Kamis, September 24, 2009

Cinta 5 Musim

Musim Gugur : Angin begitu keras di luar sana, namun tak sekeras tangisku di kamar itu. Aku menangis mendengar ceritamu waktu itu, kamu yang sedang lemah, kamu yang tidak berdaya... Benih-benih cintapun mulai bersemi, di musim gugur itu cintaku bersemi. Dedaunan yang jatuh mengotori halaman rumahku seakan menjadi tunas-tunas baru di hati kehidupanku.

Musim Dingin : Udara yang dingin ini tak seperti apa yang ku rasakan di hati ini. Cinta memang membawa bara, ia akan menghangatkan hati ini. Rasa senang, duka, cemburu dan harapan, semuanya membuat hati menjadi panas ... bergejolak dengan ucapan kasih sayang, cinta dan do'a.

Musim Semi : Ada yang berbeda dari dirimu. Kau selalu menghilang atau menghindar... aku sudah merasakan kekhawatiran yang begitu dalam, apakah kau akan datang ? ataukah kau akan menghilang begitu saja? aku tidak tahu, namun akhirnya kau datang dengan senyuman ... Musim semi, kekhawatiran itu datang ...

Musim Panas : Aku selalu bersabar menunggumu, aku bahkan tetap percaya dengan dirimu. Walaupun banyak hal yang aku sudah ketahui tentang dirimu hingga dada ini kadang terasa sesak ... namun yang perlu kamu ketahui ... aku tetap percaya kepadamu ...

Musim Gugur : Awal musim gugur ini udara terasa dingin. Mungkin alam tahu bahwa hati ini sudah membeku. Mudah kau katakan padaku, aku telah melupakanmu maka biarlah semua yang berlalu menjadi kenangan kelabu, kamu begitu mudahnya mengatakan itu ... sangat amat mudah seperti dedaunan yang dengan mudah terjatuh tak berdaya dari ranting-rantingnya... aku menjadi heran, apakah pernah aku di hatimu ? atau aku hanya pilihan buatmu ? pilihan terakhir ketika kamu sudah terpaksa memilih, pilihan yang akhirnya harus kamu buang setelah kamu menemukan pilihan terbaikmu? entahlah, aku tak tahu dan tak mau tahu ... tapi, satu hal yang perlu kamu ketahui bahwa, disebalik pertanyaan-pertanyaan di benakku tersebut, aku masih percaya kepadamu, dan selalu meletakkan harapan bagi kedatanganmu yang telah engkau anggap sebagai mimpi dan khayalan itu ... dulu, sekarang ataupun esok nanti ... aku tetap akan mencintaimu.

Yusuf Abbas, Awal Musim Gugur Kelabu, 24/09/2009

1 komentar:

Belgis mengatakan...

bikin yg baca nangis aja T.T,,,