Minggu, Februari 04, 2007

Pernikahan oh pernikahan


Ada satu hal yang menarik ketika tadi sore seorang ustadz di salah satu perkawinan yang saya hadiri berceramah, lalu ia mengutip sebuah ayat tentang pernikahan yang berakhir dengan perkataan "wallahu wa si'un alim."

Sebuah susunan kalimat indah yang dalam bahasa arab dikenal dengan dzail (buntut) yang kadang berfungsi sebagai penerang dan penguat substansi dari sebuah ayat.

Sungguh sangat indah ketika allah berfirman wa ankihul ayama minkum washsholihina min ibadikum wa imaikum. in yakunu fuqoroa yughnihimullahu min fadhlih. wallahu wasi'un alim.

Kata wasi' (maha luas) dan 'alim (maha tahu) merupakan sebuah jaminan yang sangat jelas kita lihat di ayat tersebut. Allah sebagai dzat yang memerintah (wa ankihu) tidak kemudian
menelantarkan hambaNya, namun Ia berjanji bahwa (yughnihimullahu min fadhlih). bahwa Allahlah yang akan memberikan rezeki dan mencukupi kebutuhannya.

Kemudian allah membuntuti ayat tersebut dengan dua sifatNya yaitu waasi' dan 'alim. sebagai jaminan dari janji tersebut bahwa allah maha luas rezekinya dan maha tahu setiap urusan makhluknya baik itu yang tampak ataupun yang terselubung.

Kebetulan duduk disamping saya seorang teman lama yang sudah menikah beberapa bulan lalu. saya kemudian iseng menanyakan kebenaran ayat tadi dengan mengatakan "wallahu wasiun alim"(dengan maksud menanyakan kebenaran isi ayat tersebut) ia ternyata tersenyum lalu mengangguk dengan mantapnya seranya menyitir sebuah ayat wa lillahi mulkussamawati wal ardh. Seakan dengan perbuatan dan perkataannya tadi ia hendak mengatakan, kenapa anda masih ragu lagi dengan substansi ayat tersebut, saya sudah membuktikan kebenarannya, maka segeralah anda menikah...

Mendengar jawaban tersebut, sontak saja saya tertegun dan merenung. sungguh benar ayat tersebut. sungguh satu ayat yang berisi mutiara yang harganya melebihi segunung mutiara dibumi. Sungguh ini bukan omong-kosong belaka. sungguh, ini bukan pula produk nalar dan sejarah. ini adalah sebenar-benarnya firman Tuhan (Allah), dzat yang maha luas rezekinya dan maha tahu segala perbuatan makhluknya.

Tidak ada komentar: