Jumat, Juli 24, 2009

Waktu Sholat

Saya baru sadar kalau kamaren adalah awal dari bulan Sya'ban yang berarti tinggal satu bulan lagi umat islam akan memasuki bulan paling mulia di antara bulan yang lain yaitu bulan Ramadhan. Sungguh waktu berjalan begitu cepatnya, sampai-sampai dengan terkejutnya saya merasa ketinggalan kereta. Saya merasa kestagnanan amal yang seharusnya meningkat seiring dengan datangnya bulan Rajab sebagai implementasi dari ajaran Rasulullah tentang fadhilah amal serta pahala yang besar di dua bulan pra Ramadhan (Rajab dan Sya'ban).

Padahal beberapa waktu yang lalu teman-teman di FB sudah mengingatkan dengan sebuah do'a ketika bulan masih bulan rajab "alahumma barik lana fi rajab wa sya'ban wa ballighna ramadhan" (Ya Allah berilah kami keberkatan di bulan Rajab dan Sya'ban serta sampaikanlah -umur- kami ke bulan Ramadhan). Namun ternyata aktivitas yang tidak karuan membuat saya lupa kalau saya sudah masuk pada rentetan bulan diskon pahala dari Allah.

Lupa memang menjadi sebuah apologi yang sangat tepat untuk keluar dari kealpaan-kealpaan akibat kekurang respekan kita terhadap sesuatu. Dengan mudahnya kita akan mengatakan "saya lupa" atau "oh maaf saya tidak sadar klo ..." dan masih banyak lagi ungkapan-ungkapan apologetik untuk 'terbebas' dari kesalahan yang sebenarnya itu karena rasa acuh tak acuh ataupun kekurang pedulian kita.

Padahal dengan sangat sempurna ajaran-ajaran islam telah diilustrasikan oleh Rasulullah, bukan hanya sekedar ilustrasi, tapi dibarengi dengan penjelasan terhadap keutamaan-keutamaan agar manusia bersegara dan dengan sadar cepat tanggap untuk melaksanakan ajaran-ajaran tersebut, dalam hal ini amalan-amalan serta pahala-pahala yang sudah Rasulullah Saw. jelaskan di dua bulan sebelum ramadhan sebagai tangga awal menuju kesempurnaan fitrah di bulan Ramadhan kelak.

Rasa acuh tak acuh dan kekurangrespekan kita terhadap ajaran-ajaran agama tersebut merupakan sebuah akumulasi dari kestagnanan aspek relegiutas seseorang terhadap ajaran agama. Tentunya di awali dari sholat, karena sholat adalah amalan yang pertama kali akan dihitung di hari kiamat nanti, jika sholatnya bagus, maka baguslah semua amalan orang tersebut, begitu juga sebaliknya. Kenapa harus sholat ? tentunya disamping alasan dogmatis diatas, penulis masih memiliki alasan lain yang tentunya logis analitis :D.

Sholat jika ditinjau dari sudut siklus kehidupan manusia merupakan sebuah lingkaran pembagian waktu yang membagi waktu kita menjadi lima bagian yaitu shubuh, dhuhur, ashar, maghrib dan isyak. Nah, dalam setiap siklus tersebut, kita dituntut untuk melakukan amal sholeh yang bermanfaat bagi kita dan orang lain. Jadi diantara jeda waktu sholat ada waktu amal. Maka, sholat dalam lingkaran siklus ini saya ilustrasikan sebagai sebuah sekat dalam lingkaran siklus kehidupan manusia.

Sering kali, amal yang kita lakukan keluar dari tujuan awal dari sebab seseorang mengerjakan sesuatu. Disini kemudian sholat mengambil perannya. Seakan dalam 24 jam itu Allah tahu bahwa manusia minimal akan tergelincir sebanyak 5 kali, maka dibuatlah sholat sebagai sebuah sekat yang mengembalikan manusia kepada tujuan awalnya dalam mengerjakan sesuatu. yaitu semata-mata karena Allah saja. Sholat itu dzikir atau mengingat, jadi ia selalu mengingatkan manusia ketika tergelincir dalam waktu jeda antara sholat.

Lalu apa korelasinya dengan ketidak acuhan kita terhadap ajaran agama? tentunya sudah pasti sholat merupakan standarisasi keteraturan seseorang dalam hidupnya. Jika sholat kita teratur dan tepat waktu, maka kita telah bisa mengatur siklus kehidupan kita selama 24 jam. Karena sholat adalah sekat waktu, maka ia akan mempermudah kita untuk mengatur jadwal waktu kegiatan dan target-target sasaran pada hari itu.

Tentunya orang yang mengabaikan sholat adalah orang-orang yang waktunya berjalan tidak beraturan. Siklus kehidupannya begitu kacau karena ia tidak memiliki sekat waktu. Ketika adzan tiba, ia masih saja duduk di depan komputer dengan segala aktivitasnya baik itu yang berguna ataupun tidak. Maka jatah waktu jedapun ia sia-siakan begitu saja. Padahal sholat adalah waktu beristirahat, mengistirahatkan fikiran dan badan. Sudah pasti fikiran manusia tidak bisa terus menerus dipakai, ia perlu istirahat. Begitu juga dengan badannya, ia perlu berehat sejenak. Wahai Bilal buatlah kami beristirahat sejenak dengan sholat kata Rasulullah suatu ketika.

Nah, ketika siklus waktu seseorang sudah tidak beraturan dan berjalan liar, maka yang sering terjadi adalah penggunaan waktu yang sangat boros untuk hal-hal yang sia-sia bahkan negativ. Maka, seluruh pekerjaannya akan berantakan dan target-target sasarannya akan lebih banyak yang meleset. Bahkan yang paling parah ia akan lupa dengan waktu... karena ia sudah tidak bisa membedakan antar siang dan malam, hujan ataupun panas...

1 komentar:

agusr mengatakan...

hemm berdakwah ala santri :D