Jumat, Juli 14, 2006

Zidaneku Malang

Insiden Zidane seakan menjadi insiden yang sangat manarik pecinta bola setelah usainya perhelatan piala dunia. Semua insan bola seluruh dunia menanti-nanti kebenaran kata-kata yang memprovokasi Zidane sehingga ia menanduk Materazi hingga roboh.

Banyak kantor2 berita yang sampai mendatangkan ahli pembaca isyarat, yang hasilnya bahwa Materazi benar-benar menghina Zidane dengan kata-kata yang mengandung SARA. Para pencari berita kemudian mencoba untuk mengklarifikasi hal tersebut langsung pada Materazi. Namun si aktor hanya mengaku bahwa ia mengejek saja, tanpa ada kata2 yang berbau SARA.

Namun Pers tidak puas dengan pernyataan Materazi sebelum Zidane angkat bicara. Beberapa hari yang lalu Zidane menyatakan dalam jumpa pers bahwa Materazi menghina ibu dan adik perempuannya. Zidane juga menanggapi kemungkinan dicabutnya status pemain terbaik piala dunia 2006 oleh FIFA bahwa, yang patut dihukum adalah orang yang memprovokasi bukan reaktor.

Berita terakhir yang saya baca di internet, bahwa Materazi tetap tidak mengakui bahwa ia mengejek ibu dan adik perempuan Zidane. Ia juga mengharap FIFA tidak mencabut status Zidane sebagai pemain terbaik.

Insiden ini sepertinya masih tetap akan berlanjut, sampai ada keputusan final dari FIFA. Siapa yang benar, siapa yang salah. Namun harapan saya sebagai salah satu dari insan bola adalah bahwa FIFA harus fair dan adil dalam menentukan keputusan. Saya tidak ingin nasib Zidane sebagai pemain bola profesional tercoreng hanya karena sebuah insiden kecil akibat provokasi dari Materazi.

Sudah saatnya kita harus menilai dengan obyektif. Jangan sampai keputusan FIFA terpengaruh dengan kecendrungan Islamphobia yang sedang marak di dunia internasional belangan ini. Jangan sampai, hanya karena Zidane adalah seorang muslim maka ia tidak berhak untuk menjadi maestero yang seharusnya dikenang manis oleh generasi pecinta bola sedunia.

Nah, mari kita saksikan episode insiden Zidane dengan Materazi. Apa yang akan terjadi? Mudah-mudahan saja kebenaran yang akan terkuak, bukan kepentingan dan hal-hal yang berbau Islamphobia. semoga.

2 komentar:

Falahuddin Qudsi mengatakan...

Wallahi..!Blog-nya gegek khobis...segera Ust. Azhar slametan...

hafiz mengatakan...

makasih...jangan bosen mampir yah:)