Minggu, April 25, 2010

Dunia Dalam Berita

Sekolah Madrasah bagiku sangat tidak menarik. Aku lebih senang untuk menonton acara anak-anak semisal film kartun berseri seperti Kapten Tsubasa, Satria Baja Hitam dan lainnya yang memang jam tanyangnya pas banget dengan jam sekolah madrasah. Jadinya kadang aku bolos.

Waktu itu memang jarang ada orang yang punya televisi. Menonton di rumah atau di rumah nenek sudah tidak mungkin. Akhirnya aku biasanya menonton tv di rumah tetangga yang televisinya waktu itu sangat besar 21 inci. Dasar orang desa, tau kalau ada acara yang paling digemari anak-anak yaitu satria baja hitam ditayangkan dan jarang orang yang punya televisi, anak-anak yang hendak menonton harus bayar dulu, waktu itu ongkos bayarnya hanya 50 rupiah.

Terpaksa aku mencari cara untuk mendapatkan uang 50 rupiah itu. Akhirnya dengan rayuan maut aku akhirnya dapat meminta uang kepada nenekku. Namun sialnya, ketika aku kembali ke rumah tetanggaku tadi, acaranya sudah selesai. Mungkin aku kelamaan merayu si nenek :D

Akhirnya dengan perasaan kecewa aku harus menunggu minggu depan untuk bisa menonton Satria Baja Hitam itu. Biasanya setelah itu, aku menyempatkan diri untuk ikut pelajaran terakhir di madrasah. Ya, sebagai formalitas saja, biar nanti kalau ditanya bapak atau ibu aku bisa menjawab kalau aku sore itu sudah belajar di madrasah.

Memang waktu itu aku adalah seorang anak yang selalu ingin bermain. Aku juga heran, kenapa waktu itu aku sangat bandel jika disuruh belajar. Bapakku selalu marah, ketika melihat aku memegang buku tapi posisi dudukku di depan televisi. Jadi aku pura-pura baca buku, padahal mataku menuju ke televisi. Akhirnya sang bapak sepertinya menyerah dan membiarkan aku menonton acara-acara kegemaranku.

Meski usiaku terbilang cukup kecil waktu itu, namun aku senang sekali menonton dunia dalam berita. Aku masih ingat ketika Unisoviet runtuh dan presidennya yang sekarang aku sudah lupa namanya berpidato. Aku juga masih ingat siaran-siaran perang teluk 2 ketika Amerika menghajar Irak. juga ketika orang-orang Bosnia dibantai habis-habisan oleh tentara Serbia.

Semua itu masih terekam jelas dalam ingatanku sampai sekarang. Mungkin aku adalah salah satu orang yang mulai mengerti terhadap kejadian-kejadian yang dulu pernah aku tonton itu. Contohnya saja penempatan jam tayang anak-anak di waktu-waktu yang kurang tepat yaitu pada waktu sekolah madrasah.

Dulu aku tak pernah mempertanyakan kenapa ? Yang aku rasakan adalah bahwa aku merasa lebih tertarik untuk menonton dari pada sekolah madrasah, karena dari pagi sampai siang aku sudah sekolah di SD. Aku juga tidak pernah mempertanyakan kenapa pelajaran agama di sd -ku itu hanya sekali dalam satu minggu. Aku juga tidak pernah mempertanyakan kenapa guru-guru ngajiku mendirikan sekolah yang 'sangat lain' dari sekolah sd ? Baik itu dari segi 'apa yang dipelajari' sampai tempat dan waktu yang sangat berbeda. Aku tidak paham itu semua. Karena waktu itu aku hanya anak-anak yang selalu ingin bermain dan bersenang-senang.

Aku juga tidak pernah berfikir di daerahku akan ada bentrokan berdarah, tepatnya tragedi berdarah Nipah Sampang. Aku hanya mendengar-dengar cerita kalau orang-orang yang ditembak tni itu tidak mengeluarkan darah, tapi air. Hal itu sampai sekarang masih aku ingat.

Aku hanya seorang anak sd yang suka mendengarkan cerita-cerita aneh. Pernah suatu ketika teman-temanku bercerita tentang bi-ibih. Bi-ibih adalah hantu yang bertugas untuk menyekap anak-anak yang keluyuran pada waktu maghrib. Temanku pernah bercerita kalau dia pernah disekap oleh bi-ibih itu. Aku dan teman-teman yang lain percaya saja cerita dia, karena dari raut mukanya ia seperti seorang yang serius.

Ia bercerita kalau dia diberi susu oleh bi-ibih itu. Akhirnya setelah minum susu itu, ia sadar kalau ia sedang berada di atas ranting pohon jambu air. Mungkin kebiasaanku mendengarkan radio sebelum berangkat sekolah yang membuat aku senang untuk mendengarkan cerita. Bersambung ...

7 komentar:

Anonim mengatakan...

Suka kapten tsubatsa??? Wah...saya juga suka banget, komiknya,filmnya,suka banget ^_^

hmm...dulu bapak suka marah karna dek hafizh bandel ya??? Tapi saya yakin,sekarang bapak pasti banggaaaaa... Banget sama dek hafizh,,,hemm ^_^

Azhar Amrullah Hafizh mengatakan...

huhuhu ... amien semoga saja :p mbak ayin sehat2 aja kan ?

Anonim mengatakan...

Alhamdulillah sehat,,, berkat doa dek hafizh Juga :-P ^_^

agus mengatakan...

dunia dalam berita kalau aku sebagai batas waktu untuk tidur (wajib, waktu masih kecil) :D

Azhar Amrullah Hafizh mengatakan...

huhuhu ... iya, saya juga nontonnya sambil melek merem :D

Fa mengatakan...

hihihi... lucu.. ibih-ibih :p klo ditmpku tu hantu namanya wewe gombel :)

Azhar Amrullah Hafizh mengatakan...

Iya seh, nama hantu emang beda2 ... tapi kayaknya substansinya yang sama :D