Jumat, April 30, 2010

Anak Laut

Tak ada yang benar-benar mengerti keinginanku kecuali ibuku. Aku heran, setiap kali aku menghidupkan radio, sang ibu pasti paham apa kemauanku. Tentunya waktu itu aku sangat kanak sekali. Jadi sang ibu yang memakaikan pakaian seragam kepadaku, juga sehabis itu menyuapiku sarapan pagi. Sang ibu begitu sabar, ia tahu kalau aku begitu suka mendengar siaran radio sebelum berangkat sekolah.

Acara yang paling aku sukai adalah serial tutur tinular. Sampai-sampai aku kadang melambat-lambatkan diri agar bisa menyelesaikan satu episode. Akupun rela untuk berjalan dengan 'sedikit lari' menuju sekolahku, sekitar 300 meter jaraknya dari rumahku.

Pada waktu itu radio sangat populer di desaku. Hampir disetiap rumah terdapat radio. Paling sering aku melihat tetanggaku mempergunakan radio itu untuk mendengarkan lagu-lagu dangdut yang sedang ngetop dimasa itu seperti anggur merah, lagu-lagunya Rhoma Irama dan lain sebagainya. Dangdut memang lagu pilihan orang-orang di desaku. Aku juga heran kenapa mereka lebih suka dangdut daripada musik yang lain.

Untunglah di rumahku sang ibu lebih suka mendengarkan sholawatan. Tapi kalau menjelang sore hari, aku harus rela mendengar lantunan lagu-lagu dangdut yang diputar oleh tetanggaku dengan volume yang sangat keras. Aku juga heran, mereka memutar lagu-lagu itu di tape recorder lalu mereka sambungkan ke loud speaker sehinga semua tetangga mendengar apa yang mereka putar.

Yah, mungkin karena di desa hal itu sangat lumrah terjadi. Tapi setelah saya perhatikan, ternyata tidak hanya ketka sore hari saja, namun juga ketika ada pernikahan, bahkan ketika sore hari di kapal yang sedang berlabuh di sekitar pantai.

Rumahku memang dekat dengan pantai. Ketika sore hari aku biasanya pergi ke pantai, karena ketika sore hari air laut sedang surut. Banyak orang-orang yang bermain bola, anak-anak kecil bermain bahkan bab :D ... Singkatnya, waktu itu pantai ibarat ruangan serbaguna yang bisa dipergunakan apa saja.

Tentunya aku hanya menikmati pantai saja. Kadang aku main bola, kadang pula aku mencari kulit kerang. Biasanya aku pergunakan untuk diadu. Anak-anak kecil biasanya berkumpul dan mengadu kulit kerang mana yang lebih kuat. Dengan bergantian, masing-masing pemilik kerang akan memukulkan kulit kerangnya kepada kulit kerang lawan yang dibiarkan tergeletak di bawah, setelah itu bergantian sampai nanti ada kulit kerang pemenang. Teman-teman biasanya akan mencari kulit kerang yang besar dan tebal agar bisa memenangkan pertandingan aku kuat kulit kerang tersebut.

Kadang pula aku memberanikan diri untuk berenang di tempat-tempat yang dangkal. Hal ini aku lakukan dengan sembunyi-sembunyi karena ibuku pasti marah kalau tahu aku berenang di laut. Pantai laut desaku memang beda dari pantai-pantai yang lain. Disamping tanahnya yang bagus, disitu juga banyak perahu-perahu yang berlabuh. Kadang dip agi hari, air laut akan surut lumayan jauh. Kita akan bisa melihat terumbu karang berwarna-warni. Bahkan ada beberapa orang yang mencari gurita disela-sela terumbu karang tersebut.

Di malam hari, tepatnya ketika air sudah pasang dan ombak berdeburan aku sering memandang laut. Yang terlihat hanya lampu-lampu nelayan di tengah laut sana. Aku kadang berfikir, apakah ada daratan lain di seberang sana. Aku hanya bisa bermimpi saja, karena aku pernah mabuk laut ketika mengendarai kapal laut.

Anehnya, setelah aku besar dan tahu google earth, aku heran. Ternyata daerahku itu bergaris lurus dengan suatu daerah yang hanya bisa aku lihat melalui google earth. Aku heran. Ini kebetulan ataukah sebuah pertanda? Entahlah ...

Bersambung

4 komentar:

Anonim mengatakan...

Wah...tempat yg indah... Pengen kesana aku dek hafizh :D,,, mau maen adu kerang sama dek hafizh :D,,,

hmm...Bergaris lurus dengan daearah mana???

Fa mengatakan...

Anehnya, setelah aku besar dan tahu google earth, aku heran. Ternyata daerahku itu bergaris lurus dengan suatu daerah yang hanya bisa aku lihat melalui google earth. Aku heran. Ini kebetulan ataukan sebuah pertanda? Entahlah ...

apa fiz??

diana mengatakan...

hemmmm
pulanglah nak ibumu menunggumu....

Anonim mengatakan...

Kangennnnn..... Banget nget nget