Sabtu, Agustus 15, 2009

Tasbih

Bersemedi aku dengan untaian asma-Mu
Ya Rahman, Ya Rahim Irhamna wal Muslimin
Wahai Maha Pengasih dan Penyayang, Sayangilah kami dan Umat Islam

Terus menerus ku gerakkan tasbih-tasbih cinta
Meminta, memohon sebuah kasih sayang
Tolong, tolonglah kami ini

Hanya Engkaulah Sang Maha Asih
Hanya Engkaulah Sang Maha Welas
Hanya Engkaulah Sang Maha Cinta

Terus menerus tasbih cinta kugerakkan
Hingga akhirnya tasbih-tasbih itu putus beruraian
Sembilan puluh sembilan jumlahnya

Ku pilih satu demi satu butir-butir tasbihku
Hingga ketika aku sampai pada butir yang ke sembilan puluh delapan
Aku terkejut, satu butir telah hilang

Kucari di lantai penuh amis darah
Namun semakin lama ku mencari
Bau-bau busuk semakin menyeruak

Tiba-tiba kulihat satu cahaya di sebuah tubuh yang berurai-urai
Satu butir tasbihku berada disana
Di dekat mayat seorang pemuda

Aku terkejut dan kembali mengambil satu butir tasbihku
Namun heran memang, tasbihku kini tidak sama
Karena satu butir itu tiba-tiba bertuliskan satu kata Ya Lathif ...

2 komentar:

agusr mengatakan...

hemm makin bertasawuf aja belakangan ini. atau ingin menyaingi leo kelana :D

Azhar Amrullah Hafizh mengatakan...

ha ha ha ha ... bukannya tashawuf itu sudah bagian dari perjalanan hidup setiap manusia gus :D ... leo itu punya pandangan berbeda tentang kehidupan ... saya punya, andapun juga tentunya ... makanya anda segera selametan ...