Senin, April 12, 2010

Ahmadun dan 65 Kuning

Ini ada tulisan kedua saya tentang kebejatan lelaki mesir kepada wanita. Beberapa bulan yang lalu saya juga pernah menulis tentang hal serupa. Namun, dalam tulisan kali ini saya akan membumbuinya dengan hal baru.

Tulisan ini terinspirasi sejak kemaren, tepatnya setelah pulang kuliah saya mencoba menaiki bis umum. Setelah beberapa puluh menit saya menunggu, datanglah bis 65 kuning. Siang itu memang sangat panas, kata teman-teman hari ini ada hujan debu. Apalagi ditambah dengan keadaan di bis yang sesak berdesakan sehingga dunia ini seperti neraka saja.

Di dalam bis itu saya melihat dua orang wanita Indonesia. Dengan pakaian yang menurut saya sudah sopan dan layak. Seorang sedang duduk dan yang satunya berdiri. Tidak ada yang aneh dari mereka berdua, biasa-biasa saja. Namun, yang membuat perasaan ingin tahu saya muncul, adalah ulah dari beberapa oknum pemuda Mesir yang mengerubuti satu cewek yang berdiri tersebut. Saya akhirnya mencoba untuk mendekati posisi cewek tersebut dengan masuk melalui sela-sela orang-orang yang berdiri sesak.

Setelah dekat, ternyata saya tahu, apa yang sebenarnya melatar belakangi dua pemuda mesir itu untuk mengerubungi sang cewek yang seperti merasa 'tidak nyaman' dengan apa yang mereka lakukan. Yah, sudah menjadi rahasia umum jika tingkat 'kebejatan' lelaki mesir kepada perempuan (siapapun perempuan itu, tua ataupun muda) sangatlah tinggi. Mereka sudah tidak peduli lagi keadaan dan kondisi wanita korbannya.

Memang kalau difikir dengan jernih, wajar saja jika tingkat kebejatan tersebut sangat tinggi disini. Coba anda banyangkan, rata-rata cara berpakaian cewek mesir itu sudah sangat keterlaluan. Dengan bentuk tubuh yang mau muntah, kebanyakan mereka memakai pakaian yang ketat, walaupun tidak sedikit yang masih konsis dengan pakaian islami yang menutup seluruh tubuh mereka.

Pantas ketika salah seorang pelaku bejat tersebut diwawancarai, mereka malah menyalahkan para wanitanya yang berpakaian tidak sopan bahkan cenderung menantang. Anehnya, cewek indonesia di dalam bis tersebut sama sekali tidak berpakaian ketat. Dengan postur tubuh yang kecil, bisa dikatakan daya tarik mereka sangatlah jauh dibandingkan dengan wanita mesir yang berbadan 'mau muntah' itu.

Hal ini mengingatkan saya kepada kejadian beberapa tahun lalu di down town kairo, tepatnya pada malam hari raya iedul fitri. Kejadian yang sangat terkenal dengan 'at-taharrush al-jinsy fi wasath el-balad' (pelecehan sexual di down town) ini bahkan sempat populer di youtube. Menurut keterangan saksi mata yang saya baca di beberapa blogger mesir dan dapat disaksikan di youtube, ternyata kebejatan tersebut dilakukan oleh banyak sekali lelaki. Korbannya tak hanya wanita muda yang cantik dan berbaju menantang, namun yang paling menyedihkan adalah wanita-wanita yang menutup seluruh auratnya pun menjadi korban.

Sejak saat itu isu pelecehan sexual begitu populer di mesir. Di koran-koran seperti al-ahram banyak sekali artikel yang memuat tentang hal itu. Puncaknya ketika salah seorang wanita terpelajar dilecehkan oleh seorang pemuda sehingga pemuda itu dipenjara selama 3 tahun.

Namun walaupun kejadian demi kejadian terjadi, tampaknya fenomena kebejatan dan pelecehan ini tidak akan menemukan titik akhir di negeri penuh kesemerawutan ini. Tentunya undang-undang yang begitu lemah mengenai fenomena ini bukan satu-satunya alasan kenapa kejadian demi kejadian terus menerus bergulir seperti bola api jatuh dari langit. Seperti contoh seorang mesir bernama Ahmadun. Ia pernah dipenjara karena tertangkap basah berusaha melakukan hal yang tidak senonoh kepada beberapa mahasiswi Indonesia. Setelah ia keluar penjara dan menikmati kebebasan, ia kembali lagi mengguncang dunia mahasiswa indonesia di Mesir dengan ulahnya yang lagi-lagi 'melecehkan' harkat dan martabat wanita.

Tidak ada efek jera yang Ahmadun rasakan setelah ia dipenjara. Malah mungkin ia melakukan aksinya tersebut disamping melampiaskan nafsu juga dalam rangka balas dendam kepada wanita Indonesia yang menyebabkan dia dipenjarakan. Hal ini membuat saya bertanya-tanya, lantas apa yang harus kita lakukan ? Penjara ternyata bukan lagi solusi yang tepat untuk menyehatkan kondisi jiwa yang sudah 'sakit' tersebut. Malah sebaliknya, penjara malah akan membuat 'penyakit' yang lain yaitu rasa sakit hati dan keinginan untuk membalas dendam.

Saya lalu ingat sebuah firman Allah dalam Al-Quran : Sesungguhnya yang paling mulia diantara kalian adalah orang yang paling bertakwa. Yah, penyakit jiwa tidak dapat disembuhkan dengan obat raga, ia harus disembuhkan dengan obat jiwa yang mampu membuat ia sadar bahwa apa yang ia lakukan adalah semua pekerjaan yang tercela. Ia tidak dapat lagi menggunakan nalarnya, karena nalar yang ia miliki sudah kalah dengan nafsu yang menguasai jiwanya.

Ia butuh sebuah sugesti dari luar dirinya yang dapat membuatnya tahu bahwa apa yang ia lakukan adalah sebuah keburukan yang tidak pantas dilakukan oleh manusia yang berakal. Ia juga harus tahu bahwa takwa itu adalah meninggalkan apa yang dilarang dan mengerjakan semua perintah. Ia harus diberi obat agama.

Yah, tidak dapat disangkal lagi kalau agama adalah obat yang paling murajab untuk mengobati 'sakit jiwa'-nya si Ahmadun. Agama yang mengajarkan bahwa ketakwaan adalah pembeda dari setiap individu. Semakin ia bertawa maka ia semakin mulia. Semakin si Ahmadun tahu kalau melecehkan wanita sangatlah dilarang oleh agama, maka ia akan semakin mulia karena tentunya ia akan selalu menghormati wanita dan memperlakukan mereka seperti 'ibu' atau 'saudari'nya sendiri.

Namun sayang, orang seperti Ahmadun tampaknya sudah buta dan tuli mata hatinya. Ia tidak mau menerima cahaya agama. Ia seakan larut dengan gejolak nafsunya yang membara. Enak memang dirasa, namun Ahmadun lupa jika maut selalu mengintainya. Kelak nanti ketika si Ahmadun meninggal, ia akan tahu bahwa apa yang ia perbuat sangatlah tercela dan tidak terpuji. Akhirnya, semoga saja si Ahmadun dan 'Ahmadun-Ahmadun' yang lain secepatnya sadar sebelum mereka dijemput oleh izrail pencabut nyawa.

4 komentar:

Belgis mengatakan...

Semoga semua pria di dunia ini bisa menghargai wanita,,,dan terlebih lagi,Semoga wanita bisa menghargai dirinya sendiri,,,
Tulisan yg indah dan penuh makna ^_^

Azhar Amrullah Hafizh mengatakan...

amien dan terimakasih :)

agus mengatakan...

gege'anda berarti jadi dewa penyelamat wanita di bus itu yah? aku kalau ngeliat wanita mesir yg berpakaian ngetat2 malah ingin kawin,bukan muntah :D

Azhar Amrullah Hafizh mengatakan...

ha ha ha ... wah cepetan anda kawin sama si anu :D