Jumat, Juli 02, 2010

Do'a dan Penghambaan

بسم الله الرحمن الرحيم
Do'a dan Penghambaan

الحمد لله ثم الحمد لله، الحمد لله حمداً يوافي نعمه ويكافئ مزيده، ياربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك ولعظيم سلطانك، سبحانك اللهم لا أحصي ثناءً عليك أنت كما أثنيت على نفسك، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لاشريك له، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمداً عبده ورسوله، وصفيه وخليله، خير نبيٍ أرسله، أرسله الله إلى العالم كله بشيراً ونذيراً، اللهم صلِّ وسلم وبارك على سيدنا محمد، وعلى آل سيدنا محمد؛ صلاة وسلاماً دائمين متلازمين إلى يوم الدين، وأوصيكم أيها المسلمون ونفسي المذنبة بتقوى الله تعالى.
أما بعد:
Hadirin Jamaah Sholat Jum'at yang dimuliakan Allah

Jika kita melihat perkembangan dunia saat ini, maka kita akan melihat bagaimana Negara-negara maju semakin berlomba-lomba untuk membuat senjata-senjata pemusnah massal. Senjata yang dapat digunakan untuk membunuh jutaan jiwa dengan sekejap mata. Semakin canggih senjata yang dimiliki, maka Negara itu semakin ditakuti dan menjadi Negara super power.

Namun, kita sebagai orang muslim memiliki senjata yang lebih dari itu semua. Senjata yang dapat memusnahkan bangsa secara keselurusan sekejap mata. Senjata yang membuat dua kekuatan besar di zamannya bertekuk lutut dihadapan kaum muslimin yaitu kekuatan romawi dan persia. Ya, senjata itu adalah do'a. الدعاء سلاح المؤمن Begitulah sabda Rasulullah saw. Doa itu adalah senjata orang mu'min.

Kita lihat bagaimana para rasul dan nabi menggunakan do'a sebagai senjata yang paling ampuh. Nabi Nuh contohnya, do'a beliau akhirnya dapat menenggelamkan kaumnya yang selama 950 tahun tidak mau beriman kepadanya, Nabi Nuh berdo'a :
رب لا تذر على الأرض من الكافرين ديارا (نوح : 26)
Nuh berkata: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. (QS Nuh/26).

Sehingga tidak ada satupun orang-orang kafir yang selamat dari banjir besar di masa itu. Begitu dahsyatnya kekuatan do'a sehingga ia disamakan dengan ibadah, bahkan otak dari ibadah. Rasulullah saw. bersabda bahwa do'a adalah ibadah kemudian beliau membaca firman Allah swt. :

{وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ داخِرِينَ } [غافر:60]
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS Ghafir/60).

Perhatikanlah ayat ini, lihatlah bagaimana Allah memberikan peringatan yang sangat keras kepada orang-orang yang tidak mau berdo'a. Dengan tegas Allah memberikan label kesombongan kepada orang-orang yang tidak mau berdo'a. Sombong karena ia merasa tidak butuh berdo'a, sombong karena ia merasa cukup dengan kekuatan dirinya. Padahal manusia adalah makhluk yang sangat lemah, ia tidak dapat hidup sendirian, ia butuh orang lain demi melangsungkan kehidupannya, lalu bagaimana ia merasa tidak butuh pertolongan Allah ?

Juga lihatlah ayat ini, perhatikan bagaimana kasih sayang Allah kepada hamba-hambanya. Lihatlah bagaimana Allah memerintahkan manusia untuk senantiasa meminta kepadaNya. Meminta apa saja, baik itu yang bersifat duniawi ataupun yang bersifat ukhrawi. Lihatlah kemurahan Allah ketika Ia berfirman, niscaya akan Kuperkenankan bagimu , tidak ada kasih sayang seperti ini, kasih sayang tanpa batas dari seorang khalik yang marah jika hamba-hambanya tidak meminta kepadanya. Berbeda dengan makhluk yang mungkin ketika pertama kali dipinta ia akan memberi, namun untuk kedua dan ketiga kalinya ? akan menjadi tanda tanya yang sangat besar ... Subhanallah ...

Jamaah Sholat Jum'at yang dimuliakan Allah

Sejatinya do'a merupakan simbol pengakuan kita terhadap kekuasaan Allah. Karena sebagai hamba, manusia akan senantiasa menginginkan kebaikan bagi dirinya, dan ketika kebaikan itu sudah lenyap maka ia akan berdo'a kepada dzat yang paling agung. Ia akan mengadukan segala keluh kesahnya agar dapat keluar dari permasalahan yang ia hadapi.

Kadang kita tidak dapat membedakan antara do'a dan permintaan. Permintaan yang biasanya kita lakukan kepada orang lain sangat berbeda dengan do'a. Karena do'a adalah permohonan yang berasal dari hamba yang lemah kepada dzat yang Maha kuat. Maka jika kita hanya menggunakan do'a sebagai jalan untuk keluar dari permasalahan yang kita hadapi, itu menunjukkan ketidaktahuan kita kepada kedudukan Allah swt. dan kebutuhan kita kepada do'a sebagai makhluk yang lemah.

Ada perbedaan antara orang yang menggunakan do'a sebagai 'jalan' untuk keluar dari permasalahannya dan orang yang menjadikan do'a sebagai tujuan dari perkerjaannya. Orang yang hanya menjadikan do'a sebagai alat untuk keluar dari segala macam permasalahannya adalah orang yang tidak pernah merasakan hakikat dari do'a. Karena ia menjadikan do'a sebagai sarana untuk mencapai sesuatu tujuan baik harta, tahta dan lain sebagainya.

Adapun orang-orang yang menjadikan do'anya sebagai tujuan adalah orang yang senantia berdo'a dalam keadaan apapun juga. Dikala senang ataupun susah. Dikala senang ia akan berdo'a sebagai rasa syukur atas apa yang ia rasakan sehingga Allah melanggengkan kenikmatan yang ia rasakan tersebut, adapun ketika ia susah ia akan berdo'a sebagai bukti kesabaran dan rasa membutuhkan kepada rahmat dan pertolongan dari Allah swt. agar segala macam kesusahan yang ia hadapi secepatnya teratasi.

Lebih dari itu, ia menjadikan do'a sebagai pelabuhan terakhirnya sebagai seorang hamba. Dengan berdo'a itu ia dapat mengetahui posisi dirinya yang lemah. Dengan berdo'a ia dapat merasakan keberhambaannya kepada Allah swt. Dengan berdo'a ia dapat menikmati eksistensinya sebagai Hamba Allah. Hamba Allah yang senantiasa membutuhkan bimbingan, pertolongan dan petunjuk Allah swt.


Dalam firmanNya disebutkan :

{وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ داخِرِينَ } [غافر:60]
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS Ghafir/60).

Dalam ayat di atas Allah telah menjamin bahwa setiap do'a itu pasti akan dikabulkan. Lalu kenapa dalam kenyataannya banyak kita dapati orang-orang yang terus menerus berdo'a siang dan malam namun mereka tidak mendapatkan tanda-tanda pengabulan ? Bukankah janji Allah itu pasti ?

Jamaah Sholat jum'at yang dirahmati Allah.

Allah berfirman di dalam Al-Quran :

{وَإِذا سَأَلَكَ عِبادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدّاعِ إِذا دَعانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ }[البقرة: 2/186]
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS Al-Baqarah/186).

Maka hendaklah orang-orang yang menginginkan do'a-do'anya dikabulkan agar terlebih dahulu memenuhi segala perintah Allah swt. Jika semua perintah Allah sudah dikerjakan maka lihatlah bagaimana Allah menjawab semua do'a-do'a tersebut. Karena janji Allah adalah kepastian yang tidak mungkin pernah luput.

Lalu bagaimana ketika do'a-do'a itu seakan-akan tidak merubah keadaan ? Seakan-akan do'a-do'a itu tidak dikabulkan ? Marilah kita kembali berkaca. Marilah kembali kita melihat apa yang telah atau sedang kita kerjakan.

Allah berfirman :

{وَذَرُوا ظاهِرَ الإِثْمِ وَباطِنَهُ إِنَّ الَّذِينَ يَكْسِبُونَ الإِثْمِ سَيُجْزَوْنَ بِما كانُوا يَقْتَرِفُونَ} [الأنعام: 6/120].
Dan tinggalkanlah dosa yang nampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan, disebabkan apa yang mereka telah kerjakan. (QS Al-An'am/120).

Setiap dosa yang kita lakukan baik itu dosa lahir ataupun dosa batin tentunya akan mendapatkan balasannya. Dosa-dosa lahir itu seperti dosa tangan, kaki, mata dan lain sebagainya. Adapun dosa-dosa batin adalah dosa hati seperti marah, iri, dengki dan penyakit hati lainnya.

Bagaimana Allah akan mengabulkan do'a kita jika kita masih melakukan dosa, baik itu dosa lahir ataupun batin ? Benar bahwa setiap do'a akan dikabulkan, namun bagaimana jika ia berbenturan dengan dosa yang balasan teringannya adalah balasan di dunia ? Jangan kita kira bahwa penyakit dan cobaan yang kita dapatkan selama ini bukan tanpa sebab. Karena dengan tegas Allah menyatakan bahwa setiap dosa itu pasti akan dibalas.

Di dalam sebuah hadist disebutkan bahwa Rasulullah saw. Menceritakan seorang yang compang camping dan berdebu mengangkat tangannya sembari bedo'a : Wahai Tuhanku ! Wahai Tuhanku ! Namun makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan ia diberi makan dengan yang haram, bagaimana akan dikabulkan do'anya ?

Hadist di atas menyebutkan secara terperinci bagaimana barang haram dapat menjadi penghalang do'a dari diijabahkannya. Maka, berhati-hatilah dengan setiap harta yang kita dapatkan, pastikanlah jika makanan yang kita makan adalah makanan yang halal, pakaian yang kita pakai adalah pakaian yang halal, serta darah dan daging yang berada di dalam tubuh kita adalah darah dan daging dari harta yang halal.

Lalu bagaimana jika kita sudah melakukan apa yang Allah perintahkan dan menjauhi semua dosa namun do'a-do'a kita masih belum dikabulkan ?

Jamaah Sholat Jum'at yang dimuliakan oleh Allah

Tentunya Allah sangat mengetahui apa yang hamba-hambanya butuhkan. Karena kadang sesuatu yang kita anggap itu kebaikan bagi kita ternyata malah memberikan kemudharatan, begitu juga sebaliknya, kadang pula sesuatu yang kita anggap mudharat ternyata bermanfaat bagi kita.

Begitu juga dengan segala musibah yang menimpa kita, baik itu musibah di dalam kesehatan, harta, tahta dan lain sebagainya. Sebagai hamba yang taat, kita harus senantiasa berbaik sangka kepada Allah. Karena boleh jadi, segala permasalahan yang menimpa kita itu Allah berikan agar kita senantiasa berdo'a kepadaNya, agar kita senantiasa merasakan manisnya menjadi hamba Allah yang lemah, miskin, dan tidak memiliki apa-apa di hadapan Tuhan yang Maha segalanya.

Lalu ketika do'a-do'a kita itu masih belum dikabulkan, mungkin saja Allah menginginkan agar kita terus menerus memohon dengan berdo'a kepadaNya, karena jika Allah mencintai seorang hamba maka Ia akan mencobanya. Maka janganlah kita berputus asa karena do'a-do'a yang senantiasa kita panjatkan masih belum dikabulkan, karena Allah telah menjamin untuk mengabulkannya, di waktu yang Ia kehendaki, bukan diwaktu yang kita maui, dan dengan cara yang ia inginkan, bukan dengan cara yang kita kehendaki.
فاستغفروه يغفر لكم.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأََشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ؛
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَقُوا اللهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيْرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ.
Jamaah Sholat Jum'at yang dimuliakan Allah
Marilah kita senantiasa berdo'a kepada Allah swt. Agar kita memenangkan kedudukan yang tinggi di hadapan Allah yaitu menjadi Hamba-hamba Allah yang benar-benar dalam penghambaan yang sesungguhkan.
Firman Allah :
{وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ داخِرِينَ } [غافر:60]
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS Ghafir/60).

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات، وألِّف بين قلوبهم يارب العالمين.
اللهم إنّا عبيدك وأبناء عبيدك، وأبناء إمائك نواصينا بيدك، ماضٍ فينا حكمك، عدلٌ فينا قضاؤك، نسألك اللهم بكل اسمٍ هو لك، سميت به نفسك، أو أنزلته في محكم كتابك، أو علمته أحداً من خلقك، أو استأثرت به في علم الغيب عندك، أن تجعل القرآن الكريم ربيع قلوبنا، وشفاء صدورنا، وجلاءَ غُمومنا وهمومنا وأحزاننا، وأن تطهر قلوبنا من كل وصف يباعدنا عن مشاهدتك ومحبتك، وأن تجعلنا بفضلك وإحسانك ممن استجبت دعاءهم وحققت رجاءهم يا رب العالمين.
اللهم اجعل بلدنا إندونيسيا بلداً آمناً مطمئناً رخيّاً مستظلاً بظل كتابك، ملتزماً بهدي نبيك محمد صلى الله عليه وسلم.
اللهم ومن أراد بالإسلام والمسلمين خيراً فخذ بيده اللهم إلى كل خير، ومن أراد بالإسلام والمسلمين شراً فخذه اللهم أخذ عزيز مقتدر.
اللهم اسقنا مزيداً من الغيث برحمتك يا أرحم الراحمين. اللهم اسقنا مزيداً من الغيث برحمتك يا أكرم الأكرمين. اللهم اسقنا مزيداً من الغيث برحمتك يا ذا الجلال والإكرام.
اللهم وفّق عبدك هذا الذي ملّكته زمام أمورنا للسير على صراطك ولاتباع سنة نبيك محمد صلى الله عليه وعلى آله وسلم، اللهم املأ قلبه بمزيد من الإيمان بك وبمزيد من الحب لك وبمزيد من التعظيم لحرماتك، واجمع اللهم به أمر هذه الأمة على ما يرضيك، وحقق له في سبيل ذلك البطانة الصالحة يارب العالمين.
ربنا اغفر لنا ولوالدينا ولإخواننا الحاضرين ووالديهم ولمشايخنا ولأرباب الحقوق علينا ولسائر المسلمين أجمعين.
آمين آمين آمين
والحمد لله رب العالمين.

5 komentar:

Anonim mengatakan...

spiritful (^)

Anonim mengatakan...

spiritful...

Anonim mengatakan...

cocok jadi da'i ^_^

Arya jafarudin mengatakan...

thanks postingnya,,,
smoga mnjdi pncrahhan saya,,

Azhar Amrullah Hafizh mengatakan...

@^_^ : amien :D
@Arya : Semoga saja :)