Kamis, Februari 12, 2009

Takut Masa Depan

Angan ataukah hayal? Aku tidak tahu. Impian-impian ini tidak pernah ku mengerti. Kadang aku ingin berteriak, mengapa aku seorang yang begitu lemah. Tidak seperti beberapa orang yang ku kenal, aku dibandingkan mereka sangat jauh sekali. Orang-orang yang ku kenal itu sangatlah pemberani. Mereka tidak pernah takut dengan hari esok. Mereka selalu tersenyum dan berkata, tidak ada pengecut yang menjadi orang besar.

Ya...pengecut hanyalah sampah yang tidak patut diperhitungkan. Aku tahu itu. Namun kebiasaanku untuk bermain 'aman' membuatku takut untuk terluka. Aku hanya bertanya, apakah sama pengecut dan takut? Aku bukan pengecut tapi aku takut. Mereka yang aku kenal itu sanggup untuk membuat keputusan yang sangat besar dalam hidupnya, sedangkan aku? Sekali lagi aku sangat takut. Takut jika nanti aku memutuskan sesuatu, aku tidak bisa konsisten dengan keputusan itu. Aku sangat takut, benar-benar takut.

Kehidupan ini begitu anehnya. Setiap orang memiliki banyak kejadian dalam hidupnya yang sama sekali berbeda dengan kejadian yang orang lain alami. Namun, alangkah lucunya jika kehidupan yang dialami oleh salah satu manusia begitu kompleks dan bersimpul-simpul bisa membuatnya takut dan frustasi. Padahal masih banyak lagi manusia yang memiliki kejadian dalam hidupnya yang lebih menarik dan kompleks bahkan berliku sampai buntu.

Namun juga tidak bisa disalahkan manusia yang takut dan frustasi tersebut, karena dia tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Dia hanya menebak-nebak dan berspekulasi saja dalam menentukan jalan hidupnya. Adalah wajar jika spekulasi dan prediksinya melenceng dari yang ia harapkan, ia akan merasa frustasi dan takut. Karena setiap manusia menginginkan suatu hal yang perfect dalam hidupnya.

Aku tidak ingin berapologi disini. Aku hanya ingin mengutarakan bahwa, ketakutanku bukanlah sebuah kesalahan. Aku takut dan frustasi adalah suatu hal yang manusiawi. Karena manusia diciptakan dari darah daging dan tulang, maka wajar jika ia mudah untuk patah dan bergejolak.

Ketakutan juga gambaran bahwa aku sangat memikirkan masa depan. Namun mungkin yang perlu dibenahi adalah bagaimana membuat ketakutan itu menjadi sebuah motivasi untuk maju, bukan malah membuatku keropos bagai kerupuk udang yang siap disantap. Karena aku bukanlah kerupuk udang yang sangat lezat namun mudah untuk patah, aku adalah manusia yang memiliki otak yang dengannya aku bisa mengalahkan ketakutan-ketakutan itu.

4 komentar:

Igma mengatakan...

Hati2 dengan thulul-amal wa karahiyatul maut, :D
pissss!
:)

AGR mengatakan...

jng kuatir om orng sprti antum dibutuhkan bangsa dan setanah air. Kepulangan antum ditunggu SBY om,,:D

AGR mengatakan...

om saya sangat terinspirasi kata-katamu ini om "bagaimana membuat ketakutan itu menjadi sebuah motivasi untuk maju"

Ungkapan pilian kata cerdass,,!

baladajalanan mengatakan...

Jangan khawatir Kwek
Posisi mudir menunggumu :D
piss