Rabu, Juli 12, 2006

Islam Sebagai Alternatif


Islam alternatif adalah keniscayaan untuk umat islam. Islam sebagai sebuah ideologi dari lahirnya hingga saat ini memang memberikan alternatif keharusan bagi manusia. Islam yang berarti ketundukan merupakan kesadaran manusia untuk mengakui bahwa ia adalah makhluk Allah yang lemah. inti dari ajaran islam yaitu tauhid, mengesakan allah dan menjadikan allah diatas segalanya.

Sejak pertama agama islam lahir, ia memberikan sebuah gambaran pada manusia bagaimana cara berinteraksi dengan tuhan, manusia dan alam. Al-Quran mengilustrasikan bahwa sejak dari dalam kandungan manusia sudah berjanji bahwa ia akan menjadi seorang muslim. nah, hal ini kemudian yang lebih familiar disebut fitrah.

Secara fitrah manusia dilahirkan lurus. Ia akan mengetahui baik dan buruk. Namun akhirnya konsep ta'tsir dan taatsur (keterpengeruhan) akan mengubah fitrah manusia. Dalam sebuah hadistnya Rasulullah bersabda bahwa setiap bayi adalah fitrah, kedua orang tuanyalah yang mempengaruhi kefitrahannya tersebut sehingga ia menjadi yahudi, nasradi atau majusi.

Maka dari itu allah mengutus seorang rasul, sebagai penyampai pesan allah pada manusia juga untuk menjaga orisinalitas kefitrahan manusia sendiri. innama bu'isttu li utammima makarimal akhlak (saya diutus untuk menyempurnakan moral).

Kalau kita meneliti kembali bagaimana tumbuhnya islam pada masa rasulullah, maka kita akan melihat bahwa ternyata islam memang selalu membenturkan diri dengan ideologi yang ada pada saat itu (paganisme). Rasulullah sebagai utusan pembawa islam dan pemeluk islam minoritas kala itu, mendapat perlakuan yang sangat tidak manusiawi. dilempar kotoran, dijemur diatas batu yang panas, sampai pada tahap pembunuhan dengan kejam (kasus Summayyah ibu dari sahabat Ammar).

Sampai pada puncak penyiksaan yang dirasakan oleh muslim minoritas kala itu, turunlah perintah allah untuk berhijrah, dari mekah ke madinah, dari tempat musuh ketempat yang lebih kondusif yaitu madinah. nah, dari sinilah kemudian rasulullah membangun sebuah tatanan komunitas yang akhirnya banyak dikenal dengan negara madinah.

Negara madinah yang saya sebutkan diatas bukan hanya sekedar klaim, namun itu adalah relita sejarah. dari adanya seorang pemimpin yang ditaati, kemudian sistem pemerintahan yang didengar dan terakhir kaum(penduduk yang sangat majemuk) dan tempat yang membentang.

Negara madinah dengan rasulullah sebagai kepala negara dan sistem islam yang dianut ternyata mampu untuk menggetarkan dua kekuatan adidaya waktu itu, romawi dan persia. bahkan heraclius yang sempat menanyakan keadaan rasul baru di jazirah arabia pada Abu Sufyan berkata, jika apa yang kau katakan itu benar wahai Abu Sufyan, maka kekuatannya(rasul) akan sampai di singgasanaku ini. dan itu terbukti pada masa khalifah Umar bin Khattab.

Ajaran islam pada perkembangannya bukan hanya sebagai alternatif. ia malah menjadi sebuah realitas hidup yang tergambar dari ajarannya yang kompleks dari aqidah(ideologi), syariah(hukum/system) dan akhlak(moral/tata prilaku).

Ajaran-ajaran kompleks tersebut semua bersumber dari Al-Quran dan Hadis (perkataan, perbuatan dan pernytaan nabi). Nah, sebagai penganut ajaran baru, umat islam pada masa itu berusaha sekuat tenaga untuk mengamalkan ajaran islam. Karena mereka yakin akan kebenaran agama tersebut. Dari sinilah kemudian zaman keemasan islam dimulai. Rasulullah bersabda, sabaik-baiknya masa adalah masaku, kemudian masa selanjutnya, kemudian masa selanjutnya, kemudian menyebarlah kebohongan-kebohongan. maksudnya adalah, masa sahabat, tabi'ien. tabi' tabi'ien.

Islam sebagai akidah, islam sebagai syariah dan islam sebagai akhlak (dengan kedua sumbernya) kemudian memberikan inspirasi bagi cendikia-cendikia muslim untuk mengembangkan ilmu-ilmu baru keislaman seperti ilmu hadist, tafsier, fiqh, akhlak, sejarah, sosiologi, kedokteran, kimia, aljabar, tasawuf, tauhid dan lain sebagainya. Yang semua ilmu-ilmu itu adalah ilmu islam yang disarikan dari dua sumber tadi ato terjemahan dari yunani yang kemudian dikembangkan sesuai dengan metode islam (al-quran dan sunnah).

Kemudian setelah itu datang masa kemunduran islam (dengan jatuhnya Andalusia) dan kejayaan eropa dengan pencerahan teknologinya disertai semangat dendam perang salib yang kemudian mengilhami eropa untuk menyerang negara-negara islam (ekspansi). Kemudian bangsa eropa (yang dulunya berguru ke andalusia) mencoba mengolaborasikan apa yang mereka ketahui dengan kenyataan yang mereka alami(mereka adalah ilmuan yang selalu dikekang oleh gereja katolik/roma). maka muncullah ilmu-ilmu yang 'berbeda' seperti ilmunya darwin tentang evolusi, ilmunya freud tentang psikoanalisanya, dan selanjutnya muncul ilmu hermeneutik(yang saya kira sangat tidak cocok untuk menyamai tafsier, karena hermeneutik berasas skeptisme dan tafsier berasas kepercayaan/iman).

Sampai kemudian pada zaman modernis dan posmodernisme dengan dua kutub ideologi yang begitu kuat, sosialisme dan kapitalisme datang. Dua ideologi yang saling berusaha untuk menguasai dunia. Sampai ketika sosialisme kalah dengan runtuhnya Uni Soviet para pendukung kapitalisme kemudian menjadikan sebuah penelitian yang ditulis oleh Hungtinton dengan judul the clash of civilitation untuk menjustifikasi bahwa musuh kapitalisme setelah sosalisme adalah islam.

Nah, klo kita melihat realitas hegemoni kapitalisme yang menguasai hampir seluruh gerak gerik manusia modern, maka kita akan berkesimpulan bahwa kapitalisme telah gagal untuk membawa manusia menuju kebahagiaan. sistem kapitalisme yang berasas siapa kuat dia menang sudah tidak mampu lagi untuk menjadi satu2nya sistem manusia modern. Maka, tidaklah salah ketika sebagian umat islam kemudian berusaha untuk mengembalikan realitas islam.

Karena islam adalah sebuah realitas hidup yang dulu pernah membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi umat manusia keseluruhan.

Al-Quran dan Sunnah sudah jelas berada didepan kita, namun kenapa kita masih latah ingin mengambil dari orang lain (kecuali hal-hal yang tidak berbenturan dengan akidah, syariah dan akhlak islam seperti usul parit yang diterima oleh rasulullah) dalam suatu riwayat disebutkan bahwa suatu ketika rasulullah melihat sahabt Umar sedang membaca taurat. Rasulullah kemudian marah dan berkata, seandainya musa hidup maka tidak ada pilihan lain baginya kecuali mengikuti ajaranku (islam). sekian dulu wallahu 'alam bishowab.

Tidak ada komentar: