Rabu, Desember 31, 2008

Senarai Perang untuk Bahan Hafalan Pelajaran Sejarah


Senarai Perang untuk Bahan Hafalan Pelajaran Sejarah

oleh: Taufiq Ismail

1.

Ada peta dunia berteriak kepada kita minta dibaca
''Telusurilah halaman-halamanku, renangilah waktu
Langkahi dua abad dan apa yang kau lihat?''

Kemudian kita bergegas meluncur di atas halaman peta
Rangkaian adegan orang kulit merah, bangsa kulit hitam,
Kawasan Mexico, Hawaii, Filipina dan Cuba
Kemudian Vietnam, Nicaragua, Israil dan sekitarnya
Setiba di sekitar Eufrat-Tigris badai debu mengotori peta
Di negeri Seribu Satu Malam ini
Terdengar gemuruh Seribu Satu Peluru Kendali

2

Kembali kita meluncur di atas halaman peta yang tua
Nampak bekas bercak darah berwarna sepia di atasnya
Gunung dan sungainya di benua Amerika belahan utara
Di sepanjang halamannya
Kawanan Indian menunggang kuda berlarian
Orang kulit putih menembaki dan mereka berjatuhan
Orang kulit hitam dianiaya massa bergelimpangan
Mereka ngilu menyanyikan lagu blues penuh kesedihan

Lihatlah separuh Mexico ditaklukkan
Hawaii dan Filipina jadi jajahan
Ratusan ribu penduduk Filipina sasaran pembunuhan
Jenderal Aguinaldo yang memproklamirkan kemerdekaan
Tak diberi pengakuan dan bangsanya tetap jadi jajahan
Spanyol dibayar 20 juta dollar sebagai imbalan
Inilah ironi sejarah yang mengherankan
Merdeka dari Inggeris dengan perjuangan tidak ringan
Tapi ternyata rasis dan imperialis juga belakangan

[Fidel Castro (BBC Online)]
Adalah Cuba, pulau sebesar telapak tangan
Jarak dari ujung Florida sepelemparan bola tangan
Diengkuk-engkuk dan ditekuk-tekuk tidak mempan
Ditunjuk-ajari pelajaran demokrasi tidak sudi
Dicekik leher ekonominya masih bernafas saja
Dicoba bunuh presidennya tak mati-mati juga
Lihatlah Fidel Castro itu kini
Tetap saja tampan dan tegak, di senja umurnya ini

3

Kini kita menyeberang samudera tiba di Vietnam Utara
Ketika Presiden Lyndon Johnson marah-marah suatu hari
Di Teluk Tonkin kapal perusaknya diganggu patroli
Diperintahkannya pemboman pertama di Vietnam Utara
Agustus bulannya, 1964 tahunnya

''The Rolling Thunder'', ''Guruh Gemuruh''
Itulah nama serangan udara
Yang berlangsung 3 tahun lamanya
Bom bagai badai berhamburan hampir setiap hari
Bom yang dijatuhkan selama tiga tahun itu
Dua kali lipat lebih banyak ketimbang
Bom yang dijatuhkan
Di seluruh front Perang Dunia I dan II

Bom yang 7 juta ton itu
Menyebabkan kematian 3 juta manusia Vietnam
Bayangkanlah 3 juta manusia direnggutkan nyawanya.
Tiga juta.

[Pemboman di Saigon, 1965 (History Search Beat)]
Bisakah orang Vietnam menjatuhkan bom
Sebutir saja di Amerika?

Bukan saja Vietnam Utara, tapi Vietnam Selatan
Juga dihujani badai bom itu
Di negeri itu kawah-kawah menganga
Bertebaran di mana-mana

Pada Vietnam, mengapa kita lupa
Padahal selama 11 tahun perang itu,
Berita pemboman dan pembunuhan
Setiap hari masuk di harian dan televisi kita

Vietnam jadi laboratorium uji coba macam-macam senjata
Bom napalm, bom Agent Orange, bom Agent Blue yang
Mengunyah daging manusia, mengunyah pepohonan,
Mengunyah dedaunan dan mengunyah hewan-hewan
Di tanah seluas pulau Jawa

Di negeri itu ratusan kawah-kawah menganga
Sawah-sawah musnah, pabrik-pabrik hancur
3 juta orang mati dalam masa 11 tahun itu

[Pemboman di sebuah Sungai, Vietnam Selatan (History Search Beat)]
Bisakah orang Vietnam menjatuhkan bom
Sebutir saja di Amerika?

Pada Vietnam mengapa kita lupa
Alangkah lemah ingatan kita

Sesudah Lyndon Johnson, Presiden Nixon marah
Baru 3 bulan jadi Presiden
Diperintahkannya menghujani Kamboja dengan bom
Kemudian 200 pesawat B-52 dikirimnya menghabisi
Haiphong dan Hanoi,

Bisakah orang Vietnam menjatuhkan bom
Sebutir saja di Amerika?

Presiden Amerika adalah presiden dunia
Yang paling sering memberi perintah
Menjatuhkan bom, dan semuanya di luar Amerika

Sesudah 11 tahun 179 milyar dollar dihabiskan
Atau 82 juta dollar sehari dibelanjakan
Sesudah 2 juta penduduk sipil Vietnam mati
1 juta tentara Vietnam mati,
60.000 serdadu Amerika mati,
Saigon dikepung ketat dan mereka terbirit-birit lari

[Uncle Sam (JayGee 6)] Amerika, negara adikuasa dan kaya luarbiasa
Bertekuk lutut dikalahkan Vietnam Utara
Negara kecil, miskin dan compang-camping
Dan tidak sekali pun, tidak satu kilogram pun
Menjatuhkan bom di kota Amerika
Sehingga penduduk sipil, kehilangan nyawa

4

Tidak kapok-kapoknya Angkel Sam
Campur tangan orang punya urusan
Tahun 1980-an, yaitu di Nicaragua
Di peta, negara itu sebesar daun telinga
Di Amerika Tengah, 200.000 bermatian
Negeri kecil yang digiling dilumatkan
Mereka ke Mahkamah Dunia mengadukan
Angkel Sam didenda repatriasi dan Nicaragua dimenangkan
Tapi si Adidaya ini mengabaikan keputusan
Ke Nicaragua balik lagi melakukan penyerangan
Dan ketika si Daun Telinga mengadukan
Ke Dewan Keamanan
Angkel Sam menjatuhkan veto sendirian

5

Kemudian tengoklah Israil luar biasa dimanja Amerika

Menindas rakyat, membunuhi perempuan
Menyapu anak-anak intifadah
Tidak apa-apa

Mengusir rakyat Palestina ke kemah-kemah di gurun
Membuldozer permukiman
Tidak apa-apa

Melanggar puluhan resolusi Dewan Keamanan
Dicerca dikutuk masyarakat dunia
Tidak apa-apa

Membuat senjata nuklir
Mengancamkan hulu nuklir
Tidak apa-apa

Israil luar biasa dimanja Amerika
Rakyat pembayar pajak Angkel Sam
Tak berdaya mau saja dipaksa
Membiayai subsidi anak manja Israil ini

Kami yang jauh ini jadi bertanya-tanya
Israil ini negara bagian Amerika Serikat
Atau Amerika Serikat provinsi Israil
Perdana Menteri Israil ini gubernur negara bagian AS
Atau Presiden Amerika gubernur provinsi Israil?
Pertanyaan ini pisau bermata dua
Amat sulit menjawabnya
Dan sangat mudah menjawabnya.

6

Pengembaraan peta kita tiba di sekitar Eufrat-Tigris
Ketika badai debu mengotori peta
Di negeri Seribu Satu Malam ini
Terdengar gemuruh Seribu Satu Peluru Kendali

Inilah kisah yang sangat menjemukan
Karena pengulangan lagi peragaan otot kekuasaan
Bersambung dengan beribu peluru kendali berlayangan
Dan 3000 bom berjatuhan
Malam ini berselimut kegelapan dan kengerian
Berulang sejarah campur tangan, intervensi 1000 alasan
Sejak zaman kulit merah Indian, kulit hitam Afrika,
Hawaii, Filipina, Cuba, Vietnam,
Nicaragua, Amerika Tengah, Palestina
Memaksakan kehendak, mau menang sendiri
Rasis dan imperialis sejati
Sehingga cendekiawan Noam Chomsky
Tak dapat menahan hati
Inilah katanya tentang negerinya sendiri:
''United States, leading terrorist state.''

Aku terkesima membaca tulisannya itu
Padahal aku suka manusianya, Amerika itu
Keluarga Werrbach yang 47 tahun lalu
Mengangkatku jadi anak mereka
Di rumah 977 East Circle Drive
Di desa Whitefish Bay
Di bulan puasa Heino menyediakan sahur untukku
Aku terkenang Tim Hubbard teman sekolahku
Yang menghubungkan aku
Ke ladang mixed farming di tepi Danau Michigan
Sehingga aku ingin jadi pengusaha ladang campuran
Seraya menulis puisi
Sehingga aku belajar kedokteran hewan dan peternakan
Aku cinta manusianya, Amerika itu
Petani, penjaga pompa bensin, oma di rumah jompo, pemusik jazz, penyair, sopir taksi Chicago, guruku,
Tapi aku tidak suka politik pemerintah pusatnya
Dengan enam helai puisiku ini aku menentang perangnya
Kini tengah aku menulis puisi ini di Utan Kayu
Tepat tengah malam di Basrah, Najaf dan Baghdad,
Terkenang aku pada makam Sayidina Ali, sufi Abdul Qadir Jailani,
Terkenang aku pada Tardji yang memanjat patung Abu Nawas di Baghdad, dan kupotret dia
Teringat aku pada Gus Mus yang menerjemah untuk kami 5 penyair Indonesia di festival puisi Iraq tahun itu
Mungkin hotel tempat kami menginap sudah hancur
Mungkin fail puisi kami sudah punah dan musnah
Mungkin rekan kami penyair Iraq ada yang mati sudah
Malam ini bom dan peluru kendali
Ganas dan cerdas, berdesing-desing
Berselimut kegelapan dan kengerian
Ratusan ribu anak-anak dan orangtua mereka
Orang kebanyakan pemegang kartu penduduk biasa
Menunggu diusung dengan tandu
Pada hari keesokan
Ke ruang gawat darurat atau ke kuburan.

Jum'at, 28 Maret 2003.

Selasa, Desember 30, 2008

Kangen


Dunia ini hampa tanpa sapamu
Sudah berapa masa engkau pergi dariku
Seakan sudah seabad lebih
Aku rindu padamu

Rindu ini rindu mati
Mendekap memeluk erat jantungku
Hampir saja aku mati dibuatnya
Aku rindu padamu

Sungguhpun engkau disana merindukanku pula
Sungguhpun engkau berkata bersabarlah
Namun hati ini serasa tertusuk-tusuk
Aku rindu padamu

Kapankah aku bisa melewati ribuan mil
Untuk bertemu denganmu
Menyapamu dan berbincang denganmu
Aku rindu padamu

Kamis, Desember 25, 2008

Ibu



Ibuku tersayang
Cintamu padaku dalam
Tak terukur

Ibuku tersayang
Cintaku padamu dangkal
Terukur

Ibuku tersayang
Do'amu padaku panjang
Tak terukur

Ibuku tersayang
Do'aku padamu pendek
Terukur

Ibuku tersayang
Kasihmu padaku mentari
Tak terukur

Ibuku tersayang
Kasihku padamu Bumi
Terukur

Ibuku tersayang
Ibuku tercinta
Ibuku terkasih
Do'aku padamu selalu

Senin, Desember 22, 2008

Harapanku...


Malam ini sepi
Hanya aku sendiri
Terdiam termenung
Senyap tak bertepi

Ku coba lantunkan puisi
Yang tadi kau beri
Ku coba tuk resapi
Semoga rasa ini terobati

Kau bilang kau melihatku di awan
Bersama kilatan cahaya
Membentuk sebuah rupa
Menyapamu lalu tersenyum

Akupun disini sama
Tenggelam dalam suasana khauf dan raja'
Mencoba menembus tabir rahasia
Dimana qadha' dan qadar ditetapkan

Ingin rasanya tahu
Apakah engkau adalah bagianku
Yang selama ini hilang dariku
Jika itu benar, maka mendekatlah padaku

Namun jika engkau bukan
Tentu aku akan bersedih
Karena, separuh jiwaku telah memilihmu
Menjadi kesatuan, satu tak terpisahkan selamanya...


Minggu, Desember 21, 2008

Cinta


Awan tidak akan pernah berhenti..

Bilamana kau waras tentang wujudku ini..

Dan saat mana cahayanya mulai pecah di celahan awanan

Kau akan terpampan..

buat aku tertawan..


Sekali lagi cinta..

Ketermaknaannya menongkah rasa

Dengan jutaan zarah rindu….

Dan kau mengerti itu..

Aku cinta padamu..


Jumat, Desember 19, 2008

Masa Lalu


Semua manusia memiliki masa lalu. Ia adalah sejarah yang pernah manusia alami. Masa lalu kadang manis, kadang pula pahit. Manusia kadang lupa bahwa ia bisa mengambil pelajaran dari masa lalunya.

Al-Quran adalah bukti nyata, bahwa masa lalu sangatlah penting. Betapa banyak cerita-cerita tentang masa lalu dalam Al-Quran. Baik itu cerita-cerita tentang para rasul dan kaumnya sampai cerita manusia-manusia biasa seperti kita. Ya, hal itu karena masa lalu sangat penting.

Maka tidak heran, jika Al-Quran selalu menutup ceritanya dengan sebuah kata, ibrah, pelajaran...ya, semua masa lalu harus bisa diambil ibrah dan pelajarannya. Karena seorang mu'min itu tidak akan terjatuh pada satu lobang dua kali.

Kadang kita terlupa bahwa apa yang terjadi pada diri kita dahulu adalah sebuah nikmat yang sangat besar, baik masa lalu itu nikmat atau derita, karena sekarang kita bisa mengambil pelajaran sehingga tidak terjatuh lagi atau bisa mempertahankan bahkan meningkatkan kenikmatan yang telah dicapai.

Maka benar orang yang mengatakan bahwa orang yang tidak memiliki masa lalu tidak akan memiliki masa kini, dan orang yang tidak memiliki masa kini maka ia tidak akan memiliki masa depan. Juga benar orang yang mengatakan bahwa masa lalu adalah sejarah, masa depan adalah impian dan masa kini adalah anugerah. Maka beruntunglah orang yang bisa mempergunakan anugerah yang telah ia dapatkan dan lebih beruntung lagi jika ia bisa menjadikan sejarahnya sebagai cermin dan menjadikan masa depannya sebagai cambuk.

Kamis, Desember 18, 2008

Malu

Apa yang kita ketahui tentang malu? mungkin sekarang kita jarang mendengar kata ini diucapkan. Malu adalah tabu. Malu adalah kemunduran.

Yah, semua orang berlomba-lomba untuk membuang rasa malunya. Tidak ada lagi ketawadhuan, hilang sudah rasa rendah hati. Semua manusia sekarang digiring untuk menunjukkan 'inilah saya', karena barang siapa yang tidak demikian, akan terlindas kencangnya arus zaman.

Manusia modern sekarang ini sudah kehilangan rasa malunya sama sekali. Kelakuan dan prilakunya menunjukkan bahwa ia sudah tidak memiliki malu, baik kepada Allah, manusia dan alam.

Kepada Allah, mereka dengan buta mengatakan bahwa tiada tuhan melainkan materi. Mereka sudah memuja-muja materi seakan ia adalah tuhan baru pengganti Allah. Apa saja akan dilakukan untuk materi. Dari hal-hal yang dibolehkan sampai hal-hal harampun akan ia terobos, demi memperoleh materi.

Malu kepada Allah bagi mereka adalah suatu kemunduran. Padahal mereka sudah tahu bahwa perbuatan mereka itu akan menyebabkan kesengsaraan mereka kelak, namun mata mereka sudah tertutup, buta, tuli dan bisu dari melihat kebenaran cahaya.

Mereka sudah tidak percaya lagi dengan ke Maha-an Allah. Mereka dengan pongahnya meragukan kelayakan Allah untuk memerintahkan perintah dan melarang larangan. Mereka mencoba untuk membuat perintah-perintah dan larangan-larangan tandingan, mereka terlalu percaya dengan diri mereka sendiri, padahal mereka sangatlah lemah dan penuh kekurangan.

Dan ketika ada orang yang berseru, wahai manusia, kembalilah engkau pada tuhanmu, dengan jidat berkerut mereka akan menjawab, wahai sang penyeru, kami lebih tahu tentang agama dari pada engkau, maka mereka mulai memberikan penafsiran-penafsiran yang menurut mereka sesuai dengan perkembangan zaman, padahal mereka sangat jauh dari agama, seperti anak panah yang terlepas dari busurnya.

Mereka adalah penyembah akal mutlak. Ketika dibacakan pada mereka ayat-ayat Allah dan sabda utusan Allah mereka akan berkata, itu semua adalah sejarah yang harus ditinggalkan, apakah kalian tidak berakal?

Kepada manusia, mereka sudah tidak malu lagi untuk mengatakan bahwa manusia adalah sama dengan seekor kera, namun perbedaannya adalah manusia memilki otak sedangkan kera tidak.

Mereka tidak malu mengatakan bahwa manusia adalah alat untuk mendapatkan materi, maka dibuatlah pabrik-pabrik menggunakan tenaga manusia yang bekerja lebih dari 12 jam sehari dengan upah yang sangat kecil.

Mereka juga tidak lupa untuk menyerukan persamaan gender. Karena menurut mereka, tradisi sangat tidak adil kepada salah satu gender yaitu wanita. Maka para wanita mulai keluar rumah dan mengerjakan pekerjaan yang seharusnya secara kodrati dikerjakan oleh lelaki, maka hancurlah rumah tangga karena sudah kehilangan satu tiang kokoh yaitu IBU, maka muncullah generasi-generasi tanpa ibu yang liar, maka maraklah narkotika, free sex dan kebejatan moral lainnya.

Bukan hanya itu, mereka kemudian berusaha untuk melegalkan pelacuran, ya, dengan dilokalisasi. Maka banyaklah generasi-generasi muda yang terpicut atau terjebak ke dalam bisnis perdagangan manusia ini. Manusia lalu tidak ada artinya...sama seperti ayam yang diperjual belikan.

Kepada alam, mereka sudah tidak malu lagi dan tanpa tendeng aling-aling, membalas air susu dengan air tuba. Hutan yang selama ini menjadi pelindung tanah agar tidak longsor mereka tebang, dengan alasan perluasan perkebunan sawit. Mereka bakar hutan hijau itu, sehingga yang tersisa hanya asap yang mampu membuat tetangga masuk gawat darurat. Maka, alam pun marah, longsor dimana-mana, gempa bumi dan lain sebagainya.

Bumi lalu terkena imbas, kutub-kutub mencair dan dunia semakin panas, sehingga banyak penyakit baru dan lagi-lagi manusia akan terancam punah. Namun walaupun begitu, manusia tidak mau lagi malu. beribu-ribu seruan dan berjuta kali peringatan masih tidak bisa untuk membuat manusia malu. Lalu apakah sekarang engkau ragu bahwa hilangnya rasa malu akan Benar-benar membinasakan manusia?

Senin, Desember 15, 2008

Hadiah Untuk Bush Jr.


Tidak ada yang pernah mengira bahwa Bush akan mendapatkan perlakuan yang begitu memalukan. Di tengah-tengah jumpa press di Iraq tadi malam, ia mendapatkan hadiah perpisahan istimewa dari salah seorang wartawan Iraq dari koran Al-Baghdadia yang berpusat di Kairo, sepasang sepatu ukuran 44 dan kata 'anjing' dalam bahasa arab.

Dalam beberapa keterangan press, khususnya di al-jazeera, dinyatakan bahwa perbuatan nekat wartawan tersebut dipicu oleh rencana perpanjangan penempatan pasuka amerika di Iraq...pria itu berteriak bahwa itu (sepasang sepatu yang ia lempar) dipersembahkan oleh para janda,anak kecil dan orang tua yang tewas selama perang dimulai, khususnya pasca runtuhnya rezim Saddam di tahun 2003 lalu.

Kelakuan pria ini mengingatkan kita ketika dahulu patung Saddam Husain dirobohkan, beberapa masyarakat Iraq dengan bencinya menginjak-injak patung tersebut. Seakan pelecehan paling besar menurut orang-orang Irak adalah dengan meletakkan orang yang dilecehkan di bawah sepatu mereka.

Bagi orang arab yang hampir 90 persen tidak setuju dengan invasi dan pendudukan amerika di Iraq, mereka menyebut sang wartawan tadi dengan sebutan 'Al-Bathal' atau seorang pahlawan.

Niat


Maksud dan tujuan dari perbuatan-perbuatan yang kita lakukan ternyata sangatlah berpengaruh besar terhadap kesuksesan perbuatan-perbuatan tersebut. Maksud dan tujuan adalah ruh dari perbuatan-perbuatan kita. Ketika maksud dan tujuan kita adalah Allah, bahwa semua yang kita lakukan adalah untuk meninggikan kalimat Allah di muka bumi ini, maka semua pekerjaan kita akan berjalan sesuai dengan apa yang ditentukan oleh sunnatullah.

Seperti seorang yang sedang berjalan menuju satu titik terang di timur, maka ia akan melewati tempat-tempat yang sebelumnya tidak pernah ia fikirkan untuk disinggahi. Begitu juga ketika maksud dan tujuan kita adalah Allah, maka kita akan singgah pada hasil-hasil yang sebelumnya tidak pernah kita prediksikan akan mendapatkannya sebelum ini.

Contoh kecil adalah orang yang sedang menuntut ilmu, ketika ia ikhlash karena Allah dalam menuntut ilmu, maka ia akan mendapatkan buah dari ilmu itu. Lain halnya jika seseorang menuntut ilmu karena hal-hal duniawi seperti pangkat, kedudukan, pujian, dan lain sebagainya, maka apa yang ia dapatkan adalah tujuannya saja, ia tidak akan pernah melampaui tujuannya tersebut. Ibarat aliran air yang sudah tertutup dan tidak mungkin terbuka kembali.

Di rimba materialisme ini, para penuntut ilmu seakan kehilangan tujuan awalnya, sehingga ilmu yang ia peroleh kering tak ber-ruh, yang ia harapkan adalah ijazah dan pekerjaan yang mudah dengan gaji yang lumayan besar. Ilmu tidak lagi menjadi penerang bagi kebodohan, ia sekarang hanya menjadi salah satu alat manusia untuk survive di rimba yang sangat ganas ini.

Hilangnya fungsi utama ilmu ini kemudian membuat manusia salah dalam mempergunakan ilmu itu sendiri. Sekarang, dengan ilmu manusia bisa membinasakan jutaan manusia dalam sekejap mata, juga dengan ilmu manusia rela saling caci-mencaci, senggol sana senggol sini, tuduh sana tuduh sini, semuanya dengan ilmu yang sudah kehilangan kemurnian tujuan sebenarnya, yaitu untuk penerang bagi kebodohan dan pemberi kemakmuran bagi umat manusia.

Minggu, Desember 14, 2008

Hopeless



Apa yang akan anda lakukan jika anda tahu bahwa besok anda akan mati? sungguh pertanyaan yang penulis yakin kebanyakan orang tidak pernah terfikirkan dalam otaknya untuk memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.Ya, kadang manusia terlupa dengan kesibukannya di dunia ini bahwa nanti ia akan mati, tubuhnya tidak akan bergerak lagi, semuanya dingin dan ia menjadi seonggok mayat yang tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Bagi sebagian orang, kematian adalah sebuah musuh besar yang sewaktu-waktu bisa menerkam. Orang-orang semacam ini adalah orang yang kehidupan terlalu terikat dengan dunia. Ia merasa bahwa kematian adalah akhir dari segalanya, kenikmatan-kenikmatan dunia yang selama ini ia rasakan akan berakhir. Ia menyakini bahwa kehidupannya hanya di dunia ini saja. Setelah ia mati, ia akan menjadi tanah dan kemudian perkara selesai.

Orang-orang ini mungkin akan menjawab pertanyaan diatas dengan jawaban yang mencengangkan anda, ia akan akan menjawab bahwa ia akan menghabiskan malam terakhirnya dengan menikmati semua yang ia miliki, baik itu makanan-makanan yang enak, mobil-mobil mewah, wanita-wanita cantik dan semua kekayaan dunia yang ia miliki. Ia tidak akan pernah berfikir untuk memberikan sedikit hartanya untuk orang-orang yang sedang membutuhkan, karena ia yakin bahwa setelah ia mati, ia akan menjadi tidak ada maka seharusnya selagi dia sempat ia harus menikmati apa yang ia peroleh selama ini di dunia.

Islam, dalam hal ini tidak ketinggalan dalam menyikapi kematian. Dalam islam, ada sebuah kepercayaan pada kehidupan akhirat, yaitu kehidupan setelah kematian untuk sebuah pengadilan besar. Pengadilan ini adalah pengadilan seadil-adilnya, barang siapa yang berbuat kebajikan seberat atom, maka ia akan mendapatkan balasannya, juga barang siapa yang berbuat dosa seberat atom, maka ia akan mendapatkan balasannya.

Bagi orang islam, kematian bukanlah akhir dari perjalanannya, bahkan ia adalah titik tolak dari perjalanan panjangnya nanti di akhirat.

Karena kematian adalah sebuah terminal untuk menghadapi perjalanan yang sangat jauh, maka Allah menjadikannya sebagai sebuah cobaan bagi hamba-Nya, untuk melihat siapa-siapa yang lebih baik pekerjaanya di dunia ini. Dari sini kemudian kematian menjadi sebuah motivasi bagi umat islam dalam kebaikan, orang islam yang tahu bahwa ia akan mati esok harinya, ia akan sebanyak mungkin melakukan kebaikan-kebaikan, ia akan bertaubat dan menyesali semua pekerjaan jahat yang pernah ia lakukan, ia tidak pernah berputus asa dengan rahmat Allah, karena ia yakin bahwa Allah adalah Sang Maha penyayang dan Maha pengasih, Allah akan memberikan ampunan setiap dosa yang pernah ia perbuat.

Manusia memang kerap lalai, ia akan melakukan banyak kebaikan jika waktu yang tersedia sudah sempit dan mepet. Padahal, ketika ia masih sehat wal afiat, ia lalai untuk mempergunakan kesehatannya. Baru ketika rambutnya sudah memutih dan penyakit hinggap di tubuhnya serta kematian makin mendekat, ia sadar dan berusaha untuk merapel kebaikan-kebaikan yang sebelumnya ia lalaikan.

Sungguh sebuah hal yang tidak pernah kita harapkan, untuk menyadari bahwa kita terlambat berbuat kebaikan yang akan menguntukkan kita kelak. Sangatlah benar apa yang disabdakan oleh Rasulullah Saw. yang mengatakan bahwa manusia harus mempergunakan lima perkara sebelum datangnya lima perkara, waktu muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, lenggang sebelum sibuk, kaya sebelum miskin dan hidup sebelum mati.

Manusia akan sadar ketika ia sudah kehilangan salah satu dari lima hal tersebut, maka ia akan menyesal dan berkata, kenapa saya dulu lalai dan tidak mempergunakan kesempatan emas untuk mendapatkan syurga, yaitu kebaikan saya sendiri nanti di akhirat???

Selasa, Desember 02, 2008

Pengorbanan


Menjadi pribadi yang sensitif sangatlah susah. Ditengah-tengah gulungan ombak pragmatisme dan kepentingan pribadi, hampir-hampir kita susah menemukan orang yang sensitif. Sentitif terhadap orang lain tentunya, juga sensitif dalam hal-hal positif.

Dunia ini semakin hari seakan semakin digiring pada individualisme saja. Orang-orang sudah jarang memperhatikan orang lain, masing-maisng sibuk dengan kepentingannya dan kemashlahatannya. Tegur sapa dan canda tawa renyah sudah jarang kita temukan. Masing-masing orang memperlihatkan raut muka keseriusan, tidak ada waktu lagi untuk urusan-urusan sepele. Sepele menurut mereka adalah memperhatikan orang lain yang tidak memiliki kepentingan dan menguntungkannya.

Jika dunia ini terus menerus seperti ini, saya khawatir kiamat akan cepat-cepat datang, karena dunia sudah hilang keseimbangannya. Keseimbangan yang penulis maksud adalah bentuk-bentuk perilaku yang seharusnya dimiliki manusia, seperti perduli dengan penderitaan orang lain, merasa ingin membantu orang lain keluar dari permasalahannya dan lain sebagainya. Nah, bentuk-bentuk keseimbangan ini sebenarnya yang telah menjaga dunia ini dari kehancuran. Betapa banyak kita mendengar cerita-cerita bangsa-bangsa terdahulu yang hancur karena hilangnya keseimbangan tersebut. Kita pasti pernah mendengar cerita kaum 'Ad, Tsamud dan Madyan, mereka hancur berantakan karena sudah keluar dari perilaku yang seharusnya manusia berakal lakukan. Saya ambil contoh kaum Nabi Sholeh yang dalam melakukan transaksi jual beli, mereka selalu curang dan menganiaya sesama, kemudian turunlah kebinasaan pada mereka karena perilaku mereka tersebut.

Kesensitifan kita terhadap penderitaan orang lain akan membuat kita menjadi makhluk sosial yang dapat memberikan kontribusi positif untuk orang lain.Kesensitifan ini memang membutuhkan pengorbanan terhadap kepentingan pribadi kita. Mengorbankan sebagian hak kita untuk orang lain agar memberikan keseimbangan bagi kehidupan dunia ini merupakan sebuah kebaikan yang sudah jarang kita temukan.

Beberapa hari kedepan, kita sebagai umat islam akan merayakan hari kurban. Sebuah perayaan terhadap sebuah cerita historik dua anak adam yaitu Nabi Ibrahim as. dan Nabi Ismail as. keduanya adalah teladan yang patut kita teladani bersama. Bagaimana keduanya bisa mengabaikan hak-hak pribadi mereka, baik itu sebagai ayah untuk Ibrahim as. dan sebagai anak untuk Ismail as. bertahun-tahun mereka berpisah, dan ketika pertemuan itu datang, merekadiperintahkan untuk berpisah selamanya...Sebuah pengorbanan tiada taranyadi dunia ini.

Simbol-simbol pengorbanan yang mereka berdua tauladankan bagi kita umat manusia secara umum menyiratkan sebuah ajakan untuk selalu berkorban untuk memperoleh kesuksesan dan kebahagiaan. Siapa dari kita yang tidak kenal, Berakit-rakit kehulu berenang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian...sebuah peribahasa yang mengajarkan kita arti dari pengorbanan itu sendiri.

Memang, jika kita ingin mencari keadilan maka yang ada adalah satu lawan satu, seperti jika engkau memukul tanganku dengan kadar kekuatan sekian, maka demi keadilan aku akan memukulmu di tanganmu dengan kadar kekuatan tepat seperti apa yang engkau lakukan padaku, inilah keadilan. namun, ada yang lebih baik dari itu yaitu mengorbankan sedikit hak kita untuk orang lain...Yaitu dengan memaafkan orang yang memukul kita tadi. Sungguh, seadainya umat manusia melaksanakan ajaran-ajaran ini, insya allah peperangan-peperangan disepanjang sejarah manusia tidak akan terjadi...

Juga ketika kita bisa untuk mengorbankan sedikit harta kita untuk orang-orang yang membutuhkan, niscaya keadilan sosial akan tercapai dan kehidupan ini terasa indah ...