Selasa, Februari 03, 2009

Seandainya engkau tahu

Seandainya engkau tahu
Seandainya engkau tahu, setiap aku memandangmu aliran darahku berlari kencang. Nafasku tersengal, degub kencang jantung ini keras tak berirama lagi. Ketika itu aku akan menghirup udara sekencangnya sambil berucap "Ya habib albi". Lalu, ketika udara yang telah bercampur dengan-mu itu masuk ke paru-paruku, aku merasakan kesejukan tiada tara. Aku tahu bahwa engkau sedang mengelus-elus halus dadaku seraya berucap "sabar ya, sabar itu kan indah". Nafasku perlahan mulai tenang, lalu ku coba tuk mengeluarkannya perlahan-lahan seraya berucap...Aku cinta padamu.
Seandainya engkau tahu, setiap fikiran ini mengingatmu, tak terasa butiran mutiara membasahi pipiku. Engkau adalah perjuangan, engkau adalah pertempuran. Ketika itu, aku akan terus sesenggukan dan berdo'a...Ya Allah jagalah ia selalu untukku.

3 komentar:

mayapuspitasari mengatakan...

Suara hati ya mas?

siapakan gerangan 'engkau' itu?

Seandainya.. seandainya...

Anonim mengatakan...

calon- calonmu sudah di depan mata.
semoga beroleh isteri solehah.
semoga juga Allah menjagamu lebih baik dari aku menjaga diriku sendiri...

sabar ya... sabar itu kan indah. =)

nadini mengatakan...

seeloknya perlu istikharah juga mas..bimbang yang kelihatannya baik itu hanya lahiriah =)
sabar ya! Allah kan ada bersama mu selalu sich.