Kamis, Juni 24, 2010

Sebuah Ketulusan

Mengingatmu mengajarkanku arti dari sebuah ketulusan. Perasaan dimana aku dan kamu berevolusi menjadi sepasang makhluk yang unik. Saling melengkapi satu dengan lainnya. Seperti kupu-kupu yang berterbangan mengitari mekar bunga di tengah rerimbunan di tepian pegununungan kerinduan.

Baunya semerbak. Tercium hingga ribuan mil harapan dan impian. Dan engkaupun selalu melantunkan lagu-lagu hasrat seorang kelana yang sedang termangu di sebalik rerumputan. Engkau lalu hulurkan telapak tanganmu yang penuh kasih sayang dan pengertian. Walaupun kadang angin malam menampar pipi merahmu hingga membakar api cemburumu.

Namun herannya, engkau tahu bagaimana bersikap. Herannya, segala sesuatu akan terasa menjadi mudah. Kau tak pedulikan hal-hal sepele itu. Hal-hal remeh temeh yang bagi sebagian orang akan menguras fikiran dan tenaga untuk menstabilkannya. Bagimu hal itu ibarat pelengkap senyum hatimu yang selalu berkembang mengikuti irama senyum manis bibirmu itu.

Ah, senyum yang bisa membuat hatiku selalu teringat aroma teh di pagi hari. Begitu nikmat dan penuh gairah. Aroma yang begitu khas dengan bau pekatnya yang begitu dalam. Sehingga kadang membuat tubuh yang letih itu seperti tersengat jutaan watt semangat perjuangan. Akupun tak dapat lagi memejamkan mata yang berat dengan kantuk kemalasan itu.

Akhirnya aku hanya bisa pasrah menerima dan menikmati aroma teh yang semakin hari semakin pekat. Hingga aku lupa, apakah itu teh atau kopi ? Hingga aku tak sadar apakah aku sedang bermimpi ataukah itu adalah sebuah anugerah ilahi yang begitu nyata ? Mimpikah aku dengan semua itu ? Coba kau cubit pipiku !!! Namun ternyata aku menemukan bahwa aku benar-benar merasakannya.

Aku benar-benar sadar dengan perasaan ini. Aku benar-benar tak dapat membohongi diri lagi jika keinginan hatiku hanyalah untuk membaui aroma pekatmu itu.

Qatamea, 24 Juni 2010

6 komentar:

~nur kasih~ mengatakan...

^_^

Anonim mengatakan...

sini,,, nenek cubit pipimu cucuku,,, apa kau sedang bermimpi, atau tidak :D ^_^

Anonim mengatakan...

hohohohoooo....
jadi ceritanya lagi minum kopi atw teh pahit ?? :)

Azhar Amrullah Hafizh mengatakan...

@Nur : :)
@^_^ : huhuhuh ... berani ?
@Nit : lagi minum jus apel :D

Anonim mengatakan...

berani dunk,, tapi sayang,,, sekarang uah gak ada pipinya ^_^

Anonim mengatakan...

^_^ Azhar...