Selasa, Juli 13, 2010

Ujian

Saya tidak pernah habis fikir, bagaimana satu lembar sampai dua lembar jawaban di atas kertas folio di waktu yang terbatas 2-3 jam dapat menentukan masa depan seseorang selama setahun ? Atau bahkan dua sampai tiga tahun ?

Saya baru merasakan bahwa sepertinya ada kedzaliman di dalam sistem ujian. Ujian yang dianggap sebagai tolak ukur keberhasilan seseorang. Sejatinya, cara untuk menentukan apakah pembelajaran itu berhasil atau tidak, sama sekali tidak berkaitan dengan ujian. Pemahaman para murid kepada apa yang disampaikan guru atau apa yang ia baca tidak bisa hanya ditentukan dengan ujian yang dilakukan beberapa kali saja.

Karena hemat penulis, berhasil atau tidaknya murid dalam menyerap pelajaran adalah ketika ia bisa dengan mahir mengaplikasikan apa yang ia pelajari menjadi sebuah 'ilmu yang diaplikasikan' bukan semata-mata hanya bisa menjawab beberapa pertanyaan di sebuah kertas folio tanpa tahu setelah itu, apakah ilmu yang ia dapatkan bisa bermanfaat bagi dirinya pada khususnya dan orang lain pada umumnya?

Lalu bagaimana caranya untuk mengetahui seseorang telah lulus dan telah menguasai apa yang telah ia pelajari? Mudah saja, dengan menggunakan sistem aplikatif. Bisa dengan paper, atau dengan langsung mengaplikan apa yang ia pelajari. Yang pasti, sistem ujian yang 100 % menggunakan ujian sebagai tolak ukur untuk menentukan keberhasilan seseorang sangatlah tidak adil dan perlu difikirkan ulang.

Karena sejatinya, keberhasilan proses belajar dan mengajar adalah proses sejak awal sampai akhir seseorang dalam mengarungi 'pendidikan' yang ia lakukan. Jadi, seharusnya yang dapat menentukan berhasil ataupun tidaknya seseorang harus dilihat dari proses awal sampai akhir ia belajar, sehingga keberhasilan yang ia peroleh bukan hanya ketika ia mendapatkan ijazah dan nilai-nilai yang tinggi, namun lebih dari itu, ia memiliki kemampuan dan keterampilan yang ia kuasai sehingga ia dapat menggunakan keterampilannya tersebut sebagai bekal kehidupannya dan masa depannya.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

hu'umm,, bener tuh,, waktu SD saya juga gak habis pikir,,kenapa sekolah 6 tahun hanya ditentukan lulus dengan 3 hari,, dan tiga pelajaran aja ^_^