Minggu, Desember 14, 2008

Hopeless



Apa yang akan anda lakukan jika anda tahu bahwa besok anda akan mati? sungguh pertanyaan yang penulis yakin kebanyakan orang tidak pernah terfikirkan dalam otaknya untuk memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.Ya, kadang manusia terlupa dengan kesibukannya di dunia ini bahwa nanti ia akan mati, tubuhnya tidak akan bergerak lagi, semuanya dingin dan ia menjadi seonggok mayat yang tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Bagi sebagian orang, kematian adalah sebuah musuh besar yang sewaktu-waktu bisa menerkam. Orang-orang semacam ini adalah orang yang kehidupan terlalu terikat dengan dunia. Ia merasa bahwa kematian adalah akhir dari segalanya, kenikmatan-kenikmatan dunia yang selama ini ia rasakan akan berakhir. Ia menyakini bahwa kehidupannya hanya di dunia ini saja. Setelah ia mati, ia akan menjadi tanah dan kemudian perkara selesai.

Orang-orang ini mungkin akan menjawab pertanyaan diatas dengan jawaban yang mencengangkan anda, ia akan akan menjawab bahwa ia akan menghabiskan malam terakhirnya dengan menikmati semua yang ia miliki, baik itu makanan-makanan yang enak, mobil-mobil mewah, wanita-wanita cantik dan semua kekayaan dunia yang ia miliki. Ia tidak akan pernah berfikir untuk memberikan sedikit hartanya untuk orang-orang yang sedang membutuhkan, karena ia yakin bahwa setelah ia mati, ia akan menjadi tidak ada maka seharusnya selagi dia sempat ia harus menikmati apa yang ia peroleh selama ini di dunia.

Islam, dalam hal ini tidak ketinggalan dalam menyikapi kematian. Dalam islam, ada sebuah kepercayaan pada kehidupan akhirat, yaitu kehidupan setelah kematian untuk sebuah pengadilan besar. Pengadilan ini adalah pengadilan seadil-adilnya, barang siapa yang berbuat kebajikan seberat atom, maka ia akan mendapatkan balasannya, juga barang siapa yang berbuat dosa seberat atom, maka ia akan mendapatkan balasannya.

Bagi orang islam, kematian bukanlah akhir dari perjalanannya, bahkan ia adalah titik tolak dari perjalanan panjangnya nanti di akhirat.

Karena kematian adalah sebuah terminal untuk menghadapi perjalanan yang sangat jauh, maka Allah menjadikannya sebagai sebuah cobaan bagi hamba-Nya, untuk melihat siapa-siapa yang lebih baik pekerjaanya di dunia ini. Dari sini kemudian kematian menjadi sebuah motivasi bagi umat islam dalam kebaikan, orang islam yang tahu bahwa ia akan mati esok harinya, ia akan sebanyak mungkin melakukan kebaikan-kebaikan, ia akan bertaubat dan menyesali semua pekerjaan jahat yang pernah ia lakukan, ia tidak pernah berputus asa dengan rahmat Allah, karena ia yakin bahwa Allah adalah Sang Maha penyayang dan Maha pengasih, Allah akan memberikan ampunan setiap dosa yang pernah ia perbuat.

Manusia memang kerap lalai, ia akan melakukan banyak kebaikan jika waktu yang tersedia sudah sempit dan mepet. Padahal, ketika ia masih sehat wal afiat, ia lalai untuk mempergunakan kesehatannya. Baru ketika rambutnya sudah memutih dan penyakit hinggap di tubuhnya serta kematian makin mendekat, ia sadar dan berusaha untuk merapel kebaikan-kebaikan yang sebelumnya ia lalaikan.

Sungguh sebuah hal yang tidak pernah kita harapkan, untuk menyadari bahwa kita terlambat berbuat kebaikan yang akan menguntukkan kita kelak. Sangatlah benar apa yang disabdakan oleh Rasulullah Saw. yang mengatakan bahwa manusia harus mempergunakan lima perkara sebelum datangnya lima perkara, waktu muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, lenggang sebelum sibuk, kaya sebelum miskin dan hidup sebelum mati.

Manusia akan sadar ketika ia sudah kehilangan salah satu dari lima hal tersebut, maka ia akan menyesal dan berkata, kenapa saya dulu lalai dan tidak mempergunakan kesempatan emas untuk mendapatkan syurga, yaitu kebaikan saya sendiri nanti di akhirat???

2 komentar:

Agus R mengatakan...

hemmm,,,mikirin siapa ustak? memang kalau S2 itu dah saatnya kawein kok :D makanna segeraa ..! :D

Azhar Amrullah Hafizh mengatakan...

koq g'nyambung gus... :) bukan mikirin siapa, tapi apa??