Sabtu, Oktober 03, 2009

Korban Keadaan

Aku benar-benar terpojok. Menoleh ke kanan, kulihat jemari halus sedang menunjuk wajahku dengan dengan hinanya. Menoleh ke kiri, kulihat tangisan yang sepertinya tidak pernah akan berakhir, penderitaan sepanjang waktu.

Aku sudah tidak tahu lagi harus bagaimana. Aku bingung. Mungkin tidak pernah akan ada orang yang mengerti. Biarlah aku yang menanggung semua. Aku tidak pernah menyesal dengan apa yang aku kerjakan. Karena aku hanya ingin sebuah kebaikan untuk semua.

Ternyata anganku untuk menjadi pahlawan kandas begitu saja. Mungkin karena aku tidak ikhlas karena Allah semata. Mungkin Allah hendak menegorku, bahwa niatmu tidaklah setulus ucapanmu. Aku benar-benar terpukul dengan apa yang terjadi. Biarlah semuanya terjadi. Aku akan menanggungnya sendiri.

Disini aku hanya bisa termenung sambil lalu memandang langit yang begitu indah dengan bitang-bintang. Akankah cukup sebuah kata maaf ? Ataukah aku harus pergi begitu saja dengan menutup telinga dan memejamkan mata ? Namun aku bukan seorang pengecut yang akan lari dari kesalahan.

Aku akan menghadapi semua tudingan dan kesalahpahaman ini. Biarlah, aku tidak peduli lagi. Biarlah, terserah apa yang difikirkan setiap orang. Aku akan tetap berdiri disini. Karena aku yakin, bahwa apa aku lakukan adalah sebuah kebenaran. Biarkanlah aku disini, tinggalkanlah, bencilah atau bahkan lupakanlah. Aku memang bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa.

Aku sungguh benci dengan masalah. Aku hanya mengharap keluar dari masalah secepat kilat. Namun aku heran, kenapa semakin cepat aku mencoba meninggalkan masalah, semakin besar pula masalah itu? Aku heran dengan masalah-masalah yang semakin besar dan kompleks. Mungkin karena inikah manusia di dunia ini selalu berperang satu sama lain ?

Karena sangkaan-sangkaan yang ditanggapi dengan sangkaan-sangkaan yang lain. Akhirnya bukan kebenaran dan penerimaan yang ada, bahkan saling tuding dan kebencian dan rasa tersinggung dan ketidakpuasan yang menggelora. Entahlah, aku benar-benar terpukul dengan apa yang terjadi.

Memang tidak mudah untuk menyatukan otak dan fikiran yang berbeda. Setiap manusia memiliki perasaan, kecerdasan dan daya tangkap yang berbeda. Manusia akan memandang apa yang ia dengar, apa yang ia lihat, apa yang ia rasakan dengan ekspresi yang berbeda. Sekali lagi karena pemahaman yang berbeda. Sudut pandang dan paradigma setiap orang yang akhirnya membuat dia berbeda dengan orang lain.

Herannya, perbedaan-perbedaan ini kadang yang menjadi penyulut konflik. Padahal, sudut pandang2 tersebut bisa dikomunikasikan. Dan itu yang sedang aku lakukan. Tapi ternyata aku gagal. Ya, gagal dalam mengkomunikasikan perbedaan-perbedaan persepsi dan sudut pandang tersebut.

Aku ternyata bukan hanya gagal, tapi sudah menjadi korban keadaan. Aku merasa menjadi korban dari kegagalan tadi. Walaupun aku sadar bahwa itu adalah konsekuensi dari keberanianku tersebut. Aku benar-benar melakukan sebuah perjudian tingkat tinggi. Jika sukses, maka orang-orang yang berkonflik tersebut akan kembali berdamai. Mereka akan saling menghormati lagi. Tidak ada kecurigaan diantara mereka. Dan itu akan membuat aku bahagia. Ya, aku bahagia jika mereka tersenyum dan saling berbaik sangka diatara mereka berdua. Aku tidak ingin yang lebih dari itu.

Namun, jika aku gagal maka, aku harus bersiap-siap menjadi orang yang paling hina di dunia ini. Dan kini aku telah gagal dan menjadi orang yang paling hina di dunia ini. Aku dianggap sebagai seorang munafik. Ya, walaupun tidak terkata, namun terasa. Aku akan dianggap sebagai pembohong, yang mengatakan A kepada satu orang dan mengatakan B pada orang lain.

Namun biarlah, aku tidak mau berapologi. Biar aku yang menanggung semua. Biarlah aku menjadi bintang yang tidak pernah diingat orang ketika cahaya bulan menyinari bumi dengan angkuhnya. Biarlah aku menjadi orang-orang yang dilupakan ...

3 komentar:

ethar mengatakan...

semoga tabah..

ingatlah kabus tak brpanjangan...ia bakal blalu..

einsyie||انشراح mengatakan...

salam..
la tahzan..
innaAllahama3ana

Belgis mengatakan...

Kebenaran akan selalu menang dan nantinya pasti akan berujung kebahagiaan,,, yakin dan percayakan semua kepada sang Maha Pemberi kekuatan ^_^