Senin, Juli 31, 2006

Islam Hadhari; Menuju Islam Kaffah

"Indeed, Islam is more than just a religion. It is a civilization."

Kalau memang demikian pandangan ide islam hadhari maka islam dapat dihadirkan bukan hanya pada ritual-ritual keagamaan saja, namun lebih dari itu, islam akan merambah seluruh aspek kehidupan manusia termasuk juga politik dan negara.

Nah, kemudian kita akan kembali dibenturkan dengan pro-kontra antara bisa tidaknya islam menyentuh ranah ini. Permasalahan hemat saya bermula ketika islam dianggap tidak bisa untuk mengatur politik dan negara. Hal yang sering diwacanakan oleh kaum liberal-sekular. Bahkan dalam beberapa kesempatan mereka menuding kelompok islam politik sama halnya dengan kaum yahudi dengan ideology (al-ghayah tubarrirul wasilah) nya.

Aksi-aksi kaum liberal-sekuler ini memang sudah sangat biasa dan mungkin sudah menjadi genre pemikiran mereka. Budaya hitam-putih kaum liberal sekular kemudian menjadikan semua opini yang diwacanakan bersifat subyektif-provokatif.

Tak dapat dipungkiri bahwa kalangan fundamentalis islam menjadikan islam politik sebagai salah satu upaya ikut serta meramaikan demokrasi yang ada. Namun tuduhan kaum liberal-sekular dengan pernyataan hitam-putuhnya bahwa islam politik adalah agama dari kaum fundamentalis sangatlah berlebihan dan provokatif.

Kalau kita mau secara fair melihat realita islam politik yang ada di dunia islam, seperti Mesir contohnya. Maka, kita tidak akan pernah melihat tuduhan-tuduhan kaum liberal-sekular menemukan kebenaran. Dalam pemilu tahun ini misalnya, partai ikhwan muslimin patuh dengan sistem demokrasi yang ada di mesir dengan mengikuti pemilu, bahkan walau mereka tahu bahwa partai sosialis demokrat pimpinan Mubarak tidak akan tinggal diam. Tapi mereka tetap tunduk dengan konstitusi yang ada.

Lain Mesir lain Palestina, Hamas sebagai pemenang pemilu mengalami banyak kendala karena kemenangannya tidak diinginkan dunia khususnya Amerika dan Israel.

Islam Politik saya kira tidak seseram yang digambarkan kaum liberal-sekular. Bahkan islam politik kalau kita melihat dengan jernih merupakan sebuah gerakan anti rezim otoriter dalam negara islam dengan dukungan penuh rakyat. Islam politik juga merupakan salah satu dari konsekuensi islam sebagai peradaban yang mampu menjawab segala kebutuhan manusia dari segala aspeknya.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

mas azhar yg gegek gimana kabar? meski blognya gak terlalu keren heheheh,,,tapi tulisannya itu lhoh,,,menggoda jiwa,,,merangsang hati dan rasanya ingin belajar menulis sama anda?