Minggu, Desember 18, 2016

Lahirnya Sang Rembulan

Betapa hati berseri senang
Menyambut kelahirannya yang mulia
Membawa cahaya di tengah gulita
Buat dunia penuh benderang

Aku pun heran kenapa ada manusia
Mengaku ummat dan penolongnya
Merasa amarah jika hari lahirnya tiba
Dirayakan penuh pujian beserta do'a

Bukankah pencinta selalu awas dengan yang dicinta
Bahkan ingin selalu bersama saja
Namun kenapa kecintaanku padanya dianggap durjana
Padahal kayu saja enggan berpisah dengannya

Tanjung, 18 Desember 2016

Minggu, Maret 27, 2016

Takdir

Mungkin ini yang dinamakan takdir
Kepasrahan tak berujung tanpa akhir
Terhujam dalam-dalam di hati yang berfikir

Katanya manusia hanyalah lakon belaka
Jika perannya usai, usai pula semuanya
Hilang tak berbekas seperti tak pernah ada

Hanya kebaikan yang selalu diingat
Tanpa peduli jika mungkin ada keburukan terlewat
Atau kebaikan yang disangka keburukan pun sebaliknya terlambat

Oh, Tuhan sang Maha Pemberi
Takdirku adalah ketentuanMu pasti
Jika ini yang terbaik, ku pasrahkan dengan segenap hati

Tanjung, Penghujung malam 26-03-2016

Selasa, Desember 31, 2013

Penghujung Malam

Ketika dunia tertawa kepadamu
Maka ingatlah bahwa tawa tidak akan kekal
Ia hanya singgah sebentar saja
Lalu berubah menjadi kepedihan dan kesedihan

Tawa dan sedih
Ibarat siang dan malam
Datang silih berganti
Tanpa ada celah dan lelah

Semakin tua manusia
Semakin ia sadari bahwa
Hidup benar-benar hanya
Tempat hura-hura dan sandiwara

Beruntunglah engkau yang tak pernah tertipu
Dengan kesenangan dan kemegahan dunia
Karena kau tahu dengan yakin
Dunia akan berakhir seperti fajar yang membuyarkan malam

Jombang, 31 Desember 2013