Senin, Juli 31, 2006

Pak Sayur

Saya terkejut ketika tadi sedang membeli sayur di toko sayur. Pak sayur yang selama ini saya lihat sebagai orang kampung biasa, yang mungkin tak pernah tahu dengan apa yang sedang terjadi di dunia, saya lihat dia sedang berbicara serius dengan para pembeli tentang agresi israel di Palestina dan Libanon.

Diiringi dengan siaran televisi yang mengabarkan jatuhnya warga sipil lagi di sebuah desa Lebanon selatan, salah satunya adalah 13 orang anak-anak. Pak tua itu sesekali membaca salawat, takbir dan tahmid. Dari nadanya seakan-akan ia begitu membenci sikap arogan Israel tersebut, namun apalah daya, ia hanya seorang pedagang sayur.

Seorang lelaki setengah baya datang, ia lalu memilah-milih sayur yang dibutuhkannya. Pak tua tukang sayur itu lalu berceloteh "jika negara-negara arab semua bersatu melawan Israel, nggak mungkin israel searogan seperti sekarang ini". Lelaki setengah baya tersebut nyeletuk "mudah-mudahan negara kita aman". Deg! Hati saya tiba-tiba berdetak lebih kencang dari sebelumnya, ternyata seorang tua dan lelaki setengah baya yang dari segi penampilan adalah orang-orang 'biasa' yang tak mungkin berbicara demikian. Namun ternyata mereka masih lebih baik dari para pemimpin arab yang masih berfikir sangat panjang dengan solusi yang tak pernah akan berhasil menghentikan kebiadaban Israel.

Mereka hanya rakyat biasa yang tak bisa melihat pembunuhan seperti kacang goreng, begitu renyah dan murah. Mereka hanya tahu bahasa "tolonglah orang-orang yang teraniaya" tanpa ada pertimbangan politik atau kepentingan. Kerena hemat saya mereka adalah orang-orang yang masih punya nurani.

Seorang Ibu tua kemudian datang. Lagi-lagi tukang sayur tersebut berucap "dunia diam melihat kekejaman Israel" ibu itupun menambahkan "bahkan dunia seperti setuju atas apa yang Israel perbuat". Yah, semuanya tahu. Bahkan seorang pedagang sayur yang selalu saya lihat dan anggap sebagai seorang "rendahan" bahwa dunia diam melihat arogansi Israel.

Pak tua itupun kemudian membuat prediksi2 yang mencengangkan, katanya : Negara-negara arab seperti saudi enggan membantu hizbullah hanya karena mereka syi'ah, tapi merekan kan juga manusia!!! Sungguh luar biasa analisa pak tua ini. Dan ia hanya penjual sayur.

Saya hanya bisa tersenyum melihat tukang sayur langgananku tersebut. Bergegas saya pilih sayur mayur kebutuhanku, karena saya harus masak tumis hari ini. Nah, ketika saya ingin menyerahkan uang pas LE 5, 50 ia bilang biar lima Pound saja. wah, jangan-jangan ia juga sudah tahu bahwa di negaraku sedangan banyak musibah:)

Tidak ada komentar: