Selasa, September 08, 2009

Juara

Siapa yang tidak ingin menjadi juara ? semua orang menginginkan ia menjadi pemuncak, melewati orang-orang yang berjalan bersamanya untuk menjadi yang paling depan, menjadi pemimpin dan orang yang dilihat.

Juara adalah pemenang, karena untuk mencapai label juara, ia harus mengalahkan musuh-musuhnya. Menjadi juara adalah harapan semua orang, karena dengan menjadi juara ia akan tahu kualitas dirinya dan perbedaan yang membedakan dia dan orang lain. Selain itu juara adalah impian setiap orang karena ia adalah sebuah prestasi yang sangat indah untuk dikenang nanti dimasa depan.

Juara adalah kebanggaan, maka tak heran jika sang juara tidak akan lepas dari senyuman. Juara dan senyuman ibarat makanan dan garam, kedua-duanya akan hadir dalam waktu yang bersamaan. Kepuasan dan rasa senang akan membuat sang juara merasa terharu, maka tak jarang pula, juara adalah tetesan air mata haru.

Menjadi juara tentunya tidak mudah. Mulai dari awal sang juara akan mempersiapkan diri dia, membenahi kekurangan dan mengoptimalkan kelebihan, karena tentunya harga dari sebuah label juara sangatlah mahal, bahkan bisa saja membutuhkan tenaga dan air mata ekstra.

Dalam hal ini ada betulnya sebuah pemikiran yang mengatakan bahwa manusia itu selalu menginginkan kesempurnaan. Maka, mungkin saja ia menjadi juara dalam satu hal, namun di hatinya terbesit hembusan-hembusan untuk menjadi juara di bidang yang lain. Juara adalah keinginan-keinginan dalam hati manusia. Ia ada sejak manusia itu masih menjadi butir-butir sperma yang saling beradu menjadi juara untuk sampai pada sel telur. Akhirnya, hanya satu saja juara pemenang perlombaan tersebut, yang nantinya akan menjadi sesosok makhluk yang bernama manusia.

Setiap manusia memang ditakdirkan untuk menjadi juara, maka tak heran jika dalam setiap ajaran-ajaran baik itu berupa agama dan filsafat, manusia dituntut untuk menjadi pemenang, baik itu di dunia ini ataupun kelak di akhirat sana. Oleh karena itu manusia selalu diajak untuk menjadi manusia-manusia yang kuat, manusia-manusia yang mampu untuk survive di dalam kehidupan ini. Tentunya dengan moral dan pekerti yang baik.

Menjadi juara saja tidak cukup jika itu tidak dibarengi dengan moral dan pekerti yang baik. Karena, manusia itu selalu salah dan lupa, maka bisa saja ketika ia menjadi pemenang, ia akan berbuat sekehendak hati dia, ia tidak akan mendengarkan lagi orang-orang yang lebih bawah dari dirinya karena ia merasa teratas, ia adalah super power, selain dirinya seharusnya mengikuti apa yang ia kata kerjakan.

Yusuf Abbas, 07 September 2009

Tidak ada komentar: