Sabtu, Oktober 03, 2009

Surat Buatmu 1

Ya Allah, kenapa aku merasa tersiksa ... Kenapa dia mengatakan 'tinggalkanlah aku' sementara dia tahu bahwa cintaku padanya lebih banyak dari pada gunungan pasir? Apa salahku ya Allah ? Kenapa dia tidak merasa bahwa apa yang ia lakukan benar-benar membunuhku perlahan-lahan.

Aku begitu heran. Ia mengatakan 'aku masih sayang' tapi setelah itu ia katakan 'lupakan aku'. Sungguh aku benar-benar tidak bisa menerima hal semacam ini. Aku ini manusia biasa. Aku tidak setegar karang dan sekuat gunung. Hati-ku hanya seonggok darah dan daging.

Aku benar-benar tidak rela dan tidak ridho. Aku hanya ingin tahu, kenapa ? Apa salahku ? Apa karena kesalahanku yang ia bilang 'ya aku maafkan kesalahmu asal aku disayang' ... dan aku benar-benar menyayangi dirinya.

Lalu pada hari berikutnya ia lagi-lagi akan mengatakan 'cukuplah... lupakan aku... pergilah' Ya Allah ... Aku benar2 tersiksa ... Aku tidak tahan lagi ... Kenapa perasaanku dipermainkan seperti ini ... Padahal aku sangat sayang padanya ... Aku tidak ingin menyakitinya ... Tapi, kenapa dia seperti itu ? tiba2 berubah dalam waktu yang sebegitu dekat ...

Mungkin setelah membaca tulisan ini ia akan berkata ' sudahlah, cukup, jangan lagi merasa terbebani dengan diriku, biarlah ini yang terakhir' ... Padahal aku tidak merasa terbebani ... Aku begitu tulus mendengarkan cerita-ceritanya ... sekali lagi AKU TIDAK MERASA TERBEBANI ... aku hanya bingung ... kenapa seakan-akan kamu mengatakan ia dan tidak dalam satu waktu ...

Seakan-akan kamu hendak menguji kesabaranku. Dan ternyata kesabaran itu ada batasnya. Dan inilah batas dari kesabaranku. Aku benar-benar marah dengan dengan sangkaan-sangkaanmu. Atau memang kamu sengaja ...

Kamu memang menginginkan pergi dari diriku ini. Kamu merasa terbebani berhubungan dengan orang yang begitu jauh dan tidak jelas keberadaannya ini. Kamu ingin terbebas ... Kamu ingin tidak terbebani dengan komitmen-komitmen yang tidak jelas itu ... Semoga sangkaan-sangkaanku tersebut salah ... Dan aku berharap kamu tidak menganggap tulisan ini sebagai 'kemarahan' atau 'kebencian' ... TIDAK ... sekali lagi tulisan ini bukan karena aku sudah tidak cinta lagi dan kemudian hendak menjelek-jelekkan dirimu ... Sekali-kali tidak ...

Aku hanya ingin bertanya ... Aku butuh jawaban bukan sangkaan ... Apakah salah orang bertanya ? Apakah orang yang bertanya itu sudah 'tidak cinta' atau 'sudah benci' ... Bukan seperti itu ... Orang yang bertanya itu ingin tahu APA YANG SEBENARNYA ... Dan saya bertanya karena ingin bertanya ... bukan karena yang lain ... Aku benar-benar tulus bertanya ... Aku tidak bermaksud 'menjatuhkan' atau 'hilang kepercayaan' terhadap dirimu ... aku hanya ingin 'jawaban' dan sekali lagi bukan 'sangkaan' ... Semoga kamu bisa mengerti apa yang aku maksudkan.

Qatameyah, 03 Oktober 2009.

3 komentar:

myblogs mengatakan...

sudahlah jangan diratapi terus menerus,,,yang terjadi biarlah terjadi.itu pasti jalan yang terbaik buat km.yang penting sekarang jangan melihat pd kejadian yang sudah membuat kamu sakit, mulai dengan hidup yang baru dan lihat kedepan.
^_^

Belgis mengatakan...

T.T jadi terharu... :(,,, harus kuat dan tetap SEMANGATTT,there is someone who always wants to make you smile ^_^

Anonim mengatakan...

wuahhhhh...
cocok sekali dengan keadaan saya sekarang ^_^
jadi ingin buat note juga :
"saya juga ingin bertanya, dan butuh jawaban yang jelas,,,"
"jika fisik yg menjadi penghalang ingin aku mengoprasinya..."
"jika sifat yang menjadi penghalang
ingin aku memperbaikinya..."
"kau katakan 'sayang', tp dlm waktu dekat aku kau campakkan"
"kau katakan rindu, tp dalam waktu dekat aku kau lupakan"
"kau katakan cinta, tp dalam waktu dekat kau bilang 'sudah sama sekali gak ada rasa"
"serasa di sayat sembilu,,,"
"dalam waktu dekat kau pergi berlalu..."
"perlu kau tahu, aku manusia biasa yang tak sanggup diperlakukan seenaknya"

bagus kisahnya mas, kisah anda dimasa lalu mirip dengan kisah saya sekarang ^_^