Sabtu, Februari 21, 2009

Istighfar

Permintaan maaf ini
Sungguh memalukan
Benarlah sabda agung-Mu
Setelah kesusahan aku pasti ingat Kamu

Tapi tak apa
Aku tahu Engkau pasti tahu
Inilah tabiatku
Manusia penuh daya tipu

Kasih sayang-Mu
Sungguh tak terbahasakan
Membuat hati ini berdadarah-darah penyesalan
Engkau Allah Arrahman Arrahim

Yang tidak pernah aku ingat
Kala tawa menghiasi bibir
Munajatku pada-Mu
Berilah aku ampun

Zahra' Nasr City 21 Februari 2009

Kamis, Februari 12, 2009

Takut Masa Depan

Angan ataukah hayal? Aku tidak tahu. Impian-impian ini tidak pernah ku mengerti. Kadang aku ingin berteriak, mengapa aku seorang yang begitu lemah. Tidak seperti beberapa orang yang ku kenal, aku dibandingkan mereka sangat jauh sekali. Orang-orang yang ku kenal itu sangatlah pemberani. Mereka tidak pernah takut dengan hari esok. Mereka selalu tersenyum dan berkata, tidak ada pengecut yang menjadi orang besar.

Ya...pengecut hanyalah sampah yang tidak patut diperhitungkan. Aku tahu itu. Namun kebiasaanku untuk bermain 'aman' membuatku takut untuk terluka. Aku hanya bertanya, apakah sama pengecut dan takut? Aku bukan pengecut tapi aku takut. Mereka yang aku kenal itu sanggup untuk membuat keputusan yang sangat besar dalam hidupnya, sedangkan aku? Sekali lagi aku sangat takut. Takut jika nanti aku memutuskan sesuatu, aku tidak bisa konsisten dengan keputusan itu. Aku sangat takut, benar-benar takut.

Kehidupan ini begitu anehnya. Setiap orang memiliki banyak kejadian dalam hidupnya yang sama sekali berbeda dengan kejadian yang orang lain alami. Namun, alangkah lucunya jika kehidupan yang dialami oleh salah satu manusia begitu kompleks dan bersimpul-simpul bisa membuatnya takut dan frustasi. Padahal masih banyak lagi manusia yang memiliki kejadian dalam hidupnya yang lebih menarik dan kompleks bahkan berliku sampai buntu.

Namun juga tidak bisa disalahkan manusia yang takut dan frustasi tersebut, karena dia tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Dia hanya menebak-nebak dan berspekulasi saja dalam menentukan jalan hidupnya. Adalah wajar jika spekulasi dan prediksinya melenceng dari yang ia harapkan, ia akan merasa frustasi dan takut. Karena setiap manusia menginginkan suatu hal yang perfect dalam hidupnya.

Aku tidak ingin berapologi disini. Aku hanya ingin mengutarakan bahwa, ketakutanku bukanlah sebuah kesalahan. Aku takut dan frustasi adalah suatu hal yang manusiawi. Karena manusia diciptakan dari darah daging dan tulang, maka wajar jika ia mudah untuk patah dan bergejolak.

Ketakutan juga gambaran bahwa aku sangat memikirkan masa depan. Namun mungkin yang perlu dibenahi adalah bagaimana membuat ketakutan itu menjadi sebuah motivasi untuk maju, bukan malah membuatku keropos bagai kerupuk udang yang siap disantap. Karena aku bukanlah kerupuk udang yang sangat lezat namun mudah untuk patah, aku adalah manusia yang memiliki otak yang dengannya aku bisa mengalahkan ketakutan-ketakutan itu.

Senin, Februari 09, 2009

Merasa Bersalah

Bagaimana kita keluar dari perasaan dimana kita merasa bahwa kita adalah kesalahan bagi semua orang? Ada beberapa cara untuk keluar dari masalah tersebut. Disini saya akan menyebutkannya sebagian saja yaitu :

Jangan menganggap kehadiran kita selalu negatif bagi semua orang, karena berapa banyak orang yang tersenyum karena kita tanpa kita sadari. Pula berapa banyak orang yang tertawa melihat kita berbicara dan berbuat. Walaupun manusia tidak ada yang sempurna, namun penulis yakin bahwa, orang yang berburuk sangka pada kita tidak sebanyak orang yang kagum dan mencintai kita.

Para nabipun awalnya adalah orang yang paling dibenci orang SEMUA ORANG, karena mereka tidak tahu hakikat kebenaran. Setelah mereka tahu hakikat itu, berbondong-bondong mereka mengikuti para nabi dan rasul.

Ada beberapa orang yang salah sangka pada kita, itu adalah suatu hal yang wajar. Kata ulama, mustahil kita dapat menjadikan semua orang suka pada kita. Pasti ada orang-orang yang tidak suka, baik itu karena dia hasad dan dengki atau karena tidak tahu. Imam syafi'i saja memiliki banyak musuh, apalagi kita. Asalkan kita tidak melanggar ajaran agama, kita tidak perlu takut walau dimusuhi semua manusia di bumi ini.

Kita tidak usah bersedih, karena masih banyak hal-hal yang harus kita lakukan. Kita masih harus berdakwah, juga masih harus berjihad dengan belajar yang giat. Kita masih punya pekerjaan untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Jadi, biarkanlah kesedihan-kesedihan itu luluh bersama tangis dan munajat kita. Jangan kita masukkan kesedihan-kesedihan itu di dalam hati. Karena hati ini tidak layak dihuni oleh kesedihan tiada arti. Hati kita layaknya dihuni oleh senyum, berbuat baik pada orang dan hal-hal posistif lainnya.

Kita akan rugi jika hati kita hanya larut dalam kesedihan yang pada akhirnya akan membuat tubuh kita lemah, karena jika jiwa kita lemah otomatis tubuh kita akan ikut lemah. Ketika tubuh kita lemah, maka kita akan tidak optimal berbuat apa saja, mulai dari tidak optimal dalam beribadah, sampai dalam mengerjakan kebaikan-kebaikan yang lain.

Saling ingat mengingatkan adalah tugas kita bersama untuk selalu bertolong-menolong dalam kebaikandan saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran. Dalam Al-Quran disebutkan "wal 'ashr...innal insana lafi khusr... illaladzina amanu wa amilushsholihati wa tawashau bilhaqqi wa tawashau bishshobri.

Tugas manusia terangkum dalam surat Al-Ashr itu. Kita tidak akan merugi jika kita pertama beriman, kedua beramal sholeh, ketiga saling berwasiat dalam kebenaran dan keempat saling berwasiat dalam kesabaran. Jadi ketika kita sedih, maka kita adalah termasuk orang-orang yang merugi. Jadi, keep smile, tataplah kedepan, kokohkan kaki, dan terus maju.

Jangan pernah takut pada cobaan, karena hidup tanpa cobaan itu hampa. Tersenyumlah...Karena jika kita bersedih, maka kita adalah termasuk orang yang kalah dalam permainan dan senda gurau dunia fana ini.

Tersenyumlah...Karena dunia ini hanya permainan dan senda gurau belaka. Nanti di akhirat, kebenaran pasti terungkap. Siapa yang benar dan siapa yang salah akan jelas. Dan Allah sama sekali tidak akan pernah mendhalimi hamba-hambanya. Kita akan mendapatkan hak kita, dan orang yang bersalah sangka pada kita akan mendapatkan hak dia pula.

Biarlah di dunia ini terjadi banyak kesalah pahaman. Nanti di akhirat kita akan tunggu siapa yang benar dan siapa yang salah. So...Keep smile, Karena kebenaran pasti akan mengalahkan kesalahan. Yang paling penting sekarang kita berusaha untuk menguatkan hati dan terus berjalan...

Rabu, Februari 04, 2009

Selalu Saja


Selalu saja engkau yang kuingat
Dikala jiwa ini gelap
Mata hati terlelap
Selalu saja engkau yang kuingat

Aku tidak tahu kenapa selalu engkau yang kuingat
Keridhoan ini mengikatku erat
Jangan pernah ragu rasa ini sangat
Karena aku tidak pernah meragukanmu sekejap

Wahai hati penuh rindu berat
Senyummu kurindukan sangat
Mencairkan kebekuan jiwa senyap
Karena hanya engkau yang selalu kuingat

Selasa, Februari 03, 2009

Seandainya engkau tahu

Seandainya engkau tahu
Seandainya engkau tahu, setiap aku memandangmu aliran darahku berlari kencang. Nafasku tersengal, degub kencang jantung ini keras tak berirama lagi. Ketika itu aku akan menghirup udara sekencangnya sambil berucap "Ya habib albi". Lalu, ketika udara yang telah bercampur dengan-mu itu masuk ke paru-paruku, aku merasakan kesejukan tiada tara. Aku tahu bahwa engkau sedang mengelus-elus halus dadaku seraya berucap "sabar ya, sabar itu kan indah". Nafasku perlahan mulai tenang, lalu ku coba tuk mengeluarkannya perlahan-lahan seraya berucap...Aku cinta padamu.
Seandainya engkau tahu, setiap fikiran ini mengingatmu, tak terasa butiran mutiara membasahi pipiku. Engkau adalah perjuangan, engkau adalah pertempuran. Ketika itu, aku akan terus sesenggukan dan berdo'a...Ya Allah jagalah ia selalu untukku.