Rabu, Januari 25, 2006

Ilmu Mauhibah

Barang siapa yang mengamalkan apa yang ia ketahui, Allah akan mengajarinya ilmu yang tidak ia ketahui. Sebuah atsar dari tabi'in yang mengilhami saya untuk menulis oretan ini. Memang dalam kenyataannya, ilmu yang kita peroleh dari masa kecil sampai sekarang intinya hanya untuk mencapai satu tujuan yaitu amal, pekerjaan nyata dari apa yang kita ketahui.

Mengamalkan ilmu bukan suatu hal yang mudah. Ia memang mudah untuk diucapkan, tapi susah untuk direalisasikan. Akan tetapi sesuatu yang susah tidak berarti harus ditinggalkan. Dalam sebuah kaedah ushul fiqh disebutkan bahwa ma la yudraku kulluhu, la yutraku kulluhu (apa yang tidak bisa dilakukan dengan sempurna, tidak boleh ditinggalkan secara keseluruhan ). Setidaknya apa yang kita ketahui sekarang, sekecil apapun itu, kita coba untuk merealisasikannya ke alam nyata.

Sebagai contoh seorang anak yang sudah tahu bahwa berbohong itu salah, maka ia harus berusaha untuk tidak berbohong sebagai bentuk pengamalan dari pengetahuan nya tentang buruknya berbohong. Ketika ada pengetahuan yang lebih baru dan muktahir, maka ia akan mengupgrade pekerjaannya, sampai pada tingkatan puncak ketika allah akan memberinya ilmu mauhibah.

Dalam tradisi Indonesia biasanya dikenal dengan istilah ilmu laduni. Ilmu ini banyak diperbincangkan dan dinisbatkan kepada seorang hamba Allah yang shaleh bernama Khidir. Nah, dari sini bisa kita simpulkan bahwa ilmu landuni adalah ilmu yang didapatkan ketika manusia sudah bisa mengamalkan ilmunya sehingga ia bisa lebih dekat kepada Allah.

Karena ilmu adalah salah satu jalan untuk mengenal Allah, maka kenalilah Dia dengan ilmu yang kita miliki sedikit apapun ilmu itu sehingga nantinya ilmu itu akan menuntun kita menuju laduni. Dalam Al-Baqarah ayat 282 Allah berfirman : واتقوا الله ويعلمكم الله والله بكل شيء عليم Artinya : Dan bertakwalah kepada Allah niscaya Allah akan mengajarimu, dan Allah mengetahui segala sesuatu (QS Al-Baqarah 282). Dalam tafsir ayat ini Al-Qurtuby mengatakan bahwa Allah berjanji bahwa orang-orang yang bertakwa akan Allah ajari yaitu dengan menjadikan di hatinya sebuah cahaya yang dengannya ia dapat membedakan antara kebenaran dan kebatilan.

4 komentar:

Ari mengatakan...

Ass, langsung saja sy mau menanggapi tentang ilmu ladunni itu, Ok sy setuju mas kl anda bilang {kenalilah allah dengan ilmu yang anda punya}. tp sy sedikit tergelitik N kurang sependapat dg kesimpulan anda mengenai ladunni yg seperi{ketika manusia sudah bisa mengamalkan ilmunya},karna menuru sy ladunni itu adalah ilmu yg tidak pernah kita pelajari tp kita tahu N faham dg ilmu itu,jadi mana mungkin org bisa mengamalkan sesuatu yg belum dia punya seperti ilmu misalnya kl dia belum mendapatkan ladunni atau mempelajari sebelum dia mengamalkan. sy hanya itu yg bisa sy sampaikan. terima kasih. wassalam.

hafiz mengatakan...

Maksud dari bisa mengamalkan ilmunya adalah ilmu yang dia dapatkan, apapun itu. Maka insya allah dengan pengamalan tersebut akan membuka tabir ilahi dengan diturunkannya ilmu mauhibah.

Ari mengatakan...

Ass, Mas,,, sy mau tanya ya,,,!!! ilmu ladunni itu ilmu yg sudah dipelajari lalu kita paham dan mengamalkannya? atau ilmu yg kita tanpa belajar kita tahu dan mengamalkannya? tlong jelaskan yg sejelas2nya,,,,, Ok sy tunggu jawabanya,,,,,,,,,,

hafiz mengatakan...

ilmu ladunii itu hasil. jadi, ketika kita sudah mengamalkan ilmu yang kita punya maka, allah akan memberikan ilmu ladunii pada kita. klo dalam teks hadist disebut ilmu mauhibah:)