Kamis, Agustus 03, 2006

Revolusi Mental Ala Gus Mus

Bagaimana pelaksanaan revolusi mental ala Gus Mus? Katanya tadi malam kira-kira seperti ini, jika Indonesia ingin ada perubahan harus ada revolusi mental. Caranya? potong kepala setiap orang Indonesia, terus ganti dengan kepala yang baru.

Memang universitas orde baru sangatlah canggih. Hasilnya, budaya materialisme dari atas sampai akar. Bahkan walau sang Rektor sudah lengser, namun pengaruh didikannya seakan masih menghegemoni setiap otak bangsa Indonesia.

Lalu bagaimana dunk cara yang lain, selain motong kepala? Kata Gus Mus kira-kira begini : ya harus ada perubahan di sistem pendidikan kita, soalnya para pejabat korup sekarang itu hasil dari pendidikan nasional. Nah, satu-satunya sistem pendidikan yang masih original adalah pesantren.

Pesantren menurut Gus Mus merupakan sistem pendidikan aseli Indonesia yang bisa mengubah wajah pendidikan Indonesia menjadi lebih bersih. Selanjutnya Gus Mus meneruskan bahwa memang ada beberapa pesantren yang lebih terfokus pada pendidikan saja sampai pengajarannya kurang. Kemudian beliau bercerita: Dulu ketika beliau di Lirboyo, untuk menulis saja tidak ada bangku. Ya, bangkunya itu punggung teman2 katanya diikuti tawa hadirin.

Gus Mus memang unik. Tidak seperti tokoh yang lain, ia memang agak 'bebas' dalam artian kalau beliau mau ceramah tidak bisa terkungkung dalam tema yang diberikan panitia. Juga beliau memang seorang budayawan agamis yang tidak terikat oleh politik. Apa yang disampaikan beliau sangat murni dari perspektif seorang budayawan agamis, bukan karena kepentingan golongan.

Akhirnya, penulis sangat kagum dengan beberapa kritikan beliau tentang cara berfikir kita. Salah satu poin yang bisa saya tangkap tadi malam adalah bahwa kita memang harus melihat segala sesuatu dengan cara fikir mantiqy disertai bashirah (nurani) yang bisa membuat kita tahu hakikat apa yang sedang terjadi.

Tidak ada komentar: