan mengumpulkan orang-orang untuk makan merupakan salah satu pekerjaan yang paling utama, walaupun orang-orang yang dikumpulkan itu bukan orang fakir miskin, meski tentunya akan lebih baik jika mereka adalah orang-orang yang lebih membutuhkan dan sedang berpuasa.

Karena pahala yang akan didapatkan orang-orang yang memberi makan orang puasa adalah sama dengan pahala orang yang puasa tersebut tanpa dikuranginya pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun. Rasulullah saw. bersabda :

من فطر صائما كان له مثل أجره ـ غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيئا

Barang siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa dikurangi pahalanya sama sekali.

Lebih dari itu, malaikat akan bersholawat kepadanya dan malaikat Jibril akan menjabat tangannya. Rasulullah saw. Bersabda :

من فطر صائما في شهر رمضان من كسب حلال صلت عليه الملائكة ليالي رمضان كلها، وصافحه جبريل ليلة القدر، ومن صافحه جبريل عليه السلام يرق قلبه وتكثر دموعه

Barang siapa yang memberi makan orang berpuasa pada bulan Ramadhan dari hartanya yang halal, maka malaikat akan bersholawat kepadanya di setiap malam-malam Ramadhan, dan Jibril akan menjabat tangannya di malam lailaul qadr, dan barang siapa yang berjabat tangan dengan Jibril, maka hatinya akan lembut dan air matanya akan banyak.

Betapa besarnya penghormatan Jibril kepada orang-orang yang memberikan makan kepada orang berpuasa. Adapun maksud dari berjabat tangan dengan jibril pada malam lailatul qadr adalah isyarat bahwa orang tersebut akan memenangkan pahala malam 1000 bulan itu.

Juga orang-orang yang memberi makan orang berpuasa akan dibalas dengan jenis makanan yang ia berikan. Rasulullah bersabda :

أيما مؤمن سقى مؤمنا شربة على ظمأ، سقاه الله يوم القيامة من الرحيق المختوم. وأيما مؤمن أطعم مؤمنا على جوع، أطعمه الله من ثمار الجنة

Sesiapa mu’min yang memberi minum mu’min lainnya yang sedang haus, Allah akan memberinya minuman di hari kiamat dan Rahiq Al-Makhtum. Dan sesiapa mu’min yang memberikan makanan kepada mu’min lainnya yang sedang lapar, Allah akan memberinya makan dari buah-buahan syurga.

Sesedikit apapun makanan itu, allah akan membalasnya dengan yang lebih baik. Rasulullah saw. Bersabda :

من فطر فيه صائماً كان مغفرة لذنوبه وعتق رقبته من النار، وكان له مثل أجره من غير أن ينقص من أجره شيء "، قالوا: يا رسول الله ، ليس كلنا يجد ما يفطر به الصائم، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " يعطي الله هذا الثواب لمن فطر صائماً، على مذقة لبن، أو تمرة، أو شربة ماء، ومن سقى صائماً سقاه الله من حوضي شربة لا يظمأ بعدها، حتى يدخل الجنة

Barang siapa yang memberi makanan orang berpuasa, maka itu adalah ampunan bagi dosa dan pembebasannya dari api neraka, dan ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa tanpa dikuranginya pahala orang yang berpuasa itu sama sekali, mereka (sahabat) berkata : Wahai Rasulullah, tidak semua kami dapat memberi makan orang berpuasa, Rasulullah saw. Menjawab : Allah akan memberikan pahala kepada siapa yang memberi makan orang berpuasa, pada cicipan susu, atau kurma, atau tegukan air, dan barang siapa yang memberi minum orang berpuasa, Allah akan memberinya minum dari Haudh (sungai)-ku dengan minuman yang ia tidak akan haus setelah meminumnya sampai ia masuk syurga.

Memberi makan orang berpuasa juga merupakan akhlak orang-orang sholeh. Junjungan kita nabi Muhammad saw. Merupakan teladan yang patut kita contoh dalam hal ini. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس، وكان أجود ما يكون في رمضان

Rasulullah saw. Adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi ketika bulan Ramadhan.

Jamaah shalat taraweh yang dimuliakan Allah …

Suatu ketika seorang salaf ditanya : Kenapa puasa disyariatkan ? Ia menjawab : Agar orang-orang kaya merasakan rasa lapar sehingga ia tidak lupa dengan orang-orang yang lapar.

Maka marilah bersama-sama kita pergunakan bulan yang penuh rahmat ini, untuk kembali menabur benih-benih kebaikan kepada sesama. Marilah kita pergunakan barokah di bulan ini untuk meningkatkan amalan ibadah kita, baik itu Ibadah vertikal (hablun minallah ) dan ibadah horizontal (hablun minan-nas) sehingga nanti kita dapat keluar dari bulan ini dengan kemenangan besar yaitu terbebas dari api neraka dan terlahir kembali seperti bayi.

هدانا الله و إياكم

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Rabu, Agustus 04, 2010

Realitas Terbalik

Tertawa membuat kita bisa melupakan semua keluh kesah yang sedang menghimpit dada. Tertawa juga akan meringankan beban fikiran kita yang semakin menumpuk dan menyesakkan dada. Ada kalanya manusia harus tertawa ketika ia sedang bersedih. Bukan karena ia tidak menghayati kesedihannya, namun adakalanya tawa itu akan sedikit mengobati kekesalannya kepada dirinya sendiri.

Inilah realita kehidupan yang harus kita hadapi. Barang siapa yang menanam dia pasti akan menuai. Tak ada sesuatupun yang terjadi kebetulan di alam ini. Setiap kejadian pasti tidak akan pernah keluar dari hukum sebab akibat. Tidak ada asap tanpa api, semuanya berputar menjadi harmoni yang begitu indah.

Walaupun sebagian dari kita ada yang tidak mengerti arti simfoni kehidupan itu. Sehingga ia merasa bahwa kehidupan ini begitu tidak adil. Kenapa harus ada kaya miskin, bahagia sengsara bahkan mukmin kafir ? Itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang tidak realitis, karena kehidupan adalah kumpulan realita yang saling bertolak belakang. Siang malam, matahari bulan, hidup mati, bahagia sengsara, semua itu adalah realita kehidupan yang harus kita sadari.

Kumpulan realita itu adalah realita yang hakiki, ia ada selama manusia itu ada di muka bumi ini. Maka sangat konyol jika kita hanya ingin menerima salah satu dari realita itu, kehidupan itu bukan hanya satu macam realita, ia adalah realita yang selalu bertolak belakang. Maka, dalam setiap bagian realita itu manusia harus siap dan sadar. Siap dengan kemungkinan-kemungkinan yang lain, dan sadar bahwa realita itu adalah sebuah realita yang lain dari realita hakiki.

Namun yang harus di garis bawahi adalah bahwa apapun realita yang sedang kita alami, hendaklah kita senantiasa berbaik sangka kepada Pembuat realita. Karena Allah-lah yang paling tahu apa realita yang terbaik buat kita. Manusia hanya bisa berusaha Tuhan yang menentukan. Man proposes God disproses. Toh tak ada salahnya ketika kita sedang ditimpa realita yang tidak kita harapkan, kita tersenyum.

Karena inilah realita terbaik untuk kita menurut Allah berdasarkan hukum sebab akibat. Allah pastinya selalu menginginkan kebaikan kepada hamba-hambanya, maka dari itu Ia memberikan pilihan, ia lalu tunjukkan mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Hal ini nantinya yang akan menuntun kita kepada realita ideal, yaitu realitas yang sesuai dengan tuntunan dan pengetahuan Allah.

Realita ideal inilah yang akhirnya harus menjadi tolak ukur setiap manusia. Bahwa apapun realitas yang menimpa, baik ataupun buruk maka hanya dua pilihan yang mungkin dilakukan yaitu bersabar dan beryukur ... tidak ada yang ketiga.