Rabu, Juli 12, 2006

Fana...
















Daun itu mengerut tipis
Kemudian kering luluh
Hancur lalu hilang
Fana...
Fana lalu tersiksa atau bahagia
Membayar semua perkara
Baik, buruk dari kecil sampai besar
Fana...lalu ada kembali
Seperti pucuk daun, hidup dan ada...
Lalu hisab, mizan dan sirat
Bahagia atau celaka
Lalu fana menjadi abadi...
Yang ini tertawa
Yang itu menangis
Mengharapkan kebahagiaan abadi
Merengek kefanaan pertama...
Tak ada penyesalan lagi
Karena kefanaan tak mungkin kembali
Fana, abadi lalu tak tahu
Karena fana dan abadi hanyalah kefanaan yang lain...

Tidak ada komentar: