Minggu, Desember 26, 2010

Mimpi dan Harapan

Mimpi dan harapan adalah satu-satunya power yang dimiliki manusia untuk mencapai kesempurnaan dan kemuliaan dalam hidupnya. Hilangnya mimpi dan harapan berarti hilangnya eksistensi dari manusia itu sendiri. Karena manusia tanpa mimpi ibarat seonggok mayat yang masih berjalan. Karena mimpi adalah stimulus yang akan memecut manusia untuk terus berupaya menggapai kesempurnaan hidup.

Sayangnya, meraih mimpi dan harapan tak semudah membalikkan telapak tangan. Tentunya, usaha yang keras dan strategi yang tepat sangat diperlukan untuk meraihnya. Sering kita dengar peribahasa yang menyatakan bahwa raihlah mimpi setinggi mungkin, karena kalaupun luput, maka jatuhnya tidak akan sampai ke dasar. Namun perlu diperhatikan bahwa luput dari mimpi sempurna bukan berarti sebuah kegagalan, karena manusia dinilai dari usahanya, bukan hasilnya.

Akhir-akhir ini kita melihat realita yang sangat memiriskan. Ya, realita itu adalah keengganan masyarakat kita untuk berpayah-payah dalam menggapai mimpi-mimpinya. Kebanyakan masyarakat kita sekarang menginginkan segala sesuatunya berjalan secara instan. Seperti mie instan yang tidak memerlukan waktu dan tenaga banyak untuk dapat menikmatinya. Bahkan parahnya, banyak dari masyarakat kita yang tanpa malu-malu mempergunakan segala macam daya upaya meski dengan keculasan dan kecurangan.

Mimpi dan harapan bagi mereka adalah angan dan kerugian. Karena mereka menganggap mimpi dapat dibeli dengan uang. Ya, uang bagi mereka dapat membeli semuanya, termasuk mimpi. Begitu rusaknya cara fikir sebagian masyarakat kita ini sehingga kadang mereka sudah tidak percaya lagi kepada mimpi. Mungkin karena mata dan mata hati mereka sudah tertutup dengan uang atau mungkin dahulu mereka punya mimpi namun mimpi-mimpi mereka itu juga dihancurkan oleh keserakahan durjana orang lain sehingga kini waktunya mereka membalas dendam dengan cara menghancurkan mimpi-mimpi para pemimpi.

Lingkaran setan yang sedang dihadapi para pemimpi ini kadang dapat memupuskan mimpi-mimpi mulia atau dapat menjadi pecut bagi para pemimpi untuk dapat menghancurkan lingkaran setan tersebut. Namun sepertinya kemungkinan kedua sangatlah sulit untuk terjadi karena lingkaran setan penghancur mimpi itu sudah mendarah daging di tubuh sistem masyarakat kita.

Tak ada yang tahu pasti, kapankah lingkaran setan itu akan terputus. Namun yang jelas, mimpi-mimpi para pemimpi itu tidak akan pernah habis. Mati satu tumbuh seribu. Sehingga nanti semua mimpi-mimpi itu akan bersatu membentuk sebuah tatanan baru yang menempatkan mimpi-mimpi itu di tempatnya yang mulia.

Sabtu, Desember 04, 2010

Arus Kehidupan

Kemanakah langkah kaki harus melangkah jika ia sudah tidak tahu lagi kemana harus melangkah. Bukankah kehidupan itu terus berjalan dengan angkuhnya, walaupun banyak manusia yang terseret ombak keangkuhannya. Kalau begitu keadaannya, bagaimana manusia bisa hidup dengan layak dan bahagia ?

Arus kehidupan begitu kuat. Ia seperti arus aliran bah yang begitu dahsyat. Siapa yang melawan pasti tenggelam. Maka jika ingin selamat, ikutilah lajunya hingga akhir aliran itu. Tapi apakah tidak ada lagi kompromi ? Bukankah air bah itu sangat berbahaya dan merugikan banyak orang ? Lalu kenapa manusia harus mengikuti arusnya yang begitu mengerikan.

Setiap orang pasti memiliki sejuta alasan untuk membenarkan perbuatannya. Ada yang berpendapat jika air bah itu dapat mengantarkannya kepada tempat yang ia inginkan, adapula yang berpendapat air bah seharusnya dihindari atau bahkan dicegah agar tidak terjadi. Boleh saja semua orang memiliki pendapatnya masing-masing dan bertindak sesuai dengan situasi dan kondisinya. Namun setiap orang pasti sepakat jika air bah itu membawa kehancuran.

Arus kehidupan itu adalah realita yang sedang terjadi disekeliling kita. Adakalanya realita itu berpihak kepada kita, begitu juga sebaliknya. Yang menjadi permasalahan adalah jika realita itu tidak memihak kepada kita. Karena realita adalah kumpulan dari kejadian-kejadian yang saling berhubungan dan tidak bisa dipisahkan, maka jika kita masuk kepada realita yang tidak berpihak, sungguh dunia ini telah menjadi neraka kecil yang sangat tidak mengenakkan.

Sungguh pahit rasanya ketika kita mendapatkan realita yang sangat sulit bagi seorang anak muda yang baru lulus kuliah. Lapangan pekerjaan yang sulit, dan kejahatan sistematik dalam perekrutan menjadi pegawai sudahlah cukup untuk menorehkan luka di hatinya yang paling dalam. Pemuda yang baru tahu realita itu sangat terkejut dengan apa yang sekarang ia hadapi. Ia seakan baru terbangun dari mimpi-mimpi idealisme yang dengan susah payah ita petik di bangku kuliah.

Semua idealisme yang ia bangun dan dapatkan ketika ia duduk di bangku kuliah tiba-tiba harus ia buang sekonyong-konyong ketika ia berhadapan dengan realita yang begitu pragmatis. Lalu bagaimana ia akan membangun jika sebelum melakukan apa-apa ia sudah dibunuh ? Apa yang bisa diharapkan dari seorang yang dengan terpaksa harus terseret arus realita yang sangat kejam itu ?

Mungkin ketika kuliah dulu, ia dengan bangganya berkata dengan lantang : Nanti aku akan membangun negeri dan menyelamatkannya dari keterpurukan. Namun sepertinya sekarang apa yang ia niatkan bulat-bulat itu hanya cukup menjadi buah tidurnya saja karena itu adalah angan kosong yang jauh dari realita. Kini realita berkata lain, yang realita katakan hanya : Buanglah jauh-jauh segala idealismemu itu, dan cepat sediakan uang untuk menjadi pegawai.

Lalu ia, sang pemuda polos yang baru lulus kuliah itu terpaksa melakukan kejahatan yang dahulu paling ia benci yaitu : Menyogok ... Dahulu ketika ia masih menjadi mahasiswa, ia adalah seorang yang kritis dan selalu menentang paraktek KKN, tapi sekarang, realita harus memaksanya untuk menyogok ... ya menyogok ... perbuatan yang dahulu ia kutuk habis-habisan ...

Ia terjatuh kepada kejahatan yang paling ia benci. Kejahatan yang akhirnya membuta tulikan mata hatinya. Dan akhirnya ia akan terserat arus bah realita yang sangat hitam itu. Ia pun sudah memiliki sejuta argumen untuk membenarkan apa yang ia lakukan.

Ini adalah potret ketidakberdayaan seorang pemuda terhadap realita jahat yang mengepungnya, di depan, belakang, kanan, kiri, atas dan bawah. Ia adalah seorang yang terpaksa. Sebenarnya di dalam lubuk hati terdalamnya, ia menangis merintih ... Namun apa daya, air bah realita begitu derasnya mengalir sehingga kini ia hanya bisa pasrah dengan realita ... Dan kehidupanpun berjalan seperti apa adanya ...

Selasa, November 16, 2010

Kenapa tidak berkurban di iedul kurban ?

Iedul Adha tahun ini serasa berbeda. Setelah 8 tahun saya beriedul adha di Mesir, baru kali ini saya merasakan perbedaan dalam pelaksaan hari raya yang sedihnya karena perbedaan itu ada di negeri tercintaku Indonesia. Tepatnya ada yang merayakan pada hari selasa 16 November 2010 tapi ada juga yang melaksanakannya pada hari rabu 17 November 2010.

Saya tidak mau mempermasalahkan masalah ijtihadi yang sering terjadi di negeriku itu. Namun yang lebih menjadi fokus saya adalah keengganan masing-masing pihak untuk mengedepankan persatuan dan kesatuan umat. Memang dalam masalah ijtihad tidak ada yang salah, selama ijtihad itu berdasarkan metode yang mu'tamad dan mu'tabar dalam keilmuan islam sehingga yang salah mendapat satu pahala dan yang benar mendapat dua pahala.

Tapi alangkah indahnya jika masing-masing pengambil kebijakan ijtihad untuk lebih mendahulukan persatuan umat dengan melakukan tanazul dalam ijtihadnya. Hal ini tentunya sudah dicontohkan oleh para salaf kita. Dan yang paling tampak adalah apa yang dilakukan oleh Sayyiduna Hasan ra. yang memilih tanazul dalam ijtihad beliau untuk memimpin umat islam dan menyerahkan kepemimpinan umat islam kepada Muawiyah demi menjaga persatuan dan kesatuan umat islam.

Contoh teladan yang dilakukan oleh Sayyiduna Hasan ra. ini selaiknya dijadikan sebagai rujukan dalam permasalahan-permasalahan ijtihadi. Padahal kalau kita mau berfikir secara kasat mata, apa yang dilakukan Sayyiduna Hasan ra. itu lebih besar dampaknya karena itu adalah permasalahan kepemimpinan, nah bagaimana jika perkara yang diperselisihkan itu hanya penentuan awal bulan ? Bukankah alangkah lebih baik jika para pengambil ijtihad di negeri kita itu mengedepankan kesatuan umat dari pada mempertahankan hasil ijtihadnya yang sifatnya dhanny ?

Tentunya sifat 'demi umat' yang dimiliki oleh Sayyiduna Hasan ra. sangat sulit untuk diaplikasikan di negeri kita itu. Mungkin karena setiap pengambil kebijakan ijtihad menginginkan agar hasil ijtihadnya yang dipakai walaupun itu akan menyebabkan perpecahan dan ketidak kompakan dalam tubuh umat. Atau karena keinginan mereka untuk mempertahankan apa yang ada dan sudah menjadi warisan turun temurun yaitu perselisihan ?

Padahal Allah lebih suka melihat umat islam seperti benteng yang kokoh, karena benteng yang kokoh itu tidaklah mudah untuk roboh ketika diterpa oleh badai. Lalu kemudian jika keadaan yang dihadapi umat islam di Indonesia seperti sekarang ini, tercerai berai tak jelas bentuknya, maka jangan heran jika umat ini benar-benar seperti buih-buih yang banyak jumlahnya tetapi ringan dan kosong isinya sehingga mudah saja angin sepoi menerbangkannya jauh entah kemana. Pula jangan salahkan juga jika umat ini menjadi seperti makanan di meja yang siap disantap oleh siapa saja yang melihatnya.

Maka merupakan tugas para pengambil ijtihad itu untuk mengokohkan umat ini seperti benteng yang kuat. Bukankah inti dari iedul adha adalah pengorbanan ? Lalu kenapa para pengambil ijtihad negeri kita itu seakan enggan untuk mengorbankan hasil ijtihadnya demi persatuan umat islam dalam penentuan awal bulan qurban ? Jika keadaannya seperti ini, lalu apakah iedul qurban itu masihkan berarti ?

Selasa, November 02, 2010

Dilarang Merokok !!!

Sangat susah untuk merubah kebiasaan masyarakat yang sudah berjalan berpuluh-puluh tahun. Salah satunya adalah kebiasaan masyarakat kita yang suka merokok sembarangan. Saya sama sekali tidak mau mempermasalahkan apakah rokok itu boleh atau tidak, karena hemat saya setiap dari kita sudah tahu apa untung-ruginya merokok.

Merokok seperti pekerjaan manusia yang lain tentunya harus memiki aturan-aturan, salah satunya adalah tidak mengganggu orang lain. Betapa banyak kita lihat disekitar kita orang-orang yang merokok di tempat umum, di kendaraan umum, bahkan di ruang yang ber-ac pun ada yang tega untuk merokok. Hal ini tentunya sangat mengganggu orang-orang yang tidak merokok, termasuk saya pribadi.

Padahal jika mau jujur, perokok pasif sangat lebih berbahaya daripada perokok aktif. Namun herannya, jika kita hendak menegur orang-orang yang merokok sembarangan itu, bukannya permintaan maaf yang kita dapatkan, beruntung kalau si perokok hanya mengumpat atau mencaci, bahkan mungkin sampe adu otot. Memang penulis tidak bisa mengeneralisir semua perokok seperti itu, meskipun oknum-oknum perokok sembarangan bisa kita dapatkan dimana-mana.

Herannya, meski pemerintah sudah mengeluarkan undang-undang kawasan tanpa rokok, masyarakat seperti acuh tak acuh dan tetap merokok di tempat-tempat umum. Jika pemerintah sebagai pemegang otoritas kekuasaan saja sudah diacuhkan, maka bagaimana dengan masyarakat biasa ? Tentunya akan sangat sulit menegur dan mengubah kebiasaan masyarakat itu.

Maka hemat penulis, diperlukan cara yang tepat untuk dapat merubah kebiasaan merokok sembarangan itu. Karena tidaklah cukup dengan sebuah undang-undang tanpa ada sanksi yang jelas dalam hal ini. Karena kebanyakan masyarakat kita adalah masyarakat yang berpendidikan rendah. Pola fikir masyarakat kita yang kebanyakan berpendidikan rendah itu tentunya akan mudah diarahakan dengan adanya sanksi yang tegas dari pemerintah, contohnya saja sanksi finansial yang contohnya dapat kita lihat di singapura yang memberikan sanksi finansial bagi pembuang sampah sembarangan.

Sanksi finansial nyatanya akan sangat ampuh untuk menjalankan sebuah undang-undang yang kebanyakan akan dilaksanakan oleh masyakarat kita yang mayoritas berpendidikan rendah itu. Seperti apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta tentang sanksi bagi perokok sembarangan yang tertuang  dalam Peraturan Daerah No.2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, maka sebaiknya Pemerintah Daerah yang lain bersegera untuk mengeluarkan PP yang sama.

Kamis, Oktober 28, 2010

refleksi bencana

Tuhan mungkin bukan hanya bosan
Tapi sudah muak dengan tingkah kita semua
Tak mungkin musibah itu datang begitu saja

Alam sebenarnya sangat sayang dengan manusia
Tapi manusia tak sayang dengan alam
Akhirnya alampun marah meluap-luap

Apakah kita tak sadar jika alam sudah ditundukkan ?
Lalu kenapa tiba-tiba alam marah ?
Bukankah akibat itu karena sebab ?

Apakah manusia sudah merasa aman dari azab Tuhannya
Sedangkan ia sedang berlumuran dosa durjana
Maka beristighfarlah kita semua

Semoga Allah selalu menjaga kita
Dari azab yang datang tiba-tiba
Di waktu pagi, siang, petang dan malam

Jumat, Oktober 08, 2010

Kontemplasi

Akupun terdiam terhenyak tak bisa berkata apa-apa
Udara seakan ingin menterjemahkan segala pilu di dada
Akupun berlirih, biarlah aku pergi ke tempat persembunyian

Di sebuah gubuk tua hampir roboh
Akupun menangis sejadi-jadinya
Mengingat semua yang tak bisa terulang kembali

Benarlah jika kerugian itu
Milik mereka yang tak mengerti arti kesempatan
Lalu ketika semua sudah berlalu

Hanya sesal dan asa tak menentu
Tapi inilah hidup dan realita
Penuh duri, luka dan tawa

Tub Romli, 08 Oktober 2010

Sabtu, Oktober 02, 2010

Hilangkah aku ?

Apakah hilang juga bagian dari eksistensi ?
Ataukah ia adalah dimensi lain dari alam
Lalu kenapa aku merasa hilang padahal aku masih eksis ?
Juga kenapa aku merasa tiada padahal aku masih bernyawa ?

Akupun sudah berfikir untuk mempertegas keberadaanku
Namun sayangnya aku masih merasa hilang dan tiada
Katanya aku ada karena aku berfikir
Sepertinya itu sekarang tidak berlaku lagi

Kataku berfikir saja tidak cukup
Berfikir saja hanya akan menambah uban di kepala
Fikirpun tentu perlu dzikir sebagai penyeimbang
Karena berfikir tanpa dzikir ibarat jasad tanpa ruh

Berfikir itu ibarat berjalan di tengah padang pasir
Ketika manusia sudah putus asa dengan ujung padang pasir itu
Dzikirlah yang menjadi penolong
Ia ibarat oase di tengah padang pasir tanpa ujung

Lalu ketika fikir dan dzikir bersatu
Sedikit demi sedikit aku mulai menemukan eksistensi diri yang telah hilang
Perlahan tapi pasti ia membentuh sebuah kata yang semakin lama semakin terang
Kulihat disana tertera : Kamu adalah khalifah Allah di muka bumi ini ...

Minggu, September 26, 2010

Senja

Senja ini tak seperti biasa
Ku lihat matahari tersenyum padaku malu-malu
Entah apa yang hendak ia katakan
Tapi ku tahu ia mengintipku sedari tadi
Senja ini begitu istimewa
Karena sepoi angin dengan lembut menampar wajahku
Entah apa yang hendak ia bisikkan
Tapi ku tahu ia mendekapku sedari tadi
Senja ini begitu membahagiakan
Lihatlah ombak-ombak kecil berdatangan silih berganti
Entah apa yang hendak ia kabarkan
Tapi ku tahu ia mencariku sedari tadi
Senja oh senja ...
Kau pancarkan sejuta asa
Padaku disini yang meretas rasa
Senja oh senja ...
Ajarkan aku tuk mencinta
Ciptaan ilahi berjuta-juta ...

Sabtu, September 11, 2010

Hakikat 'Ied

'Ied sa'id ... 'ied mubarak ... hari raya iedul fitri yang begitu semarak. Banyak kita lihat orang-orang saling bermaaf-maafan, bersilaturahmi dan saling tukar makanan. Suasana yang begitu indah dilihat, membuat hati semakin bahagia dan fikiran tentram.

Setelah satu bulan penuh umat islam mengerjakan ibadah puasa, di hari yang penuh barokah ini semuanya bertakbir bersaut-sautan. Allahu Akbar ... Allahu Akbar ... Allahu Akbar ... La ilaha illallahu Allahu Akbar ... Allahu Akbar wa Lillahil Hamd ... Allah Maha Besar ... Allah Maha Besar .... Allah Maha Besar ... Tidak ada Tuhan selain Allah ... Allah Maha Besar  dan segala Puji bagi Allah ... Gema takbir itu bertalu-talu menandakan datangnya hari kemenangan. Ya, kemenangan setelah satu bulan menempa hawa nafsu, kemenangan yang menyebabkan manusia kembali lagi menjadi fitrah ... seperti bayi yang baru lahir ...

Betapa rona kebahagiaan begitu tampak, tua-muda, miskin-kaya, semuanya bersama-sama merayakan hari kemenangan ini dengan riang gembira. Masing-masing mempersiapkan baju baru untuk hari raya. Mungkin baju baru itu merupakan sebuah kiasan yang menyatakan bahwa jiwa mereka sebaru baju yang mereka pakai. Kini, jiwa-jiwa itu sudah menjadi jiwa yang lebih fitrah. Jiwa yang selalu mengajak manusia menjadi orang yang lebih baik.

Namun, hakikat dari 'ied bukan pada siapa yang memakai pakaian baru saja, namun lebih dari itu, 'ied adalah sebuah proklamasi kemenangan terhadap hawa nafsu, 'ied adalah sebuah pencapaian dari pertarungan yang dilakukan manusia ketika ia berpuasa di bulan ramadhan, sehingga iman yang berada di dadanya semakin tebal dan bertambah.

Maka merupakan sebuah ironi jika ied diisi dengan hal-hal yang bertentangan dengan semangat ramadhan. Ramadhan telah mengajarkan kepada kita untuk menahan hawa nafsu, baik itu nafsu perut, kemaluan dan nafsu-nafsu yang lain. Lalu ketika pada hari raya iedul fitri kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan semangat ramadhan, tentunya itu bukanlah hakikat dari ied itu sendiri. Karena ied adalah hasil, maka tentunya sangat tergantung kepada bagaimana di bulan ramadhan kita melakukan amalan-amalan yang dilipat gandakan itu.

Jika di bulan ramadhan kita lalui dengan ibadah dan hal-hal positif lainnya, maka label minal aidzin wal faizin sangat layak kita sandang. Namun apabila sebaliknya, maka mari kita jadikan ied ini sebagai salah satu cara untuk kembali muhasabah diri. Karena 'ied bukan selamanya harus diisi dengan kesenangan dan kebahagiaan, ia juga bisa diisi dengan tangisan dan perenungan.

Ada kalanya manusia harus tertawa-tawa dan merasa bahagia dengan kemenangannya, namun ada pula orang yang merasa takut itu adalah kemenangannya yang terakhir, atau ia takut di masa-masa yang akan datang kemenangan itu akan susah ia dapatkan. Sungguh berbahagialah orang-orang yang benar-benar merasakan kemenangan di ied tahun ini lahir dan batin. Semoga mereka-mereka itu dapat mempertahankan prestasi tersebut, atau bahkan bisa meningkatkannya.

Saya ingat betul kata-kata kiayi saya dulu :
العيد ليس لمن لبس الجديد
لكن العيد من إيمانه يزيد
(Ied itu bukan milik orang-orang yang berpakaian baru, namun ia milik orang yang imannya bertambah) ....

Selasa, September 07, 2010

Berdakwah ala Blogger

Ngeblog di zaman sekarang itu sudah merupakan kebutuhan. Bahasa gaulnya bisa disebut dengan citizen journalism, jadi bagaimana setiap warga dari sebuah komunitas menjadi jurnalis-jurnalis handal yang dapat mengumpulkan, menuliskan dan memberitakan kejadian-kejadian yang terjadi disekitar mereka dalam sebuah tulisan yang tidak didapatkan di media-media besar. Tentunya independensi dari setiap masyarakat jurnalis sangat dibutuhkan, meskipun subyektifitas dari setiap penulis tidak dapat disangkal lagi, namun setidaknya ada upaya-upaya untuk mencapai obyektivitas yang kita dambakan bersama.

Ngeblog juga bisa menjadi balance berita dari media-media mainstream, karena tentunya media-media mainstream itu tidak lepas dari kepentingan pemilik saham terbesarnya. Bisa jadi propaganda-propaganda untuk kepentingan pribadi diputar balikkan menjadi fakta-fakta yang absolut. Karena tentunya tanyangan atau berita yang diulang-ulang dan disertai dengan tambahan-tambahan akan menambah keyakinan pembaca ataupun pemirsa akan kebenaran berita tersebut. Nah, disinilah masyarakat jurnalis menjadi penting posisinya karena dapat menawarkan berita lain yang tentunya lebih akurat karena dialami langsung oleh sang pembuat berita.

Serangan 11 September 2001 adalah salah satu contoh dimana masyarakat dunia digiring kepada sebuah fakta palsu tentang siapa dibalik serangan maut tersebut. Tentunya media-media mainstream sangat berperan dalam penggiringan tersebut, walaupun sampai sekarangpun fakta sebenarnya dari kejadian tersebut belum terungkap secara pasti. Akhirnya banyak warga yang mencoba untuk mencaritahu fakta tersebut dengan menganalisa video, foto, dan kejadian-kejadian sebelum tragedi tersebut sebagai informasi 'lain' dan berbeda dari informasi yang diberitakan media-media mainstream.

Dalam lingkup masisir, tentunya blogging merupakan suatu hal yang sudah tidak asing lagi. Karena tuntutan zaman yang mengakibatkan apa saja yang kita alami dapat dibuat menjadi cerita yang menarik. Tetapi sayangnya, budaya ngeblog sepertinya tidak begitu populer di kalangan masisir. Hal ini dapat di lihat dari minimnya masisir yang memiliki blog aktiv. Padahal, media blog dapat dijadikan latihan untuk menulis. Bahkan bisa dibuat sebagai media untuk berdakwah dan menyebarkan pemikiran islam yang moderat.

Berdakwah ala blogger tentunya sangat menarik dan lebih obyektif. Menarik karena tentunya banyak hal yang bisa dituangkan baik itu dalam bentuk tulisan ataupun audio visual yang tidak didapatkan dari media-media mainstream. Obyektif karena bebas dari tekanan dan permintaan (standarisasi)  yang biasanya ditetapkan oleh media-media mainstream. Semakin dekat sebuah tulisan dengan agenda dan ideologi media tersebut maka tulisan itu akan layak cetak/terbit. Berbeda dengan menulis di blog yang lebih bebas dan independen karena penulis bisa bebas mengekspresikan semua pemikirannya tanpa ada ketakukan tulisan itu tidak layak terbit ataupun kegamangan karena tulisannya tidak sesuai dengan idiologi orang lain.

Lebih dari itu, berdakwah ala blogger tentunya akan lebih efektif karena perkembangan dunia modern yang cenderung menuju kepada internetisasi dalam segala bidang kehidupan. Berdakwah ala bloger akan sangat efektif karena betapa banyak pengguna media online saat ini, maka akan sangat tepat jika arah dakwah dibelokkan menjadi Edakwah sehingga dakwah menjadi tepat sasaran. Maka, tentunya dengan pergeseran kecenderungan tersebut menjadikan dakwah ala blogger akan lebih efesien, baik itu secara materi, waktu ataupun tenaga. Karena cukup dengan menulis beberapa waktu di depan komputer dan memposting tulisan itu maka tulisan kita akan dapat dibaca banyak orang. Jadi kalau mau kita bandingkan efesiensi dan efektivitas antara berdakwah secara cetak dan online, maka berdasar pekembangan zaman berdakwah secara online akan lebih efektif dan efisien.

Tentunya peluang ini seharusnya dipergunakan sebaik mungkin oleh masisir. Karena, masisir harus bisa mencari celah-celah peluang yang dapat memberikan kemanfaatan kepada khalayak ramai. Betapa banyak kita lihat orang-orang yang hendak mencari informasi lalu kemudian dia mendapatkan informasi yang salah dari internet. Hal ini tentunya menjadi kewajiban masisir sebagai ujung tanduk dakwah dalam menyebarkan paham-paham yang toleran dan moderat yang sedang masisir gali di negeri para nabi ini.

Kalau boleh saya memberikan istilah, maka saya akan mengistilahkan masyarakat indonesia sebagai masyarakat copy paste. Ya, karena banyak dari masyarakat kita yang langsung menelan mentah-mentah informasi yang dia dapatkan di internet tanpa ada proses filter terlebih dahulu, khususnya artikel-artikel tentang keislaman yang biasanya ditulis di blog, sehingga kebanyakan masyarakat kita gampang terbawa paham-paham yang tidak moderat dan cenderung ekstrim. Hal ini tentunya merupakan PR kita bersama sebagai bagian dari komunitas masisir yang sedang menuntut ilmu agama yang moderat.

Namun ternyata tantangan yang paling besar bukan pada fasilitas, karena fasilitas untuk menjadi jurnalis-jurnalis warga sudah dapat dengan mudah kita temukan di website-website blogging, ambil saja contoh www.blogger.com, www.wordpress.com, atau media blogging lokal seperti kompasiana. Akan tetapi lebih kepada kemauan masisir itu sendiri untuk membuat sebuah gerakan dan kontribusi nyata untuk bangsa dan negara kita. Jika tidak dari sekarang kita mulai untuk memberikan informasi yang baik dan benar kepada masyarakat kita yang copy-paste itu, maka kapan lagi kita akan bersumbangsih kepada bangsa dan negara tercinta kita itu ?

Selasa, Agustus 31, 2010

Cinta Dunia

Menjadi seorang yang bebas dari kungkungan segala macam perangkap dunia begitu susah. Karena hampir diseluruh lini kehidupan, manusia modern tidak bisa lepas dari tuntutan-tuntunan keduniaan. Apa yang disebutkan sebagai Wahn ini sudah menjadi penyakit akut yang sangat berbahaya. Bentuk-bentuk cinta dunia ini bisa berupa cinta materi (materialistik) sehingga ia akan lupa pada kematian sampai pada tahap seakan-akan manusia ini hidup selamanya di dunia ini.

Penyakit ini sangat berbahaya karena dapat melemahkan umat, karena sebuah umat yang sudah terjangkit penyakit ini, maka kehidupannya terasa sempit karena yang ia fikirkan adalah apa yang ia terima. Semua pekerjaan yang ia lakukan, ia lakukan dengan pamrih dan dengan mengharap imbalan materi. Maka, apa yang ia hasilkan adalah apa yang ia harapkan itu. Ia hanya akan menghasilkan produk-produk wah tanpa ber-ruh. Produk-produk yang hanya mengutamakan sampul dan penampilan, bukan esensi dan substansi. Maka jadilah umat itu, umat yang berpenampilan raja tapi bermental budak. Umat semacam ini akan mudah dikendalikan dan diatur, cukup dengan menguasai apa yang ia harapkan (materi) maka umat ini akan menjadi budak.

Dunia modern yang sudah dikuasai oleh kapitalisme ini telah menarik manusia dari jalur kefitrahannya menuju apa yang kita sebut sebagai money oriented atau orientasi keuangan. Manusia yang diciptakan untuk menjadi khalifah dengan keikhlasan sebagai modal utamanya kini sudah sangat jarang kita temukan. Semuanya akan berujung kepada materi, materi dan materi. Sungguh sebuah fenomena yang begitu mengiris hati dan menyesakkan dada sebagai seorang muslim yang telah diwanti-wanti oleh Rasulullah saw. untuk menjauhi penyakit ini.

Bukan berarti seorang muslim tidak boleh untuk mengambil hak dunianya lalu ia menjadi seorang yang terisolasi dari dunia, bukan seperti itu, namun ajaran untuk menjauhi cinta dunia itu lebih kepada apa yang di dalam hati manusia itu sendiri. Karena manusia itu akan bekerja sesuai dengan apa yang ia yakini, maka pekerjaan hati begitu penting sehingga Rasulullah saw. bersabda bahwa setiap pekerjaan itu tergantung kepada niatannya. Jika niatannya ikhlash karena Allah, maka ia akan mendapatkan apa yang tidak ia prediksikan, namun jika niatannya adalah karena keduniaan, maka ia akan mendapatkan apa yang ia niatkan itu saja.

Islam itu adalah ajaran yang mengutamakan keseimbangan dalam segala lini, begitu juga dalam masalah dunia dan akhirat, karena kesuksesan akhirat dapat diraih ketika manusia sukses menjalankan ajaran agama di dunia ini. Maka dunia dan akhirat ibarat dua mata koin yang tidak dapat dipisahkan. Tanpa kehidupan dunia, manusia tidak bisa mencapai akhirat karena ia adalah sebuah ketidakberadaan. Begitupun sebaliknya, dunia tanpa akhirat ibarat jasad tanpa ruh, ia akan kehilangan arah tujuan bahkan tidak lebih baik dari binatang. Maka islam mengajarkan manusia untuk menjadi manusia yang orientasinya adalah akhirat namun ia tidak melupakan bagian rezekinya di dunia.

Manusia yang seperti itu akan terbebas dari kungkungan keduniaan karena ia akan menjadikan dunia sebagai alat dan jalan menuju akhirat, bukan tujuan dan akhir dari perjalanannya. Ia tahu bahwa keberadaannya di dunia ini hanya sementara saja, ia akan mati dan nanti semua pekerjaannya akan diperhitungkan di akhirat. Maka, ia sama sekali tidak akan terperangkap oleh dunia. Ia akan selalu bersabar dan bersyukur. Jika dunia datang kepadanya dengan melimpah ruah maka ia akan bersyukur dengan mempergunakan kenikmatan itu untuk kebaikan dan memberikan bagian orang-orang miskin yang ada di dalam hartanya itu. Begitupun jika dunia datang kepadanya dengan susah dan malu-malu, maka ia akan bersabar dengan semua ketentuan Allah sembari tidak berputus asa akan rezeki dan rahmat dariNya.

Maka disinilah kekuatan umat akan muncul dengan gagahnya. Ketika semua elemen umat sudah terbebas dari penyakit wahn tersebut, maka setiap individu akan memikirkan apa yang ia berikan, bukan apa yang ia terima. Karena orang-orang yang sudah terbebas dari wahn ini akan mengerjakan setiap pekerjaannya secara maksimal dan tanpa pamrih. Yang ia harapkan hanyalah keridhaan Allah semata, sehingga seluruh daya upaya yang terpendam di dalam dirinya akan keluar begitu saja. Ia akan do the best and give the best, bekerja yang terbaik dan memberikan yang terbaik. Lalu ia akan menjadi motor pembaharuan bagi komunitas disekitarnya, karena ia ikhlash karena Allah swt.

Selasa, Agustus 24, 2010

Tafakkur

Allah, aku tidak tahu siapa aku ini
Aku seperti hilang di semak-semak tak bertepi
Hidupku ini seperti tanpa arti

Lalu apa bedanya aku dengan binatang ?
Yang hanya mengikuti birahinya saja
Makan minum lalu bersenggama

Padahal manusia tak serendah itu
Manusia bukan binatang biasa
Ia adalah makhluk spesial

Ia diciptakan tidak untuk kesia-siaan
Ia ada sebagai khalifah
Pembawa keselamatan alam jagat raya


Puja dan pujiku bagi Dia sang pencipta manusia
Lalu membekalinya dengan akal daya upaya
Agar di dunia ini tidak sengsara

Bahkan nanti di syurga
Dengan kenikmatan tiada tara
Bagi manusia pilihan penghuni syurga

Lalu aku bertafakur disini
Di pojok kamar sendiri
Tuk mencari ketenangan hati

Sabtu, Agustus 21, 2010

Puasa dan Amarah

Rasa lapar dan haus seringkali mengakibatkan tensi darah kita cepat naik. Tersinggung sedikit saja sudah bisa membuat amarah berkobar-kobar, apalagi sampai adu mulut secara konfrontatif, tentunya ubun-ubun akan terasa pusing dan mata akan gelap.

Sejatinya puasa itu adalah ajang untuk menempa nafsu kita agar menjadi lebih baik. Puasa merupakan salah satu cara agar liarnya nafsu dapat dikendalikan, minimal dengan mengatakan kepada diri sendiri, saya puasa .. saya puasa. Nah, hal ini yang biasanya kita kenal dengan istilah pengendalian diri, akan memberikan dampak sangat positif kepada kita, baik itu untuk individu ataupun sosial.

Menahan amarah sangat bermanfaat bagi pribadi kita, karena betapa banyak manusia yang akhirnya terjerembab kepada dosa besar, baik itu karena membunuh atau hal lainnya, karena ia tidak dapat menahan amarahnya. Bahkan kadang dosa-dosa besar itu hanya disebabkan oleh hal-hal remeh yang kalau difikirkan dengan jernih dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Menahan marah juga bermanfaat bagi sosial kita, karena dengan dibudayakannya sifat maaf dan menahan amarah, maka sikap main hakim sendiri ataupun gegabah dalam memberikan kesimpulan akan dapat dihindarkan. Masyarakat yang sudah terbiasa dengan sikap marah yang berlebihkan karena sesuatu yang belum jelas duduk perkaranya akan menjadikan masyarakat itu beringas dan tidak taat hukum. Bahkan dalam beberapa kesempatan, akan sangat merugikan bagi masyarakat itu sendiri secara khusus dan entitas lain yang lebih besar seperti agama, bangsa dan negara.

Menahan amarah dan suka memaafkan bukan berarti kita membiarkan saja hak-hak kita didzalimi begitu saja. Bukan seperti itu, namun sikap menahan marah dan memaafkan itu lebih kepada bagaimana setiap individu mampu menahan dirinya untuk tidak berbuat suatu hal yang gegabah. Adapun hak-hak yang didzalimi, tentunya ada mekanisme yang harus dijalani untuk menuntutnya. Bisa dengan melaporkan kepada yang berwajib, atau kepada pihak-pihak yang dapat menyelesaikan masalah itu dengan baik dan benar.

Tentunya puasa merupakan momen yang tepat untuk melatih diri kita semua untuk membudayakan menahan amarah itu. Puasa itu ibarat benteng yang dapat membentengi manusia dari hal-hal negatif baik itu yang berasal dari dalam dirinya berupa nafsu ataupun yang berasal dari luar berupa godaan syaitan. Benteng itu akan sangat kuat jika yang menjaga juga kuat, apalagi jika bentengnya sudah kuat, sedikit saja pertahan maka akan menambah kekuatan beteng tersebut. Begitu juga dengan puasa, ia adalah benteng yang sangat kuat, dan akan lebih kuat lagi jika kita menjaganya dengan menahan diri kita dari segala macam nafsu, baik itu nafsu perut, nafsu kelamin, nafsu marah dan nafsu-nafsu yang lain.

Tapi benteng yang kuat tanpa penjagaan yang kuat akan membuat benteng itu lemah. Hal ini yang menyebabkan, kenapa orang-orang yang berpuasanya masih saja ada yang berbuat kejahatan dan dosa. Bukankah faktor negatif dari luar yang berupa syaitan sudah dibelenggu ? Namun jangan dilupakan bahwa ada faktor negatif lainnya yang masih aktif yaitu yang berapa di dalam diri manusia. Nafsu ini akan senantiasa membisikkan kejahatan dan dosa ke hati manusia. Baik itu dalam bentuk fikiran, perkataan sampai pada perbuatan.

Nah, jika penjagaan terhadap benteng puasa itu lemah, maka sedikit demi sedikit, nafsu akan menguasai manusia. Ia akan menyeret kita kepada lubang dosa perlahan-lahan. Bahkan tanpa kita sadari, kita telah masuk kepada jurang dosa. Maka, tentunya orang-orang yang mampu melakukan penjagaan yang baik kepada benteng puasa itu yang akan dapat menjadi pemenang nanti diakhir bulan. Dzikir tentunya merupakan penjagaan minimal yang bisa kita lakukan. Apalagi ditambah dengan kebaikan-kebaikan lainnya yang telah dilipat gandakan pahalanya di bulan yang penuh barakah ini.

Jumat, Agustus 20, 2010

Ramadhan Bulan Al-Quran



Para salaf mengetahui hubungan antara bulan Ramadhan dan Al-Quran, sehingga perhatian mereka sangat besar kepada Al-Quran di bulan itu. Imam Malik tidak memberikan fatwa dan mengajar pada bulan Ramadhan dan beliau berkata bahwa Ramadhan adalah bulan Al-Quran. Imam Syafi'ie setiap bulannya menghatamkan Al-Quran sebanyak 30 kali dan sebanyak 60 kali pada bulan Ramadhan. Imam Ahmad menutup kitab-kitabnya dan mengatakan bahwa Ramadhan adalah bulan Al-Quran.

Selasa, Agustus 17, 2010

Merdeka Atau Mati

Alhamdulillah sudah 65 tahun bangsa ini menghirup kemerdekaannya. Kemerdekaan yang didapatkan dengan perjuangan dan tetesan darah leluhur kita. Kemerdekaan setelah lebih dari tiga setengah abad menjadi bangsa jajahan yang lemah. Namun akhirnya pada 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia mampu untuk memproklamirkan dirinya sebagai bangsa yang merdeka.

Sebuah anugerah juga hasil dari daya upaya leluhur kita sehingga pada waktu itu bangsa Indonesia dapat sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya di muka bumi ini.


Sungguh kemerdekaan bangsa ini betul-betul diperoleh dengan kerja keras dan pengorbanan tiada tara dana seluruh anak bangsa ini. Sehingga walapun pada 10 November 1945 pasukan Inggris dan sekutu ingin kembali menjajah Indonesia, namun usaha mereka akhirnya sia-sia karena darah-darah anak bangsa ini tidak mau kemerdekaan yang baru saja diperoleh direbut begitu saja oleh penjajah baru.

Bung Tomo yang pada waktu itu menjadi pemimpin pasukan Indonesia di Surabaya berpidato dengan sangat lantang dan menggebu-gebu. Sehingga kata-kata beliau 'merdeka atau Mati' selalu terngiang ngiang di hati para pejuang untuk mempertahankan kemerdekaan dari invasi Inggris dan sekutu pada waktu itu. Tidak lupa deretan takbir bertalu talu dalam pidato Bung Tomo menggetarkan dada-dada anak bangsa baik dulu dan sekarang, sehingga perjuangan untuk mempertahankan kemerdakaan itu begitu terasa 'indah' dan 'membanggakan' ...

Merdeka atau Mati, Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar ...

Minggu, Agustus 15, 2010

Puasa dan Ibadah Sosial

Bismillahirrahmanirrahim

Puasa dan Ibadah Sosial

Assalamualaikum Wr. Wb.

الحمد لله ثم الحمد لله، الحمد لله حمداً يوافي نعمه ويكافئ مزيده، يا ربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك ولعظيم سلطانك. سبحانك اللهم لا أحصي ثناء عليك أنت كما أثنيت على نفسك. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله وصفيه وخليله. خير نبي أرسله. أرسله الله إلى العالم كلِّهِ بشيراً ونذيراً. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد صلاةً وسلاماً دائمين متلازمين إلى يوم الدين. أما بعد

Kasih sayang diantara muslim merupakan ajaran yang selalu kita temukan di dalam ajaran agama kita, seruan untuk bersatu dan bersepenanggungan serta ajakan untuk meninggalkan benih-benih permusuhan dan percekcokan. Allah berfirman :

هو الذي أيدك بنصره وبالمؤمنين وألف بين قلوبهم

Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukmin, dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman).

Islam adalah ajaran yang selalu menyeru pengikutnya untuk senantiasa memiliki rasa yang satu, yaitu rasa sebagai seorang muslim yang mana Rasulullah saw. menggambarkannya sebagai sebuah tubuh, jika salah satu anggotanya sakit maka seluruh badan akan sakit pula, Rasulullah saw. bersabda :

مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم مثل الجسد إذا اشتكى شيئا تداعى له سائر الجسد بالسهر والحمى

Perumpamaan orang-orang mu’min di dalam kasih sayang mereka seperti badan yang jika salah satu bagiannya merasa sakit, maka anggota badan yang lain akan sulit tidur dan panas.

Dalam sabdanya yang lain Rasulullah saw. bersabda :

المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضا

Seorang mu’min bagi mu’min yang lainnya itu ibarat bangunan yang saling menyokong satu sama lainnya.

Disini kita bisa melihat bagaimana islam sangat memperhatikan solidaritas antara sesama. Solidaritas yang berdasarkan kepada satu keyakinan yang sama, sehingga dalam suatu hadist di sebutkan bahwa seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya.

المسلم أخو المسلم لا يظلمه و لا يسلمه و من كان في حاجة أخيه كان الله في حاجته و من فرج عن مسلم كربة فرج الله عنه بها كربة من كرب يوم القيامة و من ستر مسلما ستره الله يوم القيامة

Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim lainnya, ia tidak akan mendzalimi dan menjerumuskannya kepada kejelekan, dan barang siapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membantu kebutuhannya, dan barang siapa yang membebaskan seorang muslim dari kesusahan maka Allah akan membebaskannya dari kesusahan pada hari kiamat, barang siapa yang menutup aib seorang muslim maka Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat.

Seorang muslim adalah saudara yang lebih dari saudara kandung, karena saudara kandung hanya dalam ikatan keduniaan saja, sedangkan saudara seiman adalah ikatan akhirat yang dapat membawa manusia ke syurga.

Jamaah shalat tarawih yang dimuliakan Allah …

Puasa di bulan Ramadhan bukan hanya merupakan ibadah individual, ia juga adalah ibadah sosial. Rasa lapar yang kita rasakan merupakan salah satu bukti bahwa puasa mengajarkan kita untuk merasakan apa yang orang-orang lain rasakan. Dari situ akan timbul rasa solidaritas sosial. Karena hal yang paling berkesan adalah jika kita dapat merasakan penderitaan yang orang lain rasakan, maka hal itu akan menyentuh aspek terdalam dalam diri manusia yaitu rasa senasib dan sepenanggungan.

Kita yang hanya merasakan lapar selama 17 jam akan tergugah dengan penderitaan orang lain yang mungkin sudah merasakan lapar lebih dari 17 jam. Maka puasa akan memberikan perubahan positif kepada mentalitas kita untuk membantu sesama. Dalam sebuah hadist rasulullah saw. menyebutkan tentang paling utamanya pekerjaan, sabda beliau :

أفضل الأعمال أن تدخل على أخيك المؤمن سرورا أو تقضي عنه دينا أو تطعمه خبزا

Pekerjaan yang paling utama adalah jika engkau membahagiakan seorang mu’min atau menunaikan hutangnya atau memberinya makan.
Sabda beliau juga :

أحب الناس إلى الله أنفعهم و أحب الأعمال إلى الله عز و جل سرور تدخله على مسلم أو تكشف عنه كربة أو تقضي عنه دينا أو تطرد عنه جوعا و لأن أمشي مع أخي المسلم في حاجة أحب إلي من أن أعتكف في المسجد شهرا

Manusia yang paling saya cintai adalah orang yang paling bermanfaat dan pekerjaan yang paling Allah cintai adalah rasa senang yang kau berikan kepada seorang muslim atau membantu kesusahannya atau menunaikan hutangnya atau memberinya makan, dan berjalan bersama saudaraku untuk suatu hajat lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid selama satu bulan.

Memberikan makan dan mengumpulkan orang-orang untuk makan merupakan salah satu pekerjaan yang paling utama, walaupun orang-orang yang dikumpulkan itu bukan orang fakir miskin, meski tentunya akan lebih baik jika mereka adalah orang-orang yang lebih membutuhkan dan sedang berpuasa.

Karena pahala yang akan didapatkan orang-orang yang memberi makan orang puasa adalah sama dengan pahala orang yang puasa tersebut tanpa dikuranginya pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun. Rasulullah saw. bersabda :

من فطر صائما كان له مثل أجره ـ غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيئا

Barang siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa dikurangi pahalanya sama sekali.

Lebih dari itu, malaikat akan bersholawat kepadanya dan malaikat Jibril akan menjabat tangannya. Rasulullah saw. Bersabda :

من فطر صائما في شهر رمضان من كسب حلال صلت عليه الملائكة ليالي رمضان كلها، وصافحه جبريل ليلة القدر، ومن صافحه جبريل عليه السلام يرق قلبه وتكثر دموعه

Barang siapa yang memberi makan orang berpuasa pada bulan Ramadhan dari hartanya yang halal, maka malaikat akan bersholawat kepadanya di setiap malam-malam Ramadhan, dan Jibril akan menjabat tangannya di malam lailaul qadr, dan barang siapa yang berjabat tangan dengan Jibril, maka hatinya akan lembut dan air matanya akan banyak.

Betapa besarnya penghormatan Jibril kepada orang-orang yang memberikan makan kepada orang berpuasa. Adapun maksud dari berjabat tangan dengan jibril pada malam lailatul qadr adalah isyarat bahwa orang tersebut akan memenangkan pahala malam 1000 bulan itu.

Juga orang-orang yang memberi makan orang berpuasa akan dibalas dengan jenis makanan yang ia berikan. Rasulullah bersabda :

أيما مؤمن سقى مؤمنا شربة على ظمأ، سقاه الله يوم القيامة من الرحيق المختوم. وأيما مؤمن أطعم مؤمنا على جوع، أطعمه الله من ثمار الجنة

Sesiapa mu’min yang memberi minum mu’min lainnya yang sedang haus, Allah akan memberinya minuman di hari kiamat dan Rahiq Al-Makhtum. Dan sesiapa mu’min yang memberikan makanan kepada mu’min lainnya yang sedang lapar, Allah akan memberinya makan dari buah-buahan syurga.

Sesedikit apapun makanan itu, allah akan membalasnya dengan yang lebih baik. Rasulullah saw. Bersabda :

من فطر فيه صائماً كان مغفرة لذنوبه وعتق رقبته من النار، وكان له مثل أجره من غير أن ينقص من أجره شيء "، قالوا: يا رسول الله ، ليس كلنا يجد ما يفطر به الصائم، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " يعطي الله هذا الثواب لمن فطر صائماً، على مذقة لبن، أو تمرة، أو شربة ماء، ومن سقى صائماً سقاه الله من حوضي شربة لا يظمأ بعدها، حتى يدخل الجنة

Barang siapa yang memberi makanan orang berpuasa, maka itu adalah ampunan bagi dosa dan pembebasannya dari api neraka, dan ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa tanpa dikuranginya pahala orang yang berpuasa itu sama sekali, mereka (sahabat) berkata : Wahai Rasulullah, tidak semua kami dapat memberi makan orang berpuasa, Rasulullah saw. Menjawab : Allah akan memberikan pahala kepada siapa yang memberi makan orang berpuasa, pada cicipan susu, atau kurma, atau tegukan air, dan barang siapa yang memberi minum orang berpuasa, Allah akan memberinya minum dari Haudh (sungai)-ku dengan minuman yang ia tidak akan haus setelah meminumnya sampai ia masuk syurga.

Memberi makan orang berpuasa juga merupakan akhlak orang-orang sholeh. Junjungan kita nabi Muhammad saw. Merupakan teladan yang patut kita contoh dalam hal ini. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس، وكان أجود ما يكون في رمضان

Rasulullah saw. Adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi ketika bulan Ramadhan.

Jamaah shalat taraweh yang dimuliakan Allah …

Suatu ketika seorang salaf ditanya : Kenapa puasa disyariatkan ? Ia menjawab : Agar orang-orang kaya merasakan rasa lapar sehingga ia tidak lupa dengan orang-orang yang lapar.

Maka marilah bersama-sama kita pergunakan bulan yang penuh rahmat ini, untuk kembali menabur benih-benih kebaikan kepada sesama. Marilah kita pergunakan barokah di bulan ini untuk meningkatkan amalan ibadah kita, baik itu Ibadah vertikal (hablun minallah ) dan ibadah horizontal (hablun minan-nas) sehingga nanti kita dapat keluar dari bulan ini dengan kemenangan besar yaitu terbebas dari api neraka dan terlahir kembali seperti bayi.

هدانا الله و إياكم

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Rabu, Agustus 04, 2010

Realitas Terbalik

Tertawa membuat kita bisa melupakan semua keluh kesah yang sedang menghimpit dada. Tertawa juga akan meringankan beban fikiran kita yang semakin menumpuk dan menyesakkan dada. Ada kalanya manusia harus tertawa ketika ia sedang bersedih. Bukan karena ia tidak menghayati kesedihannya, namun adakalanya tawa itu akan sedikit mengobati kekesalannya kepada dirinya sendiri.

Inilah realita kehidupan yang harus kita hadapi. Barang siapa yang menanam dia pasti akan menuai. Tak ada sesuatupun yang terjadi kebetulan di alam ini. Setiap kejadian pasti tidak akan pernah keluar dari hukum sebab akibat. Tidak ada asap tanpa api, semuanya berputar menjadi harmoni yang begitu indah.

Walaupun sebagian dari kita ada yang tidak mengerti arti simfoni kehidupan itu. Sehingga ia merasa bahwa kehidupan ini begitu tidak adil. Kenapa harus ada kaya miskin, bahagia sengsara bahkan mukmin kafir ? Itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang tidak realitis, karena kehidupan adalah kumpulan realita yang saling bertolak belakang. Siang malam, matahari bulan, hidup mati, bahagia sengsara, semua itu adalah realita kehidupan yang harus kita sadari.

Kumpulan realita itu adalah realita yang hakiki, ia ada selama manusia itu ada di muka bumi ini. Maka sangat konyol jika kita hanya ingin menerima salah satu dari realita itu, kehidupan itu bukan hanya satu macam realita, ia adalah realita yang selalu bertolak belakang. Maka, dalam setiap bagian realita itu manusia harus siap dan sadar. Siap dengan kemungkinan-kemungkinan yang lain, dan sadar bahwa realita itu adalah sebuah realita yang lain dari realita hakiki.

Namun yang harus di garis bawahi adalah bahwa apapun realita yang sedang kita alami, hendaklah kita senantiasa berbaik sangka kepada Pembuat realita. Karena Allah-lah yang paling tahu apa realita yang terbaik buat kita. Manusia hanya bisa berusaha Tuhan yang menentukan. Man proposes God disproses. Toh tak ada salahnya ketika kita sedang ditimpa realita yang tidak kita harapkan, kita tersenyum.

Karena inilah realita terbaik untuk kita menurut Allah berdasarkan hukum sebab akibat. Allah pastinya selalu menginginkan kebaikan kepada hamba-hambanya, maka dari itu Ia memberikan pilihan, ia lalu tunjukkan mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Hal ini nantinya yang akan menuntun kita kepada realita ideal, yaitu realitas yang sesuai dengan tuntunan dan pengetahuan Allah.

Realita ideal inilah yang akhirnya harus menjadi tolak ukur setiap manusia. Bahwa apapun realitas yang menimpa, baik ataupun buruk maka hanya dua pilihan yang mungkin dilakukan yaitu bersabar dan beryukur ... tidak ada yang ketiga.

Sabtu, Juli 31, 2010

Nur Allah

Aku tak lagi dapat melihat nur Allah. Seakan hijab-hijab dosa telah menutup mata hatiku hingga yang tersisa hanyalah debu-debu dosa. Nur Allah sekali-kali tidak akan diberikan kepada orang yang selalu bermaksiat. Karena maksiat itu ibarat nuktah hitam di atas kertas yang putih, semakin banyak nuktah-nuktah itu maka semakin hitamlah kertas itu.

Menurut Al-Qazwainy dalam kitabnya 'Ajaibul Makhluqot wa Gharaibul Maujudat' (Keajaiban dan Keanehan Makhluk Hidup) Manusia itu adalah sari pati dari alam. Ia bisa dikatakan sebagai tumbuhan karena ia tumbuh, ia juga bisa disebut hewan karena bergerak dan ia bisa dikatakan malaikat karena ia bisa mengetahui hakikat kehidupan.

Jika manusia condong kepada salah satu hal di atas maka, jika ia condong kepada ketumbuh-tumbuhannya maka kehidupannya hanya akan akan diisi dengan makan dan membuang sisa makanan saja, jika ia condong kepada kehewan-hewanannya, maka ia bisa buas sebuas singa, licik selicik ular atau dungu sedungu keledai, juga jika ia lebih condong kepada kemalaikatannya maka ia akan lebih memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan akhirat sehingga dengan itu dia bisa menjadi makhluk Allah yang paling mulia.

Maka, jika manusia lebih condong kepada kehewan-hewanannya atau ketumbuh-tumbuhannya saja ia akan akan terhalang dari nur kemalaikatan sehingga ia akan jauh dari nur Allah yang disebuatkan dalam Al-Quran dengan sebutan Sesungguhnya mereka seperti binatang bahkan lebih rendah derajatnya ...

Sabtu, Juli 24, 2010

Sekat

Rasanya ingin ku katakan padamu : Hanyutlah engkau bersama sepoi angin di pagi ini ... Hanyutlah bersama eksotisme kesemuan yang tak pernah kau impikan ... Hanyutlah dengan kenihilan itu ... Lalu menyatulah kepada alam agar engkau tahu bahwa keberadaanmu bukanlah sebuah kesia-siaan ... Lihatlah kepak sayap beburungan di rancak-rancak kering kehidupan itu ... kemudian cobalah kau siulkan lagu keagungan ... tiuplah keras-keras agar alam tahu, bahwa kau benar-benar ada.

Tahukah kau, jika alam tanpamu adalah kesia-siaan ? Tahukan kau jika sebenarnya kau adalah sang raja di mata alam ? Namun kenapa kau buat pembatas-pembatas itu ? Kau pilah-pilih menjadi kelompok-kelompok yang saling tikam menikam ? Kau sendiri yang menurunkan derajat nilaimu, padahal sepatutnya kau adalah penguasa ? Ya, masing-masih dirimu adalah penguasa.

Lalu kemudian kau anggap dirimu 'lebih' dari kau-kau yang lain ? Kau anggap dirimu 'lain' dari dirimu-dirimu yang lain ? Lalu kau serukan bahwa hanya kaulah penguasa, hanya kaulah yang berhak bersabda !!! Lihatlah sabda alam ... lihat dan perhatikan ... dan kau akan mendapatkan bahwa dirimu adalah dirinya, dirimu adalah dirimu-dirimu yang lain ...tak ada pembatas, tak ada beda ...dirimu adalah sama dengan dirinya ...

Lalu dimana kamu buang persamaan itu ? Apakah kau tidak berasal dari alam ? Ya, kau adalah alam yang nanti kembali ke alam. Aku, kau dan mereka semua ... Maka kemarilah, duduklah di sampingku, lalu coba kita bicarakan kesemuan-kesemuan itu ... Mari kita tetapkan, bahwa sekat dan strata itu adalah kesalahan terbesar yang pernah ada di alam ini.

Sabtu, Juli 17, 2010

Summer Tour 2010

Akhirnya saya putuskan untuk ikut Summer Tour tahun ini. Walaupun obyek wisatanya pernah saya kunjungi, namun itu sudah tujuh tahun yang lalu, pastinya banyak perubahan dan perkembangan di obyek wisata itu. Matrouh, nama tempatnya. Daerah pantai yang begitu indah dengan obyek andalan kamar mandi Cleopatra yang sekarang sudah berubah menjadi batu karang tak terurus. Juga Pantai Agibah yang bisa dapat kita temukan di perairan Nusantara yang lebih Agibah dari itu, karena negara kita lebih kaya dengan wisata pantai dari negara manapun di dunia ini.

Tujuan utama saya mengikuti tour ini bukan karena ingin menikmati keindahan Agibah ataupun daerah Matrouh itu. Tak lain dan tak bukan karena dulu ketika saya kesana, saya belum punya kenangan foto, jadi saya ingin kesana kembali untuk mengambil foto disana :D Apalagi tahun ini banyak teman-teman yang ikut serta, pasti lebih terasa semarak dan menarik.

Juga disamping itu, harga yang bersahabat sehingga saya agak tertarik. Bayangkan, dengan 80 LE di tahun 2010, tentunya ongkos yang sangat murah untuk mengadakan tour ke Matrouh karena biasanya minimal 150 LE bisa habis untuk mengikuti tour yang sejenis ini. Memang harga 80 LE itu karena ada satu fasilitas yang tidak ada yaitu fasilitas makan, namun setidaknya teman-teman bisa makan bersama-sama dengan senang.

Teman-teman sudah terbiasa dengan makanan Mesir, jadi tidak masalah jika nanti kita makan ful dan tokmiyah atau kusyari atau tojin. Yang jelas, satu hal yang lebih membuat tour kali ini serasa berbeda karena banyak teman-teman yang ikut. Teman se rumah saya ikut semua, jadinya mau tidak mau saya lebih baik ikut, dari pada menjadi penjaga rumah atau home alone di rumah sendirian :D

Yah, kalau di lihat dari segi obyek wisatanya, Matrouh itu tidak begitu menarik. Karena daerah pantai sama saja. Tapi kebersamaan itu yang berbeda. Tentunya nanti itu akan menjadi kenangan indah ketika nanti teman-teman sudah meninggalkan kairo dan kembali melihat album-album itu. Pastinya kesempatan semacam ini sangatlah langka dan menarik.

Maka, tidak apa-apa lah saya sedikit merogoh kocek yang sudah menipis ini, semoga saja nanti ada rezeki yang lain, amien. Sekalian nanti saya mau coba upload foto-foto saya ketika di Matrouh biar blog ini tidak melulu berisi tulisan :D so, tunggu ya tanggal mainnya :)

Kamis, Juli 15, 2010

Pundakku

Bacalah untaian kata-kata sendu ini. Lalu lepaskanlah semua kepenatan yang sedang kau pikul di pundakmu itu, kemudian coba kau rasakan bahwa ternyata aku begitu dekat di sisimu.

Aku bukan hanya bayangan yang selalu mengikutimu, lebih dari itu, aku adalah hembusan setiap nafasmu, aku adalah setiap kerlipan matamu, aku adalah darah yang sedang mengaliri tubuhmu. Aku adalah nyawamu itu sendiri.

Jika kau coba melepaskan aku, ibarat seorang yang hendak melepas pakaiannya, kau akan kehilangan baju terbaikmu. Karena sekali kau melepas pakaianmu itu, maka pakaian akan kehilangan kewibawaannya. Sungguh sangat mustahil seorang yang sudah membuang pakaiannya di tempat sampah akan mengambilnya kembali dan menjadikannya sebagai pakaian kebesarannya.

Maka, sebelum kau hendak buang pakaian itu, fikirkanlah seribu satu kali. Jangan pernah merasa menyesal setelah memutuskan sebuah masa depan. Karena, hidup adalah kumpulan dari keputusan-keputusan. Hidup tak mengenal arti kompromi, karena hidup itu adalah waktu dan tempat dimana keduanya tidak akan pernah berhenti atau berulang kembali.

Kehidupan akan terus berjalan dengan angkuhnya. Maka, apakah kamu mau disebut seorang pecundang ? Yang hanya bisa menangisi kehidupan yang tak mungkin terulang ! Sungguh suatu hal yang memilukan jika benar dirimu menjadi salah satu kelompok sampah kehidupan.

Namun tak perlu risau, aku tak akan kemana-mana. Aku akan selalu berada di sampingmu selalu. Pundakku akan menjadi tempat pelabuhan hatimu yang sedang rapuh. Jangan kau risau dengan apa yang akan terjadi nanti, karena nanti adalah sebuah harapan dan juga angan tak pasti.

Rasakanlah sekarang apa yang bisa kau nikmati. Jangan pernah menyia-nyiakan semua kesempatan unik ini. Rengkuh lah apa yang bisa kau rengkuh. Pegang erat-erat apa yang bisa kau pegang, lalu rasakanlah syurga terdalam di lubuk hatimu.

Selasa, Juli 13, 2010

Ujian

Saya tidak pernah habis fikir, bagaimana satu lembar sampai dua lembar jawaban di atas kertas folio di waktu yang terbatas 2-3 jam dapat menentukan masa depan seseorang selama setahun ? Atau bahkan dua sampai tiga tahun ?

Saya baru merasakan bahwa sepertinya ada kedzaliman di dalam sistem ujian. Ujian yang dianggap sebagai tolak ukur keberhasilan seseorang. Sejatinya, cara untuk menentukan apakah pembelajaran itu berhasil atau tidak, sama sekali tidak berkaitan dengan ujian. Pemahaman para murid kepada apa yang disampaikan guru atau apa yang ia baca tidak bisa hanya ditentukan dengan ujian yang dilakukan beberapa kali saja.

Karena hemat penulis, berhasil atau tidaknya murid dalam menyerap pelajaran adalah ketika ia bisa dengan mahir mengaplikasikan apa yang ia pelajari menjadi sebuah 'ilmu yang diaplikasikan' bukan semata-mata hanya bisa menjawab beberapa pertanyaan di sebuah kertas folio tanpa tahu setelah itu, apakah ilmu yang ia dapatkan bisa bermanfaat bagi dirinya pada khususnya dan orang lain pada umumnya?

Lalu bagaimana caranya untuk mengetahui seseorang telah lulus dan telah menguasai apa yang telah ia pelajari? Mudah saja, dengan menggunakan sistem aplikatif. Bisa dengan paper, atau dengan langsung mengaplikan apa yang ia pelajari. Yang pasti, sistem ujian yang 100 % menggunakan ujian sebagai tolak ukur untuk menentukan keberhasilan seseorang sangatlah tidak adil dan perlu difikirkan ulang.

Karena sejatinya, keberhasilan proses belajar dan mengajar adalah proses sejak awal sampai akhir seseorang dalam mengarungi 'pendidikan' yang ia lakukan. Jadi, seharusnya yang dapat menentukan berhasil ataupun tidaknya seseorang harus dilihat dari proses awal sampai akhir ia belajar, sehingga keberhasilan yang ia peroleh bukan hanya ketika ia mendapatkan ijazah dan nilai-nilai yang tinggi, namun lebih dari itu, ia memiliki kemampuan dan keterampilan yang ia kuasai sehingga ia dapat menggunakan keterampilannya tersebut sebagai bekal kehidupannya dan masa depannya.

Jumat, Juli 02, 2010

Do'a dan Penghambaan

بسم الله الرحمن الرحيم
Do'a dan Penghambaan

الحمد لله ثم الحمد لله، الحمد لله حمداً يوافي نعمه ويكافئ مزيده، ياربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك ولعظيم سلطانك، سبحانك اللهم لا أحصي ثناءً عليك أنت كما أثنيت على نفسك، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لاشريك له، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمداً عبده ورسوله، وصفيه وخليله، خير نبيٍ أرسله، أرسله الله إلى العالم كله بشيراً ونذيراً، اللهم صلِّ وسلم وبارك على سيدنا محمد، وعلى آل سيدنا محمد؛ صلاة وسلاماً دائمين متلازمين إلى يوم الدين، وأوصيكم أيها المسلمون ونفسي المذنبة بتقوى الله تعالى.
أما بعد:
Hadirin Jamaah Sholat Jum'at yang dimuliakan Allah

Jika kita melihat perkembangan dunia saat ini, maka kita akan melihat bagaimana Negara-negara maju semakin berlomba-lomba untuk membuat senjata-senjata pemusnah massal. Senjata yang dapat digunakan untuk membunuh jutaan jiwa dengan sekejap mata. Semakin canggih senjata yang dimiliki, maka Negara itu semakin ditakuti dan menjadi Negara super power.

Namun, kita sebagai orang muslim memiliki senjata yang lebih dari itu semua. Senjata yang dapat memusnahkan bangsa secara keselurusan sekejap mata. Senjata yang membuat dua kekuatan besar di zamannya bertekuk lutut dihadapan kaum muslimin yaitu kekuatan romawi dan persia. Ya, senjata itu adalah do'a. الدعاء سلاح المؤمن Begitulah sabda Rasulullah saw. Doa itu adalah senjata orang mu'min.

Kita lihat bagaimana para rasul dan nabi menggunakan do'a sebagai senjata yang paling ampuh. Nabi Nuh contohnya, do'a beliau akhirnya dapat menenggelamkan kaumnya yang selama 950 tahun tidak mau beriman kepadanya, Nabi Nuh berdo'a :
رب لا تذر على الأرض من الكافرين ديارا (نوح : 26)
Nuh berkata: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. (QS Nuh/26).

Sehingga tidak ada satupun orang-orang kafir yang selamat dari banjir besar di masa itu. Begitu dahsyatnya kekuatan do'a sehingga ia disamakan dengan ibadah, bahkan otak dari ibadah. Rasulullah saw. bersabda bahwa do'a adalah ibadah kemudian beliau membaca firman Allah swt. :

{وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ داخِرِينَ } [غافر:60]
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS Ghafir/60).

Perhatikanlah ayat ini, lihatlah bagaimana Allah memberikan peringatan yang sangat keras kepada orang-orang yang tidak mau berdo'a. Dengan tegas Allah memberikan label kesombongan kepada orang-orang yang tidak mau berdo'a. Sombong karena ia merasa tidak butuh berdo'a, sombong karena ia merasa cukup dengan kekuatan dirinya. Padahal manusia adalah makhluk yang sangat lemah, ia tidak dapat hidup sendirian, ia butuh orang lain demi melangsungkan kehidupannya, lalu bagaimana ia merasa tidak butuh pertolongan Allah ?

Juga lihatlah ayat ini, perhatikan bagaimana kasih sayang Allah kepada hamba-hambanya. Lihatlah bagaimana Allah memerintahkan manusia untuk senantiasa meminta kepadaNya. Meminta apa saja, baik itu yang bersifat duniawi ataupun yang bersifat ukhrawi. Lihatlah kemurahan Allah ketika Ia berfirman, niscaya akan Kuperkenankan bagimu , tidak ada kasih sayang seperti ini, kasih sayang tanpa batas dari seorang khalik yang marah jika hamba-hambanya tidak meminta kepadanya. Berbeda dengan makhluk yang mungkin ketika pertama kali dipinta ia akan memberi, namun untuk kedua dan ketiga kalinya ? akan menjadi tanda tanya yang sangat besar ... Subhanallah ...

Jamaah Sholat Jum'at yang dimuliakan Allah

Sejatinya do'a merupakan simbol pengakuan kita terhadap kekuasaan Allah. Karena sebagai hamba, manusia akan senantiasa menginginkan kebaikan bagi dirinya, dan ketika kebaikan itu sudah lenyap maka ia akan berdo'a kepada dzat yang paling agung. Ia akan mengadukan segala keluh kesahnya agar dapat keluar dari permasalahan yang ia hadapi.

Kadang kita tidak dapat membedakan antara do'a dan permintaan. Permintaan yang biasanya kita lakukan kepada orang lain sangat berbeda dengan do'a. Karena do'a adalah permohonan yang berasal dari hamba yang lemah kepada dzat yang Maha kuat. Maka jika kita hanya menggunakan do'a sebagai jalan untuk keluar dari permasalahan yang kita hadapi, itu menunjukkan ketidaktahuan kita kepada kedudukan Allah swt. dan kebutuhan kita kepada do'a sebagai makhluk yang lemah.

Ada perbedaan antara orang yang menggunakan do'a sebagai 'jalan' untuk keluar dari permasalahannya dan orang yang menjadikan do'a sebagai tujuan dari perkerjaannya. Orang yang hanya menjadikan do'a sebagai alat untuk keluar dari segala macam permasalahannya adalah orang yang tidak pernah merasakan hakikat dari do'a. Karena ia menjadikan do'a sebagai sarana untuk mencapai sesuatu tujuan baik harta, tahta dan lain sebagainya.

Adapun orang-orang yang menjadikan do'anya sebagai tujuan adalah orang yang senantia berdo'a dalam keadaan apapun juga. Dikala senang ataupun susah. Dikala senang ia akan berdo'a sebagai rasa syukur atas apa yang ia rasakan sehingga Allah melanggengkan kenikmatan yang ia rasakan tersebut, adapun ketika ia susah ia akan berdo'a sebagai bukti kesabaran dan rasa membutuhkan kepada rahmat dan pertolongan dari Allah swt. agar segala macam kesusahan yang ia hadapi secepatnya teratasi.

Lebih dari itu, ia menjadikan do'a sebagai pelabuhan terakhirnya sebagai seorang hamba. Dengan berdo'a itu ia dapat mengetahui posisi dirinya yang lemah. Dengan berdo'a ia dapat merasakan keberhambaannya kepada Allah swt. Dengan berdo'a ia dapat menikmati eksistensinya sebagai Hamba Allah. Hamba Allah yang senantiasa membutuhkan bimbingan, pertolongan dan petunjuk Allah swt.


Dalam firmanNya disebutkan :

{وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ داخِرِينَ } [غافر:60]
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS Ghafir/60).

Dalam ayat di atas Allah telah menjamin bahwa setiap do'a itu pasti akan dikabulkan. Lalu kenapa dalam kenyataannya banyak kita dapati orang-orang yang terus menerus berdo'a siang dan malam namun mereka tidak mendapatkan tanda-tanda pengabulan ? Bukankah janji Allah itu pasti ?

Jamaah Sholat jum'at yang dirahmati Allah.

Allah berfirman di dalam Al-Quran :

{وَإِذا سَأَلَكَ عِبادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدّاعِ إِذا دَعانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ }[البقرة: 2/186]
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS Al-Baqarah/186).

Maka hendaklah orang-orang yang menginginkan do'a-do'anya dikabulkan agar terlebih dahulu memenuhi segala perintah Allah swt. Jika semua perintah Allah sudah dikerjakan maka lihatlah bagaimana Allah menjawab semua do'a-do'a tersebut. Karena janji Allah adalah kepastian yang tidak mungkin pernah luput.

Lalu bagaimana ketika do'a-do'a itu seakan-akan tidak merubah keadaan ? Seakan-akan do'a-do'a itu tidak dikabulkan ? Marilah kita kembali berkaca. Marilah kembali kita melihat apa yang telah atau sedang kita kerjakan.

Allah berfirman :

{وَذَرُوا ظاهِرَ الإِثْمِ وَباطِنَهُ إِنَّ الَّذِينَ يَكْسِبُونَ الإِثْمِ سَيُجْزَوْنَ بِما كانُوا يَقْتَرِفُونَ} [الأنعام: 6/120].
Dan tinggalkanlah dosa yang nampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan, disebabkan apa yang mereka telah kerjakan. (QS Al-An'am/120).

Setiap dosa yang kita lakukan baik itu dosa lahir ataupun dosa batin tentunya akan mendapatkan balasannya. Dosa-dosa lahir itu seperti dosa tangan, kaki, mata dan lain sebagainya. Adapun dosa-dosa batin adalah dosa hati seperti marah, iri, dengki dan penyakit hati lainnya.

Bagaimana Allah akan mengabulkan do'a kita jika kita masih melakukan dosa, baik itu dosa lahir ataupun batin ? Benar bahwa setiap do'a akan dikabulkan, namun bagaimana jika ia berbenturan dengan dosa yang balasan teringannya adalah balasan di dunia ? Jangan kita kira bahwa penyakit dan cobaan yang kita dapatkan selama ini bukan tanpa sebab. Karena dengan tegas Allah menyatakan bahwa setiap dosa itu pasti akan dibalas.

Di dalam sebuah hadist disebutkan bahwa Rasulullah saw. Menceritakan seorang yang compang camping dan berdebu mengangkat tangannya sembari bedo'a : Wahai Tuhanku ! Wahai Tuhanku ! Namun makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan ia diberi makan dengan yang haram, bagaimana akan dikabulkan do'anya ?

Hadist di atas menyebutkan secara terperinci bagaimana barang haram dapat menjadi penghalang do'a dari diijabahkannya. Maka, berhati-hatilah dengan setiap harta yang kita dapatkan, pastikanlah jika makanan yang kita makan adalah makanan yang halal, pakaian yang kita pakai adalah pakaian yang halal, serta darah dan daging yang berada di dalam tubuh kita adalah darah dan daging dari harta yang halal.

Lalu bagaimana jika kita sudah melakukan apa yang Allah perintahkan dan menjauhi semua dosa namun do'a-do'a kita masih belum dikabulkan ?

Jamaah Sholat Jum'at yang dimuliakan oleh Allah

Tentunya Allah sangat mengetahui apa yang hamba-hambanya butuhkan. Karena kadang sesuatu yang kita anggap itu kebaikan bagi kita ternyata malah memberikan kemudharatan, begitu juga sebaliknya, kadang pula sesuatu yang kita anggap mudharat ternyata bermanfaat bagi kita.

Begitu juga dengan segala musibah yang menimpa kita, baik itu musibah di dalam kesehatan, harta, tahta dan lain sebagainya. Sebagai hamba yang taat, kita harus senantiasa berbaik sangka kepada Allah. Karena boleh jadi, segala permasalahan yang menimpa kita itu Allah berikan agar kita senantiasa berdo'a kepadaNya, agar kita senantiasa merasakan manisnya menjadi hamba Allah yang lemah, miskin, dan tidak memiliki apa-apa di hadapan Tuhan yang Maha segalanya.

Lalu ketika do'a-do'a kita itu masih belum dikabulkan, mungkin saja Allah menginginkan agar kita terus menerus memohon dengan berdo'a kepadaNya, karena jika Allah mencintai seorang hamba maka Ia akan mencobanya. Maka janganlah kita berputus asa karena do'a-do'a yang senantiasa kita panjatkan masih belum dikabulkan, karena Allah telah menjamin untuk mengabulkannya, di waktu yang Ia kehendaki, bukan diwaktu yang kita maui, dan dengan cara yang ia inginkan, bukan dengan cara yang kita kehendaki.
فاستغفروه يغفر لكم.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأََشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ؛
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَقُوا اللهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيْرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ.
Jamaah Sholat Jum'at yang dimuliakan Allah
Marilah kita senantiasa berdo'a kepada Allah swt. Agar kita memenangkan kedudukan yang tinggi di hadapan Allah yaitu menjadi Hamba-hamba Allah yang benar-benar dalam penghambaan yang sesungguhkan.
Firman Allah :
{وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ داخِرِينَ } [غافر:60]
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS Ghafir/60).

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات، وألِّف بين قلوبهم يارب العالمين.
اللهم إنّا عبيدك وأبناء عبيدك، وأبناء إمائك نواصينا بيدك، ماضٍ فينا حكمك، عدلٌ فينا قضاؤك، نسألك اللهم بكل اسمٍ هو لك، سميت به نفسك، أو أنزلته في محكم كتابك، أو علمته أحداً من خلقك، أو استأثرت به في علم الغيب عندك، أن تجعل القرآن الكريم ربيع قلوبنا، وشفاء صدورنا، وجلاءَ غُمومنا وهمومنا وأحزاننا، وأن تطهر قلوبنا من كل وصف يباعدنا عن مشاهدتك ومحبتك، وأن تجعلنا بفضلك وإحسانك ممن استجبت دعاءهم وحققت رجاءهم يا رب العالمين.
اللهم اجعل بلدنا إندونيسيا بلداً آمناً مطمئناً رخيّاً مستظلاً بظل كتابك، ملتزماً بهدي نبيك محمد صلى الله عليه وسلم.
اللهم ومن أراد بالإسلام والمسلمين خيراً فخذ بيده اللهم إلى كل خير، ومن أراد بالإسلام والمسلمين شراً فخذه اللهم أخذ عزيز مقتدر.
اللهم اسقنا مزيداً من الغيث برحمتك يا أرحم الراحمين. اللهم اسقنا مزيداً من الغيث برحمتك يا أكرم الأكرمين. اللهم اسقنا مزيداً من الغيث برحمتك يا ذا الجلال والإكرام.
اللهم وفّق عبدك هذا الذي ملّكته زمام أمورنا للسير على صراطك ولاتباع سنة نبيك محمد صلى الله عليه وعلى آله وسلم، اللهم املأ قلبه بمزيد من الإيمان بك وبمزيد من الحب لك وبمزيد من التعظيم لحرماتك، واجمع اللهم به أمر هذه الأمة على ما يرضيك، وحقق له في سبيل ذلك البطانة الصالحة يارب العالمين.
ربنا اغفر لنا ولوالدينا ولإخواننا الحاضرين ووالديهم ولمشايخنا ولأرباب الحقوق علينا ولسائر المسلمين أجمعين.
آمين آمين آمين
والحمد لله رب العالمين.

Sabtu, Juni 26, 2010

Lidah Sembilu

Lihatlah orang-orang berlidah sembilu itu
Ia selalu datang memberikan luka menganga
Sekali lagi lihatlah lidah itu
Ia menetes-neteskan racun angkara murka

Setiap huruf dari lidah itu adalah luka
Setiap getaran suara dari lidah itu adalah racun
Setiap kata dari lidah itu adalah sindiran
Setiap kalimat dari lidah itu adalah kematian

Dunia ini baginya hanyalah sakit hati dan permusuhan
Tidak ada rasa aman dari perselisihan
Yang ada hanya saling serang dan tikam
Bungkam-membungkam sudah menjadi hal yang biasa

Ingin rasanya berkata : Hei si lidah sembilu
Berhentilah kau melukai dan mengadu-ngadu
Jangan kamu sebar racun ganasmu
Cukup sudah tipu dayamu itu

Kamis, Juni 24, 2010

Sebuah Ketulusan

Mengingatmu mengajarkanku arti dari sebuah ketulusan. Perasaan dimana aku dan kamu berevolusi menjadi sepasang makhluk yang unik. Saling melengkapi satu dengan lainnya. Seperti kupu-kupu yang berterbangan mengitari mekar bunga di tengah rerimbunan di tepian pegununungan kerinduan.

Baunya semerbak. Tercium hingga ribuan mil harapan dan impian. Dan engkaupun selalu melantunkan lagu-lagu hasrat seorang kelana yang sedang termangu di sebalik rerumputan. Engkau lalu hulurkan telapak tanganmu yang penuh kasih sayang dan pengertian. Walaupun kadang angin malam menampar pipi merahmu hingga membakar api cemburumu.

Namun herannya, engkau tahu bagaimana bersikap. Herannya, segala sesuatu akan terasa menjadi mudah. Kau tak pedulikan hal-hal sepele itu. Hal-hal remeh temeh yang bagi sebagian orang akan menguras fikiran dan tenaga untuk menstabilkannya. Bagimu hal itu ibarat pelengkap senyum hatimu yang selalu berkembang mengikuti irama senyum manis bibirmu itu.

Ah, senyum yang bisa membuat hatiku selalu teringat aroma teh di pagi hari. Begitu nikmat dan penuh gairah. Aroma yang begitu khas dengan bau pekatnya yang begitu dalam. Sehingga kadang membuat tubuh yang letih itu seperti tersengat jutaan watt semangat perjuangan. Akupun tak dapat lagi memejamkan mata yang berat dengan kantuk kemalasan itu.

Akhirnya aku hanya bisa pasrah menerima dan menikmati aroma teh yang semakin hari semakin pekat. Hingga aku lupa, apakah itu teh atau kopi ? Hingga aku tak sadar apakah aku sedang bermimpi ataukah itu adalah sebuah anugerah ilahi yang begitu nyata ? Mimpikah aku dengan semua itu ? Coba kau cubit pipiku !!! Namun ternyata aku menemukan bahwa aku benar-benar merasakannya.

Aku benar-benar sadar dengan perasaan ini. Aku benar-benar tak dapat membohongi diri lagi jika keinginan hatiku hanyalah untuk membaui aroma pekatmu itu.

Qatamea, 24 Juni 2010

Selasa, Juni 22, 2010

Memburu Waktu

Kawan, aku diburu waktu
Atau waktu yang ku buru ?
Entahlah kawan

Aku tak mengerti
Kenapa waktu terus berjalan
Sedangkan aku tetap diam

Waktu benar-benar pedang
Begitu tajamnya
Begitu cepatnya

Melibas yang lemah
Diam, putus asa
Kecewa dan malas

Akupun harus lebih tajam dari pedang
Agar ia tak memburuku
Tapi aku yang memburunya

Agar aku tidak dilibas
Tapi aku yang melibas
Akulah sang pemenang ...

Sabtu, Juni 19, 2010

Hei, Namaku Permisi

Hei bung, namaku permisi
Aku ini sudah dilupakan
Tapi aku sebenarnya tak pernah lupa

Aku ini permisi, hei bung
Kau tahu kan artinya ?
Iya, pemisi bung ...

Permisi dong bung
Jangan main senggol saja
Eh bung, cepet permisi

Kalau tidak
Aku kasih misil
Permisi itu baik bung

Untuk kesehatan
Untuk kesejahteraan
dan utamanya untuk bilang 'permisi...'

Orang-orang Yang Kecewa

Orang-orang yang kecewa itu setengah gila
Tak ada logika yang ada hanya amarah
Tapi mereka tak salah

Orang-orang yang kecewa itu berbahaya
Seperti percikan api yang akan membara
Membakar yang hidup dan mati

Orang-orang yang kecewa itu harus dihentikan
Sumpal mulut mereka dengan roti dan daging
Atau cincang berkeping-keping seperti kambing

Kalau tidak, keamanan akan kocar-kacir
Kebisingan akan berdesing-desing
Menancap tepat di jantung kedamaian tak terusik

Biarlah orang-orang yang kecewa itu tersingkirkan
Agar tak lebih banyak orang seperti mereka
Yang hanya merusak ketentraman dunia

Singkirkan, singkirkanlah mereka
Bumi hanguskan, bumi hanguskanlah tempat pijaknya
Agar kedamaian abadi sentosa selamanya.

Jumat, Juni 18, 2010

Untukmu Bapakku

Masalahnya bukan karena aku tak dapat pak
Masalahnya adalah bapak seperti kentut
Tapi Dihirup sendiri

Atau seperti meludah
Lalu bapak jilat ludah itu lagi
Huh, Itu masalahnya pak

Aku ini sudah tak punya kepentingan pak
Aku sudah mendapatkannya
Sudah dulu di penghujung 2007

Tapi, aku juga manusia pak
Tak tahan melihat kawan sendiri dipermainkan
Bahkan dihina mentah-mentah

Kalau bapak tahu wajah mereka waktu itu
Bapakpun akan mengelus dada
Bahkan permintaan maafpun tak cukup

Bapak berikan kesempatan
Tapi di satu waktu
Bapak memberangus kemungkinannya

Lalu apa maksud bapak ?
Ingat pak, kami ini juga manusia
Punya perasaan dan harga diri

Tapi sampai sekarang bapak masih diam
Tak ada permintaan maaf
Atau minimal menjawab kebingungan-kebingungan

Atau ini bukan tugas bapak ?
Pak, pak ... menjadikan bangsa terhormat seperti ini ya ?
Aku sangat heran cara berfikirmu pak

Sudahlah pak, teruskan saja
Nanti kalau kekuasaan itu sudah lepas dari bapak
Ludah-ludah yang akan mengiringi kepergian bapak

Menjelang Prancis vs Mexico.
Qatamea, 17 Juni 2010

Rabu, Juni 16, 2010

Renungan Pagi

Keluh kesah tak akan ada artinya
Menyerah dengan keadaan juga sama
Atau diam saja, apalagi ...

Teori tanpa aplikasi ?
Apa jadinya ?
Huh, kestagnanan yang membosankan

Benar kata temanku
Duduk-duduk tanpa hasil
Itulah kerugian terbesar

Detikpun terus berjalan
Dan kau tak bergerak
Sungguh kebodohan yang sangat nyata

Kau inginkan keberhasilan
Tapi tak kau jalani aturan-aturannya
Sungguh T.E.R.L.A.L.U

Kau tahu kapal itu ?
Ia tidak akan berjalan
Jika kau letakkan ia di daratan ...

Qatamea, 16 Juni 2010