Senin, Februari 09, 2009

Merasa Bersalah

Bagaimana kita keluar dari perasaan dimana kita merasa bahwa kita adalah kesalahan bagi semua orang? Ada beberapa cara untuk keluar dari masalah tersebut. Disini saya akan menyebutkannya sebagian saja yaitu :

Jangan menganggap kehadiran kita selalu negatif bagi semua orang, karena berapa banyak orang yang tersenyum karena kita tanpa kita sadari. Pula berapa banyak orang yang tertawa melihat kita berbicara dan berbuat. Walaupun manusia tidak ada yang sempurna, namun penulis yakin bahwa, orang yang berburuk sangka pada kita tidak sebanyak orang yang kagum dan mencintai kita.

Para nabipun awalnya adalah orang yang paling dibenci orang SEMUA ORANG, karena mereka tidak tahu hakikat kebenaran. Setelah mereka tahu hakikat itu, berbondong-bondong mereka mengikuti para nabi dan rasul.

Ada beberapa orang yang salah sangka pada kita, itu adalah suatu hal yang wajar. Kata ulama, mustahil kita dapat menjadikan semua orang suka pada kita. Pasti ada orang-orang yang tidak suka, baik itu karena dia hasad dan dengki atau karena tidak tahu. Imam syafi'i saja memiliki banyak musuh, apalagi kita. Asalkan kita tidak melanggar ajaran agama, kita tidak perlu takut walau dimusuhi semua manusia di bumi ini.

Kita tidak usah bersedih, karena masih banyak hal-hal yang harus kita lakukan. Kita masih harus berdakwah, juga masih harus berjihad dengan belajar yang giat. Kita masih punya pekerjaan untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Jadi, biarkanlah kesedihan-kesedihan itu luluh bersama tangis dan munajat kita. Jangan kita masukkan kesedihan-kesedihan itu di dalam hati. Karena hati ini tidak layak dihuni oleh kesedihan tiada arti. Hati kita layaknya dihuni oleh senyum, berbuat baik pada orang dan hal-hal posistif lainnya.

Kita akan rugi jika hati kita hanya larut dalam kesedihan yang pada akhirnya akan membuat tubuh kita lemah, karena jika jiwa kita lemah otomatis tubuh kita akan ikut lemah. Ketika tubuh kita lemah, maka kita akan tidak optimal berbuat apa saja, mulai dari tidak optimal dalam beribadah, sampai dalam mengerjakan kebaikan-kebaikan yang lain.

Saling ingat mengingatkan adalah tugas kita bersama untuk selalu bertolong-menolong dalam kebaikandan saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran. Dalam Al-Quran disebutkan "wal 'ashr...innal insana lafi khusr... illaladzina amanu wa amilushsholihati wa tawashau bilhaqqi wa tawashau bishshobri.

Tugas manusia terangkum dalam surat Al-Ashr itu. Kita tidak akan merugi jika kita pertama beriman, kedua beramal sholeh, ketiga saling berwasiat dalam kebenaran dan keempat saling berwasiat dalam kesabaran. Jadi ketika kita sedih, maka kita adalah termasuk orang-orang yang merugi. Jadi, keep smile, tataplah kedepan, kokohkan kaki, dan terus maju.

Jangan pernah takut pada cobaan, karena hidup tanpa cobaan itu hampa. Tersenyumlah...Karena jika kita bersedih, maka kita adalah termasuk orang yang kalah dalam permainan dan senda gurau dunia fana ini.

Tersenyumlah...Karena dunia ini hanya permainan dan senda gurau belaka. Nanti di akhirat, kebenaran pasti terungkap. Siapa yang benar dan siapa yang salah akan jelas. Dan Allah sama sekali tidak akan pernah mendhalimi hamba-hambanya. Kita akan mendapatkan hak kita, dan orang yang bersalah sangka pada kita akan mendapatkan hak dia pula.

Biarlah di dunia ini terjadi banyak kesalah pahaman. Nanti di akhirat kita akan tunggu siapa yang benar dan siapa yang salah. So...Keep smile, Karena kebenaran pasti akan mengalahkan kesalahan. Yang paling penting sekarang kita berusaha untuk menguatkan hati dan terus berjalan...

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Hatur Tengkyu.Tulisan ini cocok bwt saya. Saya selalu merasa bersalah walaupun sering saya tidak tahu kesalahan saya. Ternyata tersiksa sekali mempunyai perasaan selalu merasa bersalah ini. Mudah2an tulisan ini bisa membuat saya bersemangat kembali menjalani hidup

adi mengatakan...

Ingin melepaskan rasa bersalah tapi takut dosa tapi kalau terus merasa bersalah malah mengganggu mentalku...Nanti bagaimana kalau aku tidak lagi mempunyai rasa bersalah ketika melakukan kesalahan...Aku takut Allah membenciku karena aku merasa banyak berdosa...

Monita Olivia mengatakan...

Terima kasih mas. Saya sering merasa bersalah kalau ada teman yang upset, jutek, jengkel pada saya. Padahal saya tidak yakin yang saya katakan itu membuat mereka jadi demikian. Akhirnya saya jadi gampang tersinggung... Berkat tulisan mas ini saya sadar bahwa saya dan mereka tidak sempurna, jadi... tetap berkarya saja:) toh nanti akan terlihat hasilnya (produktif atau tidak).