Minggu, November 22, 2009

Perubahan

Keinginan adalah sebuah kungkungan. Kungkungan dari jiwa yang tidak puas dengan keadaan. Namun apakah kita harus diam dengan segala ketidak adilan. Apakah akan disebut sebuah ketamakan ketika kita hanya mempertanyakan. Lalu apa bedanya kita dengan sebongkah batu jika kita hanya diam. Padahal kita adalah sebuah komunitas yang kritis dan selalu merindu perubahan.

Keinginan kita hanya satu. Ketidak puasan dengan keadaan. Sebuah situasi dimana kita selalu dalam keterpurukan, kemiskinan dan kedurhakaan. Kita terpuruk karena kira selalu membiarkan keaniayaan merajarela. Kita didera kemiskinan karena ketamakan sudah mendarah daging disetiap diri kita. Kita durhaka karena kita tidak pandai memelihara pemberian.

Keinginan kita tersebut akan selalu terpatri dalam sanubari. Tertancap menghujam tepat di ulu hati. Sehingga hati ini berdarah-darah yang tetes-tetesnya selalu menggemuruhkan satu kata " perubahan, perubahan dan perubahan". Apakah mungkin suatu bangsa akan tetap dalam keterpurukan terus menerus. saya tidak pernah yakin. Yang saya yakini justru sebaliknya, bahwa gemuruh tetes-tetes darah diatas suatu saat pasti akan didengarkan oleh beberapa telinga-telinga para pejuang-pejuang baru, muda dan enerjik. Mereka akan mengajak dan menyeru semua manusia untuk menuju pada satu titik yaitu, PERUBAHAN.

Tidak ada komentar: