Selasa, Desember 02, 2008

Pengorbanan


Menjadi pribadi yang sensitif sangatlah susah. Ditengah-tengah gulungan ombak pragmatisme dan kepentingan pribadi, hampir-hampir kita susah menemukan orang yang sensitif. Sentitif terhadap orang lain tentunya, juga sensitif dalam hal-hal positif.

Dunia ini semakin hari seakan semakin digiring pada individualisme saja. Orang-orang sudah jarang memperhatikan orang lain, masing-maisng sibuk dengan kepentingannya dan kemashlahatannya. Tegur sapa dan canda tawa renyah sudah jarang kita temukan. Masing-masing orang memperlihatkan raut muka keseriusan, tidak ada waktu lagi untuk urusan-urusan sepele. Sepele menurut mereka adalah memperhatikan orang lain yang tidak memiliki kepentingan dan menguntungkannya.

Jika dunia ini terus menerus seperti ini, saya khawatir kiamat akan cepat-cepat datang, karena dunia sudah hilang keseimbangannya. Keseimbangan yang penulis maksud adalah bentuk-bentuk perilaku yang seharusnya dimiliki manusia, seperti perduli dengan penderitaan orang lain, merasa ingin membantu orang lain keluar dari permasalahannya dan lain sebagainya. Nah, bentuk-bentuk keseimbangan ini sebenarnya yang telah menjaga dunia ini dari kehancuran. Betapa banyak kita mendengar cerita-cerita bangsa-bangsa terdahulu yang hancur karena hilangnya keseimbangan tersebut. Kita pasti pernah mendengar cerita kaum 'Ad, Tsamud dan Madyan, mereka hancur berantakan karena sudah keluar dari perilaku yang seharusnya manusia berakal lakukan. Saya ambil contoh kaum Nabi Sholeh yang dalam melakukan transaksi jual beli, mereka selalu curang dan menganiaya sesama, kemudian turunlah kebinasaan pada mereka karena perilaku mereka tersebut.

Kesensitifan kita terhadap penderitaan orang lain akan membuat kita menjadi makhluk sosial yang dapat memberikan kontribusi positif untuk orang lain.Kesensitifan ini memang membutuhkan pengorbanan terhadap kepentingan pribadi kita. Mengorbankan sebagian hak kita untuk orang lain agar memberikan keseimbangan bagi kehidupan dunia ini merupakan sebuah kebaikan yang sudah jarang kita temukan.

Beberapa hari kedepan, kita sebagai umat islam akan merayakan hari kurban. Sebuah perayaan terhadap sebuah cerita historik dua anak adam yaitu Nabi Ibrahim as. dan Nabi Ismail as. keduanya adalah teladan yang patut kita teladani bersama. Bagaimana keduanya bisa mengabaikan hak-hak pribadi mereka, baik itu sebagai ayah untuk Ibrahim as. dan sebagai anak untuk Ismail as. bertahun-tahun mereka berpisah, dan ketika pertemuan itu datang, merekadiperintahkan untuk berpisah selamanya...Sebuah pengorbanan tiada taranyadi dunia ini.

Simbol-simbol pengorbanan yang mereka berdua tauladankan bagi kita umat manusia secara umum menyiratkan sebuah ajakan untuk selalu berkorban untuk memperoleh kesuksesan dan kebahagiaan. Siapa dari kita yang tidak kenal, Berakit-rakit kehulu berenang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian...sebuah peribahasa yang mengajarkan kita arti dari pengorbanan itu sendiri.

Memang, jika kita ingin mencari keadilan maka yang ada adalah satu lawan satu, seperti jika engkau memukul tanganku dengan kadar kekuatan sekian, maka demi keadilan aku akan memukulmu di tanganmu dengan kadar kekuatan tepat seperti apa yang engkau lakukan padaku, inilah keadilan. namun, ada yang lebih baik dari itu yaitu mengorbankan sedikit hak kita untuk orang lain...Yaitu dengan memaafkan orang yang memukul kita tadi. Sungguh, seadainya umat manusia melaksanakan ajaran-ajaran ini, insya allah peperangan-peperangan disepanjang sejarah manusia tidak akan terjadi...

Juga ketika kita bisa untuk mengorbankan sedikit harta kita untuk orang-orang yang membutuhkan, niscaya keadilan sosial akan tercapai dan kehidupan ini terasa indah ...

4 komentar:

Anonim mengatakan...

masa sih?? bukannya tiap individu akan diminta pertanggujawaban terhadap dirinya masing2??bukankah kelak harta, anak dan istri tidak akan bermanfaat kecuali orang2 yang datang kepada-Nya dengan jiwa/hati yang selamat?!

Anonim mengatakan...

Setiap diantara kita adalah aset. Aset yang Allah ciptakan untuk saling melengkapi diatara satu sama lain. Kemudian pasti manusia akan lebih menyerlah...jauh indah dari yang biasa.

penawar

Agus R mengatakan...

udah ustak dah kamilink segera anda sering2 berkunjung ke web kami :D

Azhar Amrullah Hafizh mengatakan...

thanks...